Apa Saja Persiapan Untuk Mengikuti Tes Psikologi? Ini Tips Dari Ahli

tes psikologi
Foto: www.unsplash.com

Ketika melamar pekerjaan, tidak jarang kamu akan mengikuti tes psikologi untuk mengetahui kemampuan dan kepribadian yang dimiliki. Terkadang terdapat berbagai macam jenis tes yang harus diikuti. Lantas, apa yang perlu dipersiapkan saat mengikut tes tersebut?

Jika kamu sebentar lagi akan mengikuti tes psikologi, jangan khawatir karena LIMONE telah menghubungi Yoana Theolia Angie Yessica, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Pusat Psikologi Terapan Unika Soegijapranata, Psylution Indonesia, dan Ikigai Consulting, serta founder HOPE Psychology Center, yang akan menjelaskan terkait persiapan tes kemampuan dan kepribadian ini.

Apa Itu Tes Psikologi?

tes psikologi
Foto: www.canva.com

Menurut Psikolog Klinis yang satu ini menuturkan bahwa dalam psikologi memang ada alat bantu untuk kita memeriksa klien, yang disebut dengan tes psikologi. Tes ini memiliki jenis yang beragam dan tergantung dengan kebutuhan atau tujuannya.

“Secara mudah, tes psikologi berarti tes yang dibuat dengan standar tertentu dengan instruksi dan penilaian tertentu yang digunakan untuk mengukur tujuan tertentu,” paparnya.

Mengapa Kita Perlu Melakukan Tes Psikolog?

Foto: www.canva.com

Sebetulnya, melakukan tes psikolog itu merupakan opsi dan bukan sebuah keharusan. Namun biasanya dilakukan saat kita ingin mengenal diri kita lebih jauh lagi.

“Tes psikologi itu bentuknya sangat banyak, misalnya tes intelegensi yang dapat membantu mengukur IQ. Atau tes yang menilai kepribadian kita, yang juga terbagi menjadi beberapa jenis lagi. Kemudian ada juga tes minat bakat, tes mengarah ke gangguan mental, serta tes memperlihatkan etos kerja dan kedisiplinan. Jadi masing-masing ada tujuannya,” terang Jessy.

Dengan mengikuti tes tersebut, maka kita jadi lebih mengenal diri sendiri. Jadi bukan menjadi sebuah keharusan, tetapi itu hanya sebuah alat bantu saja.

“Alat bantu itu biasanya dari psikolognya, bukan permintaan dari klien. Biasanya klien akan menceritakan terlebih dahulu ke psikolog, misalnya ingin tahu minat bakat karena saat ini masih SMA dan ingin penjurusan, nanti psikolog akan memberikan tes yang sesuai,” paparnya.

Ia kembali menegaskan bahwa “tes ini sifatnya alat bantu. Ibaratnya seperti kita belum pernah ketemu dengan seseorang di Facebook, jadi kita hanya melihat dari fotonya ‘kan. Begitu juga dengan tes psikologi,” ujarnya.

Siapa Saja yang Bisa Menjalani Tes Psikologi?

Foto: www.unsplash.com

Jessy menuturkan bahwa siapa pun bisa menjalani tes psikologi, “tergantung dengan tujuan dan psikolognya ingin memberikan tes apa. Karena jika klien datang ‘saya mau tes ini’, itu tidak bisa,” katanya.

“Sebab percuma jika klien meminta tes tersebut tanpa mengetahui apakah akan cocok dengan tujuannya atau tidak. Ibarat ia tujuannya A tetapi minta tes B, nanti hasilnya tidak akan sesuai,” jelasnya.

Karena segala tindakan yang kita berikan itu harus ada tujuannya. “Tidak mungkin dokter mengoperasi orang tetapi dengan alasan iseng saja. Tidak boleh kita melakukan karena hanya rasa penasaran, harus ada tujuannya,” lanjutnya.

Apa Saja Bentuk dari Tes Ini?

Foto: www.unsplash.com

Sesungguhnya  terdapat macam-macam jenis tes psikologi. Misalnya seperti yang bersifat untuk mengukur intelegensi seseorang.

“Ini pun ada berbagai macam, baik itu bersifat verbal atau intelektual yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan yang kita miliki yang sesuai dengan usia. Ada yang menggunakan gambar, hitungan, atau soal,” ungkapnya.

“Begitu juga dengan tes kepribadian, terdapat beragam bentuk, mulai dari kuesioner, diminta untuk menggambar bebas, atau melengkapi gambar. Jadi macam-macam sekali,” tambah Psikolog Klinis ini.

Apakah Tes Psikologi Ini Hasilnya Akurat?

tes psikologi
Foto: www.freepik.com

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah benar hasil dari tes psikologi ini hasilnya akan akurat dengan kondisi sebenarnya?

Menurut Jessy, “bisa saja waktu kondisi tes itu salah, tetapi tidak akan melenceng jauh. Ibaratnya kita tes kolesterol atau gula darah, tetapi habis mengonsumsi makanan yang manis, pasti kadar gulanya akan tinggi,” jawabnya.

“Jadi kadang-kadang pada tes tertentu, klien akan diminta untuk mempersiapkan diri, seperti tidurnya yang cukup, sarapan terlebih dahulu, supaya badannya fit. Apakah bisa melenceng? Bisa saja, yang seharusnya segini kemampuannya, tetapi jadi lebih baik karena ia jadi belajar atau kemampuannya hasilnya lebih rendah,” jelasnya.

Sebab, terdapat banyak faktor yang memengaruhi. Tetapi bukan berarti salah, hanya saja tidak mencakup keseluruhan. Kesalahan ini pun akan membantu psikolognya untuk memberikan gambaran.

“Makanya tes psikologi ini bukan satu-satu hal yang didewakan. Menurut saya yang terpenting pengamatan pada klien tersebut. Jadi bisa dikatakan akurat, ya akurat, karena ada teori dasarnya, sudah terstandar, dan ada norma-normanya. Tetapi kalau dibilang ada kesalahan atau tidak, bisa jadi. Karena tes tersebut seperti kita memindai satu bagian sisi manusia,” terang Jessy.

Sementara untuk faktor yang memengaruhinya, bisa saja terjadi dari sisi kesehatan. “Secara fisik merasa lelah sehingga tidak fokus. Bisa juga karena faktor psikis, ia merasa cemas dan jadinya sewaktu mengerjakan tidak bisa fokus dan merasa grogi,” paparnya.

“Atau bisa juga karena seseorang tersebut tidak jujur dan ingin hasil bagus supaya hasilnya baik, padahal sulit untuk bohong di psikotes. Nantinya pasti akan ketahuan,” lanjutnya.

Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Ingin Melakukan Tes Psikologi?

Foto: www.freepik.com

Jessy menuturkan bahwa persiapan yang perlu dilakukan sebelum tes psikologi, akan tergantung dengan tujuannya. Sebab, “psikotes IQ masuk kerja, minat bakat, atau klinis saja sudah berbeda-beda. Tetapi secara keseluruhan, yang bisa kamu siapkan kalau ingin bertemu dengan psikolog atau melakukan psikotes, usahakan tidurnya cukup,” anjurnya.

“Karena kurang tidur juga dapat memengaruhi cara konsentrasi dan berpikir kita. Sarapan terlebih dahulu, karena biasanya psikotes minat bakat itu akan berlangsung lama. Jadi sangat penting untuk makan dulu,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa yang paling penting adalah kejujuran. “Sebab, percuma kalau berusaha untuk bohong dan menutupi sesuatu, karena nanti ketahuan dan bisa dibilang orang yang tidak jujur. Selain itu, nantinya kamu juga tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Serta tidak tahu persis hasilnya yang benar itu seperti apa,” ungkapnya.

“Misalnya kamu ke psikolog dan ingin mengetahui karier yang cocok untukmu seperti apa, tetapi kalau tidak jujur itu justru tidak membantu diri untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya,” tutur Psikolog Klinis ini.

Bagaimana dengan Melakukan Tes Psikologi Melalui Internet?

Foto: www.canva.com

Jessy menjelaskan bahwa tes psikolog itu ada tingkatannya. “Terdapat kelas atau level yang harus dilakukan oleh psikolog. Sebab memberikan tes saja, harus dilakukan oleh praktisi atau psikolog. Ada level-level tertentu yang boleh diinstruksikan oleh mahasiswa sarjana, tetapi tidak boleh memberikan interpretasi,” paparnya.

Selain itu, ada juga yang tingkatannya bisa dilakukan lewat online dengan mudah. “Seperti kuesioner-kuesioner. Kalau dibilang akurat atau tidak, saya tidak bisa jawab karena tergantung tes apa yang dilakukan. Karena ada beberapa tes yang tidak boleh diartikan dari online saja,” ujarnya.

“Contohnya tes tentang gangguan mental, apakah saya depresi, apakah saya memiliki kepribadian ganda, dan semacamnya. Jika tes dilakukan lewat daring, rasanya semuanya akan mengalami gangguan, padahal belum tentu,” tutur Psikolog ini.

Ia menambahkan bahwa “depresi dan cemas saja mirip, dalam artian orang depresi saja ada cemasnya gelisahnya. Tetapi belum tentu diagnosisnya. Nah, ini kaitanya dengan self-diagnose, nantinya sangat berbahaya,” ucapnya.

Kalau kita ikut tes yang seperti itu, tetapi tidak konseling ke psikolog, nantinya kita overthinking. “Misalnya merasa memiliki gangguan, padahal sebenarnya tidak. Atau ternyata sebenarnya gangguan parah tetapi hasilnya baik-baik saja, jadinya misdiagnose,” katanya.

Disarankan kalau ingin mencoba jangan percaya 100%. Kecuali kamu diberikan tes oleh psikolog lewat internet, dan diminta untuk mengerjakan di situ. Hal tersebut baru dapat dipercaya.

“Karena kadang-kadang beberapa psikolog akan memberikan kuesioner online, tetapi pastinya mereka mengetahui bahwa sumbernya benar. Nanti interpretasinya pun psikolog yang melakukan,” jelasnya.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mengetahui Hasil Tes Ini?

tes psikologi
Foto: www.freepik.com

Setelah mengetahui hasilnya, yang paling penting adalah saran yang diberikan oleh psikolog. Kalau misalnya ke psikolog dan melakukan tes kepribadian, jangan lupa untuk menanyakan sarannya harus bagaimana.

“Jadi, cobalah tanyakan saran dari psikolog. Kalau ambil tes online yang perlu dibaca itu bagian sarannya. Yang penting, bagaimana kita memiliki kemauan untuk berubah dan memperbaiki diri. Karena jika kamu ambil ribuan tes psikotes dan tidak mau berubah serta merasa nyaman dengan diri kamu yang itu, sulit juga,” paparnya.

Kesimpulan

tes psikologi
Foto: www.freepik.com

Jessy berpesan bahwa gunakan tes psikologi itu sebagai sarana pendukung yang membantu kamu untuk menemukan diri.

“Itu bukan satu-satunya cara untuk menemukan diri dan mengetahui minat bakat, melainkan tes ini hanya salah satu cara. Yang penting, kamu mencari informasi, melakukan praktik langsung, temukan diri, dan mencoba apakah bidang tersebut cocok atau tidak,” ujarnya.  

“Kemudian untuk pelengkapnya bisa dengan mengambil tes psikologi, dan kalau bingung bisa konsultasi dengan psikolog. Tes psikologi bukan sesuatu yang didewakan dan ditakuti, itu hanya mengungkap satu sisi dari sisi diri kita,” tambahnya.

Yang penting dengan siapa kamu melakukan tes, “diskusikan hasilnya. Karena jika dibaca sendiri juga tidak akan paham, harus konseling dengan psikolog. Selain itu juga action-nya, setelah tahu hasilnya maka harus mengetahui hal-hal apa yang harus dilakukan. Percuma ‘kan punya hasil tapi tidak ada aksi nyatanya,” sarannya.