Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Mencintai Diri Sendiri

cara mencintai diri sendiri
Foto: www.gettyimages.com

Ada seseorang yang membuatmu jatuh cinta setiap hari: dia adalah si Kecil tersayang. Selain kamu juga ingin dia selalu menyayangimu, kamu juga berharap dia bisa mencintai dirinya sendiri. Bagaimana cara mengajarkan anak mencintai diri sendiri?

Untuk menemukan jawabannya, LIMONE menghubungi Mutia Aprilia Permata Kusumah, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis anak dan remaja di TigaGenerasi.

Apa Definisi Mencintai Diri Sendiri?

cara mencintai diri sendiri
Foto: www.unsplash.com

“Mencintai diri sendiri atau self-love adalah kondisi ketika kita mengusahakan kebahagiaan dan kesejahteraan diri kita. Self-love dapat dicapai dengan memenuhi berbagai kebutuhan di kehidupan kita dan TIDAK mengorbankan kesejahteraan diri demi menyenangkan orang lain,” jelas Mutia.

Eits, saat menerapkan self-love, bukan berarti menjadi narsistik, dan menutup kemungkinan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Ketika kita benar-benar mencintai diri sendiri, tentunya kita menginginkan semua yang terbaik bagi diri. Keinginan tersebut secara otomatis akan mendorong kita untuk menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Mengapa Perlu Mengajarkan Anak Mencintai Diri Sendiri Sejak Dini?

cara mencintai diri sendiri
Foto: www.rawpixel.com

Mutia menjelaskan bahwa anak yang mengerti dan menerapkan self-love akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tahu bagaimana caranya memenuhi berbagai kebutuhan diri, sekaligus merasa berkecukupan dengan berbagai hal yang ia miliki.

“Dengan demikian, ia dapat menjadi pribadi yang sehat secara fisik dan mental, mau menolong sesama, dan mampu mencintai orang lain tanpa syarat,” tegasnya.

Itu hal positif yang terjadi jika orang tua mengajarkan konsep dan cara self-love sejak dini. Namun, di sisi lain, jika anak tidak mencintai dirinya sendiri, maka ia akan selalu merasa dirinya tidak cukup.

“Tidak cukup cantik, tidak cukup pintar, tidak cukup populer, dan berbagai ketidakcukupan lainnya. Pada akhirnya, ia akan tumbuh menjadi anak yang kurang bahagia,” ujarnya.

Jika anak tidak mencintai diri sendiri dan akhirnya berpotensi menjadi pribadi yang kurang bahagia, apakah ini sepenuhnya salah orang tua?

“Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan anak tidak mencintai dirinya sendiri,” jelasnya.

Menurutnya ada anak yang menjadi demikian karena memang ia terlalu sering menirukan berbagai perlakuan orang tua yang tidak mencerminkan self-love pada diri mereka sendiri. Contohnya sesederhana mengatai diri “gendut” atau kurang menjaga kebersihan diri.

Namun, ada juga anak yang tidak mencintai diri sendiri karena secara konsisten dan dalam waktu yang lama mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari orang-orang terdekat. Misalnya, seorang tante yang tinggal serumah sering membandingkan si anak dengan sepupunya yang dianggap lebih baik. 

“Murni kesalahan orang tua atau bukan, bukan tugas kita untuk menghakimi. Sebaiknya fokus kita adalah untuk mencegah atau segera mengintervensi anak yang tidak mencintai dirinya sendiri,” tegasnya.

Bagaimana Cara Menyampaikan Konsep yang Abstrak Ini?

Foto: www.rawpixel.com

Mengucapkan “cara mencintai diri sendiri” mudah, namun praktiknya tidak gampang. Plus, sebagai orang tua kamu harus memperkenalkan konsep abstrak ini kepada anak yang masih kecil. Bagaimana cara melakukannya?

“Untuk anak-anak yang masih sangat kecil, penyampaiannya harus melalui hal yang sederhana dan disertai dengan contoh konkret,” saran Mutia. Misalnya, ketika sedang bermain atau bercermin, orang tua bisa mengapresiasi berbagai anggota tubuh anak. Dengan mengatakan “Wah, kakimu kuat ya, bisa dipakai untuk melompati mainan!” atau “Gigimu putih bersih karena kamu rajin sikat gigi”, kamu sebenarnya sedang mengajarkan konsep self-love.

“Hal ini dapat mengajarkan mereka untuk mencintai dan terus merawat tubuh mereka sendiri,” ujarnya.

Bagaimana Cara Praktis Mengajarkan Anak untuk Mencintai Dirinya Sendiri?

Foto: www.freepik.com

Seperti yang sering kali ditekankan oleh banyak psikolog anak, saat mengajarkan sesuatu kepada si Kecil faktor usia sangat perlu diperhatikan. Begitu pula dalam hal tentang cara mengajarkan anak untuk mencintai dirinya sendiri.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mulai memperkenalkan dan mengajarkan konsep self-love kepada anak.

Buatlah agar anak merasa dirinya penting dan dicintai.

“Ketika anak mengajak bicara, tatap matanya dan tanggapilah dengan sungguh-sungguh. Luangkan waktu untuk bermain bersama anak, meskipun hanya sebentar di setiap harinya,” sarannya.

Bantu anak menemukan kelebihan dirinya.

“Dorong anak untuk mencoba berbagai hal, lalu temukan dan beritahukan padanya apa saja yang dapat ia lakukan dengan baik. Terkadang, kelebihan anak tergolong unik sehingga tidak mudah terlihat, seperti kepekaannya terhadap perasaan orang lain atau ketelatenannya dalam merawat hewan peliharaan,” jelas Mutia.

Bersama anak, buatlah daftar mengenai hal-hal yang bisa disyukuri (gratitude list).

“Orang tua dan anak membicarakan atau menuliskan hal-hal baik yang memunculkan perasaan bersyukur di hari atau pekan tersebut. Misalnya, anak merasa bersyukur karena mendapatkan nilai 85 di ulangan Matematika dan dibuatkan makanan favoritnya oleh ibu,” ujarnya memberi contoh.

Mencontohkan secara nyata bahwa orang tua pun mencintai diri sendiri.

“Anak akan lebih mudah mempelajari jika ia memiliki role model. Orang tua dapat memulai dengan menyempatkan diri untuk melakukan hal-hal positif bagi dirinya sendiri, seperti mengerjakan aktivitas yang menjadi hobi, me time, atau berolahraga,” anjurtnya.

Mutia menekankan bahwa ketika anak merasa dirinya penting, memiliki kelebihan dan hal-hal yang dapat disyukuri di kehidupannya, serta senantiasa dikelilingi oleh orang-orang yang dapat memberikan contoh self-love, “tentu akan lebih mudah baginya untuk mencintai diri sendiri.”

Pada dasarnya, kamu pasti berharap anak mencintai dirinya sendiri. Namun, adakah kemungkinan anak mengalami kesulitan menyayangi dirinya sendiri?

“Ada,” jawab Mutia. Selain tetap melakukan hal di atas, jika hal tersebut terjadi sebaiknya orang tua juga segera mengonsultasikan hal ini ke psikolog atau psikiater anak.

“Beda anak tentunya beda penyebab permasalahan. Oleh karena itu, bisa berbeda pula penanganannya,” tegasnya.

Selanjutnya: Cara Mengajarkan Anak Menghargai Orang Lain, Menurut Seorang Psikolog.