Olahraga Bisa Mencegah Kanker Hati, Kata Studi Baru

kanker hati
Foto: www.gettyimages.com

Untuk kamu yang sudah berolahraga secara teratur, mungkin ini saatnya berbangga hati. Dan sementara untuk kita yang masih mengumpulkan niat dan mencari sepatu olahraga, ini waktunya untuk lebih rajin berolahraga. Pasalnya, sebuah penelitian terbaru dari Australia memperlihatkan bahwa olahraga teratur bisa membantu mencegah kanker hati.

Ini Alasan Mengapa Penelitian Dilakukan

Sebagai informasi, kanker hati merupakan jenis kanker keempat yang paling menyebabkan kematian akibat kanker di seluruh dunia. Dan angkanya semakin meningkat karena pandemik obesitas yang terjadi di berbagai belahan dunia. Obesitas dan diabetes adalah dua kondisi umum yang dimiliki pasien dengan penyakit hati berlemak—yang bisa menjadi awal dari hepatocellular carcinoma, tipe paling umum kanker hati.

Dan karena terapi yang efektif untuk kanker hati masih sangat jarang dan ada banyak orang yang menderita karenanya, maka para ilmuwan ini mencari tahu cara pencegahannya.

Caranya? Para ilmuwan ini mengamati tikus yang secara genetik suka makan, obesitas dan diabetik, dan di awal hidupnya disuntikkan agen penyebab kanker dalam dosis rendah. Lalu mereka dibagi menjadi dua kelompok. Setengah diijinkan untuk berolahraga (di atas running wheel), dan setengahnya tidak berolahraga sama sekali dan tetap memiliki hidup sedentari. Para tikus yang berolahraga di roda berputar ini bisa berlari sampai 40 kilometer per hari.

Hasil Penelitian Terbaru terhadap Kanker Hati

Hasilnya? Pertama, dalam tiga bulan pertama, kenaikan berat badan melambat, tapi pada akhir penelitian (bulan keenam), bahkan para tikus yang berolahraga tetap mengalami obesitas. Dan penemuan kedua, penemuan terpenting: tidak ada satupun tikus yang berolahraga yang terkena kanker hati. Sementara tikus yang hidupnya sangat tidak aktif semuanya mengalami kanker ini.

Para peneliti ini menyimpulkan bahwa olahraga bisa menghentikan perkembangan kanker hati pada tikus yang sudah memiliki kondisi obesitas dan diabetes tipe 2. Hal ini bisa terjadi karena olahraga teratur mempengaruhi pada jalur molekular, termasuk mematikan protein yang teraktivasi karena stres, dan mengaktivitasi gen pembasmi tumor yang disebut “pelindung sel”.

“Jika studi yang dilakukan yang tikus yang memiliki penyakit lemak hati mirip manusia ini bisa diterapkan kepada pasien, sepertinya olahraga bisa memperlambat awal kanker hati dan sangat mengurangi risikonya. Atau bahkan, mencegahnya—dengan kata lain bisa meningkatkan kesehatan pasien,” kata Geoffrey C. Farrell, MD, penulis utama penelitian ini.

Yaaas, saatnya sign-up kelas olahraga daring! Dan jika kamu ingin menstabilkan tekanan darah, lakukan olahraga ini dengan teratur.

podcast button