Pandemi Bikin Jam Tidur Kacau–Bagaimana agar Bisa Cepat Tidur?

cara agar cepat tidur
Foto: www.stocksy.com

Jika kamu kesulitan terlelap selama enam bulan belakangan, kamu tidak sendirian. Tidur menjadi salah satu korban krisis COVID-19. Jadi, jika ada bocoran tentang cara agar cepat tidur, pasti akan sangat, sangat membantu. Untuk membantumu keluar dari situasi super problematik ini, LIMONE meminta pertolongan dr. Maria Irene Hendrata, Sp.KJ, seorang psikiater dari Smart Mind Center Consulting. Berikut penjelasannya tentang kaitan susah lelap saat pandemik dan bagaimana agar cepat memejamkan mata dan berada di alam mimpi.

Mengapa Kita Butuh Tidur?

Cara agar cepat tidur
Foto: www.unsplash.com

Kesulitan memejamkan akhir-akhir ini membuat kamu mungkin lupa rasa—dan mengapa kita butuh memejamkan mata dan mengeluarkan banyak zzz… zzz… di malam hari. Well, kamu tidak sendirian.

“Manusia butuh tidur untuk dapat meregenerasi sel-sel tubuh dan sintesis hormon. Artinya, pada saat kita tidur terjadi pemulihan dan pembentukan sel-sel/jaringan tubuh yang baru, serta terbentuk hormon-hormon yang diperlukan tubuh kita. Dengan tidur yang cukup maka imunitas tubuh kita juga lebih baik,” Dokter Irene mengingatkan.

Dan tidak semua tidur sama. Tidur dikatakan berkualitas jika kamu dapat memejamkan mata secara nyenyak dengan waktu yang cukup dan bangun dengan perasaan segar, terangnya.

Apa yang Membuat Orang Susah Terlelap?

Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu mengajukan pertanyaan, ‘kenapa susah memejamkan mata, arghhh’, sambil menjambak rambut dengan frustrasi.

“Sulit tidur bisa disebabkan karena berbagai macam hal, seperti adanya masalah psikologis atau gangguan jiwa tertentu, faktor usia, efek kafein berlebihan, adanya kondisi medis tertentu, atau baru pulang bepergian dari negara yang memiliki zona waktu berbeda (jetlag),” terangnya.

Menurutnya, gangguan jiwa tertentu memiliki gejala susah terlelap, seperti pada depresi, kecemasan, skizofrenia, bipolar, dan beberapa gangguan jiwa lainnya. “Orang yang memasuki usia 60 tahun cenderung berubah pola dan waktu tidurnya. Kondisi medis tertentu seperti gangguan asam lambung, nyeri kronis, kanker, dan radang sendi dapat menyebabkan sulit tidur,” paparnya.

Meski begitu, kesulitan terlelap yang kamu alami belum tentu insomnia. Dokter Irene menjelaskan bahwa sulit memejamkan mata di malam hari tidak selalu insomina.

“Jika kita sedang mengalami masalah berat, maka biasanya kita mengalami sulit tidur namun kondisi ini akan membaik saat masalah tersebut sudah selesai,” bebernya.

Sementara insomnia terjadi jika ada kesulitan untuk masuk waktu tidur atau mempertahankan tidur, atau kualitas terlelap yang buruk dan terjadi minimal tiga kali dalam seminggu selama minimal satu bulan.

“Juga disertai adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli yang berlebihan dan berdampak pada malam hari dan sepanjang siang hari. Hal ini juga menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan memengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan kamu sehari-hari,” tekannya.

Apakah Kaitan Antara Pandemik dan Susah Lelap?

Cara agar cepat tidur
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Irene, social distancing, bekerja dari rumah dan pembatasan sosial selama pandemi menjadi pemicu kita kesulitan terlelap.

“Dalam masa pandemi kita dianjurkan untuk beraktivitas di rumah, termasuk bekerja di rumah. Hal ini kadang membuat kita tidak bisa menerapkan batasan waktu yang tegas untuk bekerja. Yang tadinya ada jam kerja yang tetap, saat pandemi menjadi lebih longgar. Contohnya merasa bisa bangun lebih siang karena esoknya tidak perlu menghabiskan waktu di jalan menuju kantor (karena work from home), sehingga tidur lebih malam,” terangnya.

Bekerja dari rumah. Laptop kantor berada di rumah. Tidak ada jam kantor. Alhasil, tidak ada batasan waktu dalam bekerja. Dan hal ini terus berulang, well… paling tidak dalam lima-enam bulan belakangan.

“Pola ini terus berulang sehingga menimbulkan kebiasaan baru untuk tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Tanpa sadar, hal ini juga berpengaruh ke anggota keluarga lain seperti anak-anak. Melihat orangtuanya yang belum tidur dan masih beraktivitas di malam hari, membuat si anak juga ikut terjaga, akibatnya jam tidur anak juga ikut mundur,” tambahnya.

Akibatnya, tidak hanya orangtua, anak pun ikut bangun siang dan tak jarang yang melewati waktu terlelap di siang hari.

Itu semua, plus: “Keberadaan orangtua di rumah juga membuat anak menjadi sulit untuk tidur siang. Kondisi rumah yang tadinya sepi saat siang hari, kini menjadi ramai dan membuat anak memiliki banyak distraksi sehingga sulit tidur siang.”

Apa yang Bisa Dilakukan agar Cepat Tidur?

Foto: www.freepik.com

Siapa di sini yang butuh saran agar bisa terlelap lebih cepat dan sepulas Sleeping Beauty Garfield? LIMONE bisa melihat banyak tangan yang teracung. Untuk mendapatkan sleeping time yang berkualitas dan cepat terlelap, Dokter Irene menyarankan beberapa hal berikut:

  • Buat jadwal kegiatan yang rutin setiap hari.
  • Tetapkan waktu bangun dan sleeping time yang sama setiap harinya agar tubuh terbiasa memiliki kebiasaan yang rutin.
  • Tetap bangun pagi.
  • Coba rutin berolahraga
  • Mandi pagi dan bersiap dengan pakaian rapi serta riasan tipis saat kamu bekerja dari rumah.
  • Batasi sleeping time di siang hari, jika terbiasa terlelap di siang,
  • Hindari kafein di sore dan malam hari.
  • Batasi penggunaan gawai dan perangkat elektronik yang memberikan paparan cahaya. Dan matikan ponsel kamu saat menjelang sleeping time.
  • Ciptakan suasana istirahat yang nyaman dengan pencahayaan dan suhu ruangan yang nyaman.

Dan jika hal di atas sudah kamu lakukan, tapi tetap sulit memejamkan mata dengan cepat, maka berkonsultasi dengan ahli adalah langkah yang patut dipertimbangkan.

“Jika kondisi sulit tidur ini sudah berlangsung selama minimal satu bulan, ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat, dan memengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan kamu sehari-hari, sebaiknya berkonsultasilah dengan profesional kesehatan,” sarannya.

Selanjutnya: Ini buku dongeng sebelum tidur untuk anak.