Ingin Mengurangi dan Membakar Lemak Perut? Ini Saran Dokter Gizi Klinis

membakar lemak perut
Foto: www.freepik.com

Terjadinya penumpukan lemak di daerah perut memang terkadang bisa membuat seseorang tidak percaya diri. Oleh karenanya, beberapa orang mencari cara untuk membakar lemak perut sebagai upaya untuk menghilangkan perut buncit.

Bahkan tak jarang penumpukan lemak ini juga dapat menimbulkan penyakit tertentu, sehingga bisa berbahaya untuk kesehatan. Membakar lemak perut pun menjadi solusi terbaik yang bisa dilakukan.

Simak penjelasan dari dr. Nathalia Safitri, SpGK, seorang Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang dan Dokter Spesialis Gizi Klinis dari RS Primaya Semarang, yang akan menuturkan cara untuk membakar lemak perut yang tepat.

Apa Itu Lemak?

membakar lemak perut
Foto: www.pexels.com

Pada dasarnya, lemak atau lipid merupakan senyawa organik yang tersusun atas atom C, H, dan O yang tidak larut dalam air.

“Lemak terdapat pada hampir semua bahan pangan dengan kandungan yang berbeda-beda. Biasanya lemak hewani mengandung sterol yang disebut kolesterol, sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol dan lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh, sehingga umumnya berbentuk cair,” ujar Dokter Nathalia.

Fungsi lemak yang ada di tubuh di antaranya adalah:

  • Sebagai salah satu sumber energi bagi tubuh, di mana energi yang dihasilkan oleh lemak lebih besar dibandingkan karbohidrat dan protein. Satu gram lemak menghasilkan sembilan kalori, sedangkan satu gram glukosa menghasilkan empak kkal
  • Lemak juga berfungsi sebagai pelarut beberapa vitamin, di antaranya vitamin A, D, E, dan K
  • Sebagai stuktur membran sel
  • Sumber asam lemak esensial yaitu omega-3 dan omega-6
  • Stuktur dasar lemak merupakan prekusor hormon estrogen, progesteron, dan androgen
  • Salah satu komponen dari asam empedu
Baca Juga :  Baru Berolahraga Dan Mengalami Cedera Otot? Ini Cara Menanganinya Dengan Tepat

Bagaimana dengan Lemak yang Menumpuk di Perut?

membakar lemak perut
Foto: www.freepik.com

Dokter Nathalia menjelaskan bahwa penumpukan lemak terutama di daerah perut dikenal dengan istilah medis sebagai lemak viseral.

“Lemak viseral adalah lemak yang terletak pada rongga perut dan melekat langsung atau menyelubungi organ vital, seperti hati, perut, usus, dan tidak jarang ditemukan pada arteri yang dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah,” katanya.

Apakah Penumpukan Lemak Ini Berbahaya?

Foto: www.freepik.com

“Kondisi penumpukan lemak viseral ini dapat dinilai secara sederhana melalui pengukuran lingkar perut. Di mana lingkar perut laki-laki idealnya <90 cm dan lingkar perut wanita <80 cm,” ungkap Dokter Spesialis Gizi Klinik ini.

Untuk pengukuran yang lebih detail, bisa dilakukan dengan menggunakan perhitungan rasio lingkar perut-pinggul, di mana rasio lingkar perut-pinggul idealnya 0.9 pada laki-laki dan 0.8 pada wanita.

“Berdasarkan kemajuan teknologi, pemeriksaan komposisi tubuh menggunakan alat body impendance analyzer (BIA) dianjurkan karena memiliki validitas lebih dinggi, dibandingkan dengan pengukuran menggunakan lingkar perut atau rasio lingkar perut-pinggul,” ungkapnya.

Dokter Nathalia juga menambahkan bahwa “penumpukan lemak viseral ini akan berbahaya bagi kesehatan dan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiometabolik,” lanjutnya.

Berikut beberapa risiko penyakit kardiometabolik yang bisa dialami ketika terjadinya penumpukan lemak di perut:

  • Penyakit obesitas
  • Diabetes mellitus tipe II (kencing manis)
  • Penyakit jantung coroner
  • Stroke
  • Hipertensi
  • Perlemakkan hati (fatty liver)

Bagaimana Cara Membakar Lemak Perut?

membakar lemak perut
Foto: www.unsplash.com

Karena berbahaya dan bisa menimbulkan risiko penyakit lain, beberapa orang pun mencari cara untuk membakar lemak perut.

Menurut Dokter Nathalia, penumpukan lemak viseral ini bisa dikurangi secara bertahap dengan melakukan perubahan pola makan dan pola aktivitas yang lebih sehat.

“Pola makan yang dianjurkan sangatlah bervasiasi, dan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien. Serta penting untuk mengetahui kebutuhan energi harian dari pasien tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tanya Ahli: Berapa Kalori Satu Porsi Mie Ayam?

Ia kembali menuturkan bahwa asupan makanan yang berlebihan, baik dari karbohidrat, nantinya akan disimpan oleh tubuh di dalam jaringan lemak yang menyebabkan terjadinya penumpukan lemak viseral.

Bagaimana Memilih Makanan yang Tepat Saat Ingin Membakar Lemak Perut?

membakar lemak perut
Foto: www.canva.com

Secara umum, jumlah makanan, jenis makanan, dan teknik dari pengolahan akan sangat memengaruhi penumpukan lemak visceral.

“Jumlah makanan dalam makan utama seperti nasi, roti, mi, kentang, jagung, atau bihun yang merupakan satu golongan, disarankan sekitar 100-150 gram per sekali makan,” tuturnya.

Selain itu, disarankan untuk menghindari olahan makanan yang terbuat dari tepung, seperti kerupuk, mendoan, bakwan, roti, pastry, kue, dan donat, juga sangat berperan dalam mengurangi lemak visceral.

“Pemilihan makanan dengan olahan tumis, kukus, pepes, atau pan-fried, lebih dianjurkan dibandingkan dengan olahan deep-fried,” katanya.

Konsumsi buah dalam sehari dan pemilihan jenis buah yang dikonsumsi juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian.

“Buah yang disarankan di antaranya adalah apel, pir, atau buah naga sebanyak 150 gram yang disajikan dalam bentuk buah potong, dan tambahan susu segar sebanyak 200 ml dapat digunakan untuk pengganti sarapan,” sarannya.

“Hindari buah seperti anggur, duku, kelengkeng, rambutan, dan durian, karena mengandung fraktosa yang tinggi. Serta dianjurkan untuk mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari yang dapat memengaruhi dalam pengaturan pola makan yang sehat,” lanjutnya.

Apa Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Membakar Lemak Perut?

Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Nathalia, pola aktivitas juga memiliki peran penting dalam membakar lemak perut.

“Aktivitas rutin yang bisa dilakukan adalah seperti jalan kaki minimal 30 menit di pagi dan sore hari. Kemudian ditambah dengan olahraga rutin sebanyak dua hingga tiga kali seminggu, minimal 30 menit sesuai kegemaran,” paparnya.

Baca Juga :  Selain Aromanya Yang Harum, Ini 8 Manfaat Teh Bunga Melati Untuk Kesehatan

Mulai dari renang, yoga, sepeda, pilates, dan aerobik, juga dapat membantu membakar lemak perut.

Selain itu tindakan intervensi bedah seperti sedot lemak (liposuction), merupakan tindakan medis yang bisa dilakukan apabila perubahan pola makan dan pola aktivitas sulit untuk diterapkan. Ini memiliki risiko operasi yang sesuai dengan kondisi medis pasien.

Bisakah Mencegah Terjadinya Penumpukan Lemak di Perut?

Foto: www.freepik.com

Sebagai upaya pencegahan terjadinya penumpukan lemak di perut, hal ini harus dilakukan dengan pengaturan pola makan dan pola aktivitas yang aktif.

Diingatkan kembali bahwa, “jumlah makanan, jenis makanan, teknik dari pengolahan, serta pola aktivitas akan sangat memengaruhi penumpukan lemak viseral,” katanya.

Dengan menjaga pola makan dan menjalankan pola aktivitas yang aktif, nantinya penumpukan lemak di perut pun bisa berkurang secara perlahan.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Penumpukan lemak visceral yang berlebihan memiliki sederet dampak negatif terhadap kesehatan.

“Sehingga pengaturan pola makan yang benar dan pola aktivitas yang aktif harus mulai dilakukan sejak dini. Mengingat tubuh yang sehat adalah investasi kesehatan terbaik bagi individu, baik di usia anak-anak, dewasa muda, produktif, maupun usia lanjut,” ungkap Dokter Nathalia.

“Konsultasi dan diskusikanlah pola makan dengan dokter spesialis gizi klinis. Karena pada dasarnya, kebutuhan harian, tingkat aktivitas fisik, dan pola makan kesukaan individu akan sangat bervariasi,” sarannya.