Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog

gangguan kepribadian
Foto: www.freepik.com

Biasanya penderita gangguan kepribadian sangat sulit untuk memahami situasi dan orang lain. Oleh karenanya, perlu untuk segera berkonsultasi ke tenaga profesional guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Simak penjelasan dari Cania Mutia, M.Psi., Psikolog, seorang Dosen Psikologi UNY dan Psikolog Klinis dari UPT LBK UNY & Biro Psikologi CMT, terkait dengan gejala dan cara mengatasi gangguan kepribadian secara tepat.

Apa Itu Gangguan Kepribadian?

gangguan kepribadian
Foto: www.canva.com

Sebelum membahas gangguan kepribadian, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian dari kepribadian itu sendiri. Menurut Cania, “kepribadian adalah pola tingkah laku atau kebiasaan yang diperlihatkan oleh seseorang di dalam kehidupannya sehari-hari,” tuturnya.

“Misalnya seperti saya memiliki kecenderungan untuk suka beres-beres, maka kepribadian saya mengarah ke kepribadian yang cukup rapi,” lanjutnya.

Sementara untuk gangguan kepribadian itu sendiri, “hal itu merupakan bentuk dari perilaku yang sangat jauh berbeda dengan kebiasaan orang pada umumnya, atau yang biasa dibilang cenderung menyimpang,” jelas Cania.

“Seperti ketika seseorang memiliki kecenderungan untuk bersih-bersih, tetapi ternyata bersih-bersihnya tidak hanya sewaktu bangun tidur atau ketika akan tidur, tetapi sepanjang waktu,” ujarnya.

“Sampai pada akhirnya ketika seseorang bersih-bersih, harus memastikan bahwa tidak ada sehelai rambut pun di kamar, atau tidak ada debu sedikitpun,” tambahnya.

Jadi, kondisi ini pada dasarnya adalah perilaku yang jauh dan sangat berbeda dengan kebiasaan pada umumnya, sehingga disebut dengan gangguan kepribadian.

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Gangguan Kepribadian?

gangguan kepribadian
Foto: www.canva.com

Psikolog Klinis ini menyampaikan bahwa sesungguhnya gangguan kepribadian adalah sesuatu yang mungkin sekali dapat terjadi pada banyak orang.

Nature

Dalam psikologi, bisa jadi gangguan ini disebabkan karena nature, yang biasanya diturunkan secara genetik. “Misal ibunya cenderung pencemas, sehingga bisa membawa kepribadian yang cenderung ke arah obsesif kompulsif,” jelasnya.

Kemudian yang kedua adalah stuktur otak. “Jadi secara nature, stuktur otak bisa memengaruhi kepribadian seseorag,” tambahnya.

Nurture

Sementara secara nurture, hal ini bisa disebabkan karena dia berada di keluarga yang tidak harmonis. Kondisi keuangan yang tidak stabil, dan pengasuhan yang ia rasakan sewaktu kecil itu cenderung mengabaikan, memakai kekerasan, dan lain sebagainya.

“Bisa juga disebabkan karena riwayat pelecehan, permasalahan pendidikan, ekonomi, dan lainnya, itu mungkin sekali bisa menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi tersebut,” tuturnya.

Pada Usia Berapa Seseorang Bisa Mengalami Gangguan Kepribadian?

pada usia berapa seseorang bisa mengalami kondisi gangguan kepribadian 1 | | Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog
Foto: www.rawpixel.com

Cania mengatakan bahwa sebenarnya siapa saja bisa berpotensi untuk mengalami gangguan kepribadian. “Akan tetapi kondisi ini baru bisa terlihat ketika anak memasuki fase remaja atau di awal dewasa,” ungkapnya.

“Karena pada masa remaja dan dewasa, biasanya seseorang memiliki pola kepribadian. ‘Oh saya orangnya cenderung pencemas’, biasanya di masa remaja dan awal dewasa itu mulai terlihat, sedangkan di masa kanak-kanak biasanya belum bisa terlihat,” katanya.

Umumnya kebanyakan orang mengatakan bahwa seiring dengan berjalannya waktu maka kepribadian akan mengkristal, jadi akan stagnan di kondisi tersebut.

Apakah Gangguan Kepribadian Ini Berbahaya?

gangguan kepribadian
Foto: www.unsplash.com

Menurut Dosen Psikologi UNY, gangguan kepribadian ini bisa sangat berbahaya. “Karena beberapa gangguan bisa menjadi cikal bakal dari perilaku yang menyimpang,” paparnya.

“Seperti ketika seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial, di mana yang kita ketahui bahwa jenis kepribadian antisosial ini adalah orang yang sering melakukan kekerasan tetapi merasa kalau itu adalah perilaku yang wajar,” terangnya.

“Misalnya ia bersikap kasar, agresif, dan lainnya. Ketika tidak segera ditangani dengan cepat, maka sangat mungkin suatu hari nanti ia akan melakukan perilaku-perilaku semacam mencuri, melakukan pengeroyokan, dan perilaku lain yang melanggar hukum,” lanjutnya.

Contoh lainnya, ketika seseorang mengalami gangguan kepribadian paranoid. Yakni memiliki ketakutan berlebih atau punya kekhawatiran berlebih, orang-orang ini akan menunjukkan sikap yang sangat curiga dan tidak perpaca dengan orang lain.

“Saat tidak segera diatasi, suatu hari nanti ia bisa mengalami skizofrenia paranoid,” jelasnya.

“Jadi ketika ada pertanyaan apakah kondisi ini berbahaya? Jawabannya adalah sangat berbahaya. Sehingga teman-teman perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah mengalami gangguan kepribadian atau tidak,” anjur Cania.

Bagaimana Gejala Gangguan Kepribadian yang Dialami Seseorang?

gangguan kepribadian
Foto: www.freepik.com

“Ketika salah satu gangguan kepribadian dikatakan sebagai gangguan, hal ini bisa ditandai dengan beberapa gejala. Misalnya pola perilakunya itu muncul sejak lama, perpasif, dan sifatnya tidak fleksibel,” tuturnya.

Selain itu, gejala yang bisa menggambarkan bahwa seseorang mengalami kondisi ini adalah ketika perilaku tersebut sudah mulai mengganggu fungsi kehidupannya sehari-hari. “Misal hubungan sosial dengan teman, rekan kerja, atau sebaginya sudah terganggu,” ucapnya.

“Contohnya ketika seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial, di mana saat bertemu dengan binatang ia akan menginjaknya, ketika bertemu teman akan dipukuli, meluapkan emosi negatif ke orang tua, mencuri, dan sebagainya,” jelasnya.

“Jadi sifat perilakunya berlangsung lama dan berulang-ulang terjadinya secara intens, serta mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari,” lanjut Cania.

Terdapat pembagian gangguan kepribadian yang sering kali dialami oleh seseorang, yakni:

Individu yang terlihat aneh

Pembagian gangguan kepribadian yang pertama adalah di mana individu terlihat aneh. Misalnya ketika orang tersebut mengalami paranoid, skizoid, dan lain sebagainya. 

Memuat emosi

Yang kedua, kepribadian yang memuat emosi dan sikapnya agak dramatis. Di dalamnya termasuk gangguan narsis, antisosial, dan lainnya.

Cemas dan penakut

Kemudian yang ketiga adalah gangguan kepribadian cemas dan penakut, yang mana di dalamnya ada kecenderungan bergantung dengan orang lain, serta perilaku obsesif kompulsif.

Mengapa Terkadang Gangguan Kepribadian Tidak Disadari oleh Penderitanya?

gangguan kepribadian
Foto: www.freepik.com

Terkadang, kondisi ini juga sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Sebab menurut penderita, hal tersebut bukanlah suatu kesalahan, bahkan mungkin ia merasa bahwa kepribadian ini bisa membantu hidupnya.

“Misal ada seorang aktris yang memiliki gangguan kepribadian narsistik, tetapi karena ia punya kepribadian narsistik, maka tidak malu untuk tampil di depan kamera,” ucapnya.

“Contoh lain, ada seseorang yang memiliki gangguan kepribadian obsesif kompulsif, jadi memiliki kecenderungan untuk mengecek sesuatu, bersih-bersih, dan lainnya. Sehingga karena ia memiliki gangguan tersebut, maka ia menjadi seseorang yang perfeksionis, dan pekerjaannya menjadi bagus,” lanjutnya.

Jadi penyebab seseorang tidak merasakan gangguan tersebut karena kepribadian tersebut selama ini telah membantunya. Padahal bisa jadi, menurut persepsi orang-orang di sekitarnya itu salah.

“Seperti seseorang yang perfeksionis, ketika ia punya tugas kelompok, kepribadian itu bisa membuat tugas kelompoknya tidak selesai. Padahal yang namanya tugas kelompok ‘kan dikerjakan secara bersama, tetapi teman-temannya jadi terhambat. Jadi tidak disadari olehnya, tetapi disadari oleh orang-orang di sekitarnya,” tutur Cania.

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian?

bagaimana cara mengatasi gangguan kepribadian 1 | | Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog
Foto: www.pexels.com

Cania menuturkan bahwa yang pertama kali harus dilakukan adalah menerima bahwa kita memiliki masalah ini.

“Setelah menerimanya, kita perlu untuk berusaha seperti dengan mendatangi profesional untuk mendapatkan psikoterapi atau bahkan butuh farmakoterapi. Sehingga membutuhkan terapi psikologis dan mungkin mengonsumsi obat-obatan,” katanya.

Oleh karenanya, Psikolog Klinis ini menyarankan supaya kita memahami beberapa hal yang bisa menjadi tanda bahwa kita perlu segera berkonsultasi dengan psikolog, di antaranya:

  • Ketika merasa bahwa ini bukan diri kamu yang biasanya
  • Merasa gangguan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya karena memiliki obsesif kompulsif, maka ketika pergi ke luar rumah selalu merasa cemas apakah sudah mematikan kompor atau belum
  • Ketika orang di sekitar mulai mengkhawatirkan dan mengeluhkan perilaku kita
  • Saat kamu merasa bahwa gangguan ini memunculkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain

Bagaimana Mendiagnosis Kondisi Ini?

gangguan kepribadian
Foto: www.rawpixel.com

Menurut Cania, diagnosis dari gangguan kepribadian ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. “Biasanya tenaga profesional perlu melakukan wawancara klinis ke pasien, hingga mewawancarai orang-orang terdekat dari pasien,” ujarnya.

“Selain itu, perlu juga untuk melakukan observasi dari perilaku pasien dan melakukan psikotes untuk melihat adakah permasalahan,” tambahnya.

“Untuk melakukan diagnosis dari kondisi ini membutuhkan waktu, tidak hanya sesekali, bahkan perlu berkali-kali melakukan asesmen dengan wawancara, observasi, atau psikotes,” lanjutnya.

Bahkan terkadang, ketika pasien didiagnosis memiliki gangguan kepribadian paranoid, bisa jadi itu bukan satu-satunya gangguan yang dimilikinya. Melainkan, ada juga gangguan kepribadian obsesif kompulsif yang dialami.

“Jadi diagnosis yang dilakukan itu sangat kompleks, dan tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang belum memiliki kapasitas untuk memahami hal tersebut,” terangnya.

Bagaimana Jika Gangguan Ini Diabaikan?

bagaimana jika gangguan kepribadian ini diabaikan 1 | | Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog
Foto: www.canva.com

Ketika seseorang mengabaikan kondisi ini, maka ini bisa berubah menjadi perilaku yang menyimpang dan melawan hukum.

“Yang mungkin sangat bisa terasa di kehidupan adalah membuat kehidupan sosial kita merasa terganggu, misalnya orang-orang di sekitar jadi tidak suka dengan kita,” ungkapnya.

“Oleh karenanya, pasien membutuhkan bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental,” tegasnya.

“Ketika sudah dalam keadaan darurat, boleh mengunjungi IGD untuk bertemu dengan dokter umum terlebih dahulu, nanti dari dokter umum akan dirujuk ke psikiater. Jika membutuhkan psikoterapi maka akan dirujuk ke psikolog,” jelasnya.

Bagaimana Jika Orang Terdekat Kita yang Mengalami Gangguan Kepribadian?

bagaimana jika orang terdekat kita yang mengalami gangguan kepribadian 1 | | Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog
Foto: www.freepik.com

“Yang pertama kali bisa dilakukan adalah mencoba untuk mendengarkannya. Misalnya ketika ia ingin bercerita dan butuh didengarkan, maka kita bisa membantunya,” saran Cania.

Setelah mendengarkan, kita boleh menawarkan ke pasien untuk datang ke tenaga profesional kesehatan mental. “Bahkan bisa juga memberikan rekomendasi psikolog atau psikiater yang diketahui, mungkin bisa juga membantu membayar biayanya,” tambahnya.

Bisakah Gangguan Ini Dicegah?

bisakah gangguan kepribadian ini dicegah 1 | | Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog
Foto: www.canva.com

Cania memaparkan bahwa ketika muncul pertanyaan apakah bisa dicegah atau tidak, maka jawabannya tergantung.

“Jika pencegahan ini membutuhkan lingkungan yang mendukung, misalnya seperti saya membawa genetik cemas dari ibu, tetapi lingkungan sekitar membuat nyaman sehingga tidak membuat saya menjadi pencemas, maka gangguan kepribadian ini bisa dicegah,” katanya.

Cania menambahkan bahwa upaya pencegahannya harus sedini mungkin. Seperti dengan pengasuhan yang baik dan tepat misalnya.

Kesimpulan

bantuan profesional untuk gangguan kepribadian 1 | | Bagaimana Cara Mendeteksi Gangguan Kepribadian? Ini Jawaban Psikolog
Foto: www.freepik.com

Psikolog Klinis ini berpesan bahwa “untuk teman-teman yang setelah membaca artikel ini merasa mengalami beberapa permasalahan terkait dengan gangguan kepribadian, jangan pernah self diagnose, jangan melakukan diagnosa sendiri,” pesannya.

“Ada baiknya untuk segera mungkin datang ke tenaga profesional. Karena semakin cepat kita berkonsultasi, maka proses penanganannya semakin cepat, dan kemungkinan kita untuk sembuh juga lebih cepat. Jadi jangan takut untuk mencari bantuan dari tenaga profesional,” sarannya.