Bagaimana Cara Melupakan Mantan tanpa Penyesalan dan Perasaan Bersalah

cara melupakan mantan
Foto: www.freepik.com

Bahkan lagu-lagu mellow pun mengakui bahwa tidak mudah melupakan mantan. Adakah cara melupakan mantan yang efektif dan ampuh? Mari membaca penjelasan dari Dyah Larasati, M. Psi., seorang psikolog klinis dewasa tentang cara melupakan mantan.

Mengapa Terkadang Sulit Melupakan Mantan?

Foto: www.freepik.com

"Yang perlu ditanyakan sebenarnya adalah, kenapa kita harus melupakan mantan. Masa lalu adalah bagian dari diri kita. Mereka cerita kita. Apa yang terjadi pada diri kita di masa sekarang, perkembangan diri dan perspektif baru yang kita peroleh, adalah hasil belajar dari serangkaian peristiwa yang telah kita lewati, baik itu peristiwa yang menyenangkan atau yang buruk sekalipun," tegas Dyah.

Menurutnya, melupakan bukanlah sebuah strategi yang tepat untuk kita bisa maju ke masa depan, namun menerimanya sebagai bagian dari cerita kita, memaknai apa yang telah kita lewati dan berdamai serta berani merelakan apa pun yang terjadi di masa lalu itulah yang menjadi sumber kekuatan kita (iya, kamu dan saya) untuk maju. 

"Kesulitan kita untuk berdamai dan menerima cerita masa lalu adalah karena kita sudah ‘berinvestasi’ besar di situ. Dari waktu, emosi, energi, dan lain-lain. Ketika kita berhubungan dengan orang lain, kita membagi sebagian diri kita dengannya. Sehingga ketika kita berpisah, seolah-olah ada yang hilang dari diri kita," ujarnya. 

Menurutnya, berdamai dan dapat merelakan apa yang telah terjadi di masa lalu, adalah sebuah proses, tidak dapat terjadi hanya dalam waktu semalam. Selain itu, setiap individu juga memiliki kapasitas yang berbeda-beda, ada yang mudah untuk bisa berdamai dengan cepat, ada yang butuh waktu lebih banyak.

Dengan kata lain, dalam rangka untuk merelakan dan berdamai, kita juga perlu berbaik hati pada diri kita sendiri. "Semakin kita keras ‘menolak’ rasa dan emosi itu, bukan berarti itu hilang, namun justru menumpuk, dan semakin sulit juga untuk kita bisa maju, karena kita pada dasarnya belum menerima," imbuhnya.

Bagaimana Jika Tetap Tidak Bisa Melupakan Padahal Sudah Punya Pasangan Baru?

cara melupakan mantan
Foto: www.freepik.com

In case kamu perlu mendengar hal ini: wajar jika kita terkadang mengingat kenangan-kenangan yang sudah lalu. "Bagaimana pun juga itu sudah masuk ke sistem memori kita, sekali lagi, itu sudah jadi bagian dari cerita hidup dan diri kita," ujar Dyah.

Baca Juga :  Tanya Psikolog: Apa Itu Cinta?

Dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kita sudah ‘berinvestasi’ banyak pada hubungan kita sebelumnya itu. "Jika kangen, kangenlah. Jika masih sedih, menangislah, tapi ingat untuk membawa kembali diri kita pada masa saat ini. Bahwa kita tidak lagi bersamanya, kita sudah maju dan memiliki hidup yang baru dan mungkin berkembang lebih baik," Dyah mengingatkan.

Terlebih "kangen mantan" ini adalah grey area. Dalam artian, "kadang, mungkin yang kita rindukan bukan lagi orangnya, tapi karena memorinya, pengalamannya. Sekali lagi karena kita sudah membagi banyak hal di relasi itu," tekannya.

Berbeda dengan mi atau susu instan kesukaannmu, berdamai dan merelakan masa lalu bukanlah proses mudah, melainkan membutuhkan waktu.

Bagaimana Berdamai dengan Masa Lalu Saat Punya Pasangan?

Foto: www.pexels.com

"Jika kita masih ‘ditarik’ kembali ke relasi di masa lalu, tanyakan kembali, apakah mungkin sebenarnya kita belum menyediakan ‘ruang’ untuk relasi yang baru," terangnya.

Oleh karena itu, Dyah menyarankan untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk dapat berdamai dan merelakan masa lalu:

1. Bicarakanlah 

Di kultur di mana emosi dan perasaan mendapat reputasi yang buruk dan tidak menyenangkan, kadang kita ‘dipaksa’ untuk tidak memproses emosi yang kita miliki. Melupakan seolah menjadi strategi, namun ingat kembali, mencoba melupakan bukan berarti rasanya hilang, 'kan?

"Justru dengan tidak memprosesnya muatan-muatan emosi itu bisa keluar dalam bentuk yang maladaptif di kemudian hari. Itu juga kenapa kita terkadang seolah kembali ‘ditarik’ pada relasi di masa lalu, meskipun kita sudah jauh melangkah," paparnya.

Oleh karenanya, bicarakan dengan orang yang kita percayai, atau mungkin pada profesional. Ini akan membantu melepaskan sedikit demi sedikit emosi dan perasaan yang membebani kita. 

2. Arahkan fokusnya pada diri sendiri

Menurut Dyah, saat sebuah relasi berakhir, kita kadang fokus pada apa yang salah dan benar, siapa yang menang dan kalah, atau bagaimana kita bisa atau tidak bisa tanpa dirinya. Namun kita kadang melupakan, bahwa kesendirian kita sebenarnya adalah sebuah ruang bagi diri kita sendiri.

"Jadikan waktu dan ruang ini sebagai ‘teman’ kita. Sebuah kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Terapkan betul konsep menyayangi diri sendiri di sini. Ingatlah, untuk kita bisa mencintai orang lain dengan sehat, kita perlu tahu dahulu konsep cinta yang sehat bagi diri kita sendiri. Eksplorasi hal-hal yang belum pernah dilakukan. Sibukkan diri dengan fokus pada rutinitas baru," anjurnya.

Baca Juga :  Ternyata, Pasangan yang Bertemu Online Juga Serius dan Sepuas Mereka yang Bertemu Nondigital

Tidak punya waktu ke salon saat masih pacaran? Ini waktunya memanjakan dan mempercantik diri. Selalu harus mengikuti kemauan pacar saat pacaran dulu tentang harus liburan ke mana? Ini saatnya memilih destinasi dan aktivitas yang membuatmu bahagia dan puas.

"Percantik dan sehatkan diri, pikiran dan mental kita dahulu, sebelum akhirnya kita siap untuk menjalin relasi baru. Mulai peka pada kesenangan dan kebutuhan pribadi. Perluas jaringan sosial dengan mengikuti kegiatan baru, hal ini membantu kita juga untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas akan dunia yang sebelumnya belum kita lihat. 

3. Memaafkan

Berbaik hatilah pada diri kita sendiri. Kita kadang melihat bahwa konsep tentang memaafkan hanya berlaku untuk pihak lain, namun kita melupakan satu hal yang paling esensial, yaitu memaafkan diri kita sendiri.

"Relasi yang telah lewat kadang meninggalkan rasa bersalah, kritik diri, marah pada diri sendiri, dan sebagainya. Ingat kembali bahwa kita itu manusia. Fokuslah untuk memaafkan diri sendiri dahulu. Apa yang telah lewat tidak bisa kita ulang kembali. 

4. Identifikasi self-limiting belief

Dyah mengatakan bahwa memang kadang sulit bagi kita untuk melangkah maju karena kita sudah meyakini ketidakmampuan kita untuk itu. Kadang ‘suara’ kritikan itu memang terdengar sangat keras, ‘saya tidak mungkin bisa’ atau ‘saya tidak akan bertemu dengan orang yang lebih baik’.

"Pekalah pada keyakinan-keyakinan yang muncul tersebut. Lalu tantang dengan melihat kenyataan yang ada di hadapan kita saat ini. ‘Saya masih hidup, 'Ini kesempatan saya untuk bersinar’, 'Saya akan dapat mencintai lagi, dan dicintai dengan lebih baik’. Dan ingat, untuk tetap berbaik hati pada diri sendiri," tekannya.

Bagaimana Jika Tetap Tidak Bisa Melupakan Bahkan Setelah Melakukan Berbagai Cara?

cara melupakan mantan
Foto: www.xframe.io

Sudah melakukan berbagai cara melupakan mantan, tapi entah kenapa masih saja terbayang-bayang, bahkan membuatmu sulit tidur, makan, dan susah bikin video TikTok. Apakah menghubunginya adalah ide yang tepat?

"Menghubungi atau tidak, kembali atau tidak, tergantung pada kesiapan kita menerima konsekuensinya," jawab Dyah.

"Sebuah perpisahan terjadi pasti karena adanya pertimbangan khusus dari kedua belah pihak untuk mengakhiri relasi tersebut. Ketika kita berpikir untuk kembali padanya, coba cerna kembali seberapa jauh kita rela dan mau untuk mengusahakan dan mengkompromikan hal tersebut," terangnya.

Sekali lagi: kedua belah pihak. Ini berarti, bahkan jika kamu kangen, belum tentu si mantan kangen. Apabila kamu ingin balikan, masih jadi dia sudah move on.

"Ingat kembali, bahwa kita tidak bisa mengontrol pikiran dan perasaan orang lain, sehingga pahami bahwa kita tidak bisa selalu berharap pasangan kita tersebut akan melakukan hal yang sesuai harapan kita," Dyah menekankan.

Baca Juga :  Apakah Mendengarkan Musik Klasik akan Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak?

Dan seandainya pun dia ingin kembali—keinginan saja tidak cukup.

"Jika kedua belah pihak menyetujui untuk mengkompromikannya, diskusikan strategi-strategi konkrit yang bisa dilakukan bersama. Sekali lagi, jika kedua belah pihak menyetujui untuk menjalin relasi lagi, berarti keduanya perlu bekerja sama, bukan hanya satu orang," paparnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Melupakan mantan kemungkinan akan lebih sulit dari mengucapkan "supercalifragilisticexpialidocious" atau anak Elon Musk, X Æ A-12 (katanya dieja 'X Ash A Twelve'). Dan seperti yang disebutkan Dyah di atas, lebih baik menerimanya sebagai sebuah pengalaman dan perjalanan hidup yang membuat sekeren seperti sekarang ini.

Namun, seandainya kamu ingin mengecek apakah cara melupakan mantan a.k.a menerima masa lalu sudah sukses, ada triknya.

"Sebenarnya tanda bahwa kita sudah bisa berdamai dan merelakan masa lalu sesederhana semua itu sudah tidak lagi menjadi fokus kita. Keberadaannya tidak akan memengaruhi keputusan-keputusan kita, dan kita sudah benar-benar bahagia dan aman dengan diri kita yang baru. Melihat mantan tidak lagi menjadi hal yang besar, tapi bahkan kita sudah mampu untuk ‘tersenyum’ dengan itu semua," bebernya.

Pastinya, berpisah dengan orang yang kita sayangi memang terasa begitu menyakitkan. Begitu menyakitkannya sampai kita percaya bahwa kita tidak mampu untuk menjalani hidup tanpanya. Kadang luka yang dimunculkan dari relasi itupun juga begitu dalam dan besar. Sampai kita percaya itu tidak akan sembuh dan terobati. 

"Namun jangan sepelekan fakta bahwa kita masih hidup saat ini. Bahkan untuk menceritakannya. Hal ini merupakan sebuah hal besar untuk disyukuri, dan menunjukkan bahwa kita manusia kuat yang mampu menghadapinya," ujarnya.

Menjalani dan memprosesnya memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. "Kita hanya perlu untuk mencoba ‘bangun’ dan berjalan lagi setiap harinya. Jika butuh bantuan, carilah, bicarakan dengan orang-orang yang dapat membuat kita nyaman, bicarakan pada profesional jika memang dibutuhkan," anjurnya.

"Apa yang terjadi di masa lalu, yang menyakitkan, yang membuat luka, kadang memang sulit untuk diterima. Namun jadikan itu ceritamu, pengalamanmu, jangan sampai kita didefinisikan hanya dari kegagalan dari masa lalu tersebut, dan korban dari situasi tersebut. Ingat bahwa sebuah sinar hanya akan terlihat dalam keadaan gelap. Tumbuhlah dari ceritamu, dan bersinarlah," pungkasnya.