Tanya Ahli: Bagaimana Cara Mengatasi Biang Keringat yang Super Gatal?

biang keringat
Foto: www.freepik.com

Jika akhir-akhir ini kulitmu terasa gatal dan berwarna kemerahan terlebih pada area yang tertutup pakaian, mungkin kamu perlu waspada terhadap munculnya biang keringat. Pasalnya masalah pada kulit ini tidak hanya muncul pada bayi, karena orang dewasa juga bisa mengalaminya terlebih ketika berada dalam cuaca yang panas. 

Khawatir keadaan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-harimu karena munculnya biang keringat yang semakin parah. Untuk itu Limone menghubungi salah satu dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. Irwan Junawanto, Sp.KK., untuk mengetahui lebih lanjut terkait biang keringat dan cara mencegahnya.

Apa itu Biang Keringat dan Gejalanya?

biang keringat
Foto: www.freepik.com

“Dalam istilah medis kita bilang miliaria. Jadi karena ada sumbatan keringat di area kelenjar ekrin, maka dia membentuk biang keringat yang biasanya berawal transparan,” jelasnya.

“Kemudian biang keringat biasanya banyak terjadi pada anak, karena biasanya babysitter atau orang tua kurang begitu telaten. Jadi sering kali bajunya tidak diganti, atau mungkin cuasa panas dan mungkin di ruangan yang cukup tertutup, kurang sejuk. Nah, itu sering kali juga memperparah keadaan miliaria,” tambahnya. 

Munculnya miliaria biasanya akan disertai dengan gejala, “Gejala awalnya bintil-bintil kecil, seperti kristal. Awalnya transparan lama-lama menjadi merah bahkan keras,” ujarnya.

Biasanya miliaria akan muncul di beberapa area yang tertutup pakaian. Seperti area punggung dan area-area lipatan paha, ketiak, dan leher. Dalam kasus biang keringat yang muncul pada bayi, biasanya akan muncul di area badan dan leher. 

Apa Saja Jenis Biang Keringat?

Foto: www.rawpixel.com

Terdapat beberapa jenis miliaria yang muncul di permukaan kulit, yakni miliaria kristalina, miliaria rubra, dan miliaria profunda. 

Baca Juga :  Essential Oil: Bermanfaat atau Hanya Iming-Iming Dunia Marketing?

Milaria Kristalina

Jenis pertama adalah miliaria yang paling ringan yakni miliaria kristalina. Seperti namanya, jenis miliaria ini mengkilat seperti kristal. 

“Itu biasanya bintil-bintil transparan seperti gelembung. Gelembungnya itu biasanya berukuran 1-2mm, kecil dan biasanya ringan dan mengkilat seperti kristal,” ungkap Dokter Irwan.

Miliaria Rubra

Jika tidak segera diobati, maka miliaria kristalina akan berubah menjadi jenis miliaria yang kedua yakni miliaria rubra. Biang keringat yang semula adalah bintil-bintil transparan seperti kristal, perlahan-lahan akan berubah menjadi berwarna kemerahan yang disertai dengan gatal. 

 “Seakan-akan orang tua yang awalnya tidak begitu aware pada bintil-bintil transparan itu, akhirnya sadar sesudah bintil bertambah banyak dan kemerahan. Biasanya pasien datang dalam keadaan biang keringat yang sudah merah,” paparnya.

Miliaria Profunda

Jenis miliaria yang ketiga adalah miliaria profunda. Perubahan bentuk biang keringat yang semula berwarna merah, lama-kelamaan berubah menjadi bintil-bintil putih atau senada dengan warna kulit dan memiliki sifat yang keras. 

“Walaupun warnanya sudah tidak merah lagi, maka berubah menjadi putih dan senada dengan warna kulit. Tapi biasanya bintil-bintil pada miliaria profunda ini lebih keras. Dan ini adalah biang keringat yang sudah lebih berat. Tapi kasus ini jarang terjadi karena paling sering memang yang merah, miliaria rubra,” tuturnya.

Selain itu Dokter Irwan juga menambahkan, “Biasanya miliaria profunda timbul di dalam area yang ada pada miliaria rubra,” ujarnya. 

Apa Saja Faktor Penyebab Biang Keringat?

Foto: www.freepik.com

Terdapat beragam faktor yang menyebabkan munculnya miliaria. 

Iklim

Iklim akan memengaruhi munculnya biang keringat, terlebih untuk negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. “Kalau misalnya kita di negara tropis biasanya angka insidensinya akan lebih tinggi, dibanding mereka yang tinggal di Eropa,” kata Dokter Irwan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Exfoliating: Pemilihan Produk dan Seberapa Sering Boleh Melakukannya

Bahan Pakaian

Salah satu faktor munculnya biang keringat adalah penggunaan bahan pakaian. Terdapat bahan pakaian tertentu yang tidak menyerap keringat, untuk itu sebisa mungkin gunakan bahan pakaian yang dapat menyerap keringat. 

“Biasanya bahan katun lebih menyerap keringat. Kalau bahan-bahan lain lebih sulit untuk menyerap keringat,” ujarnya.

Aktivitas 

Selain iklim dan pakaian, hal yang harus diperhatikan yakni aktivitas yang dilakukan. Jika memiliki aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, ingatlah untuk selalu mengganti pakaian. 

“Jadi kalau misalnya aktivitas orang tersebut lebih banyak mengeluarkan keringat, dan dia tidak telaten untuk ganti pakaian, kemudian pakaiannya tidak menyerap keringat dan berlapis-lapis, sering kali biasanya memiliki faktor risiko yang lebih tinggi,” tuturnya.

Selain itu menurutnya, pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit yang cenderung kurang mobilisasi juga memiliki faktor risiko yang tinggi terkena miliaria. 

Bagaimana Cara Mengatasi dan Mengobati Biang Keringat?

biang keringat
Foto: www.freepik.com

Jika mulai muncul biang keringat pada kulit dan terasa gatal, tentu hal ini harus segera ditangani dengan benar. Selain itu menjaga higienitas personal juga dinilai penting untuk mencegah timbulnya kembali biang keringat. 

“Pada prinsipnya, sang buah hati tetap harus mandi menggunakan sabun yang ringan atau mild. Pada beberapa kasus biang keringat, dapat diberikan calamine lotion dan anhydrous lanoline untuk membantu mencegah penyumbatan kelenjar keringat,” jawabnya. 

“Dapat juga digunakan low potency corticosteroid sebagai penanganan anti radang,” lanjutnya.

Pasien juga perlu menghindari penggunaan air panas yang dapat menyebabkan biang keringat menjadi meradang. 

“Karena ada beberapa orang tua pasien ketika mengetahui adanya miliaria, justru tidak memandikan anaknya. Jadi, penting untuk tetap mandi dan menjaga higienitas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pasien yang memiliki miliaria juga disarankan untuk memperhatikan bahan pakaian yang digunakan. Dokter Irwan menyarankan untuk memilih bahan pakaian yang menyerap keringat seperti katun dan polyester spandex blend.

Selain itu, pasien juga harus menghindari pakaian dari bahan sintetis seperti nilon. serta pakaian berbahan tebal seperti jeans. Pasien juga diminta untuk menghindari mengenakan pakaian secara berlapis-lapis dan berbahan dasar satin. Hal ini akan menyebabkan miliaria menjadi lebih berat, terlebih ketika memiliki aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  7 Cara Mudah Menggunakan Milk Cleanser

“Jika punya kebiasaan tidak mengganti pakaian basah, maka harus diganti. Pasien diedukasi untuk mengganti pakaian sesering mungkin tiap kali berkeringat. Jadi misalnya ada outdoor activity, jika sudah berkeringat maka harus ganti, bawa baju ganti di dalam tas,” jelas Dokter Irwan.

Menjaga kesejukan ruangan juga penting untuk mengobati bahkan mencegah munculnya miliaria. Jika memungkinkan ruangan perlu dipasang air conditioner (AC), namun jika tidak memungkinkan pastikan ruangan dalam keadaan sejuk. 

Kapan Perlu Mengunjungi Dokter untuk Mengatasi Biang Keringat?

Foto: www.freepik.com

Jika miliaria yang muncul terasa semakin mengganggu aktivitas, maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penanganan yang tepat. Terlebih ketika adanya munculnya kondisi yang lebih berat seperti munculnya nanah.

“Apalagi kalau biang keringat ini meluas disertai bintil-bintil nanah. Maka perlu segera dibawa ke dokter kulit,” sarannya. 

Tips Agar Terhindar dari Miliaria

Setelah mengetahui hal yang dapat menyebabkan munculnya masalah kulit ini, pastinya kamu harus melakukan beberapa upaya agar terhindar dari miliaria.  Berikut tips dari Dokter Irwan untuk menghindari munculnya masalah kulit ini:

  • Hindari pakaian yang terlalu tebal dan ketat
  • Membawa handuk dan berganti pakaian secara rutin bila berkeringat
  • Tetap mandi dua kali sehari dengan sabun yang ringan (mild)
  • Selalu menjaga higienis personal

Selanjutnya: Apakah Stretch Marks Bisa Dihilangkan?