Rasanya Memang Pedas, Tapi Cabe Rawit Memiliki 8 Manfaat Untuk Tubuh

cabe rawit
Foto: www.freepik.com

Pecinta makanan pedas, pastinya tidak akan merasa puas ketika harus makan dengan rasa yang hambar. Salah satu jenis makanan yang sering ditambahkan agar rasanya membara di mulut adalah cabe rawit.

Tahukah kamu bahwa meski akan memberikan sensasi pedas dan panas, namun ternyata cabai berukuran kecil ini juga memiliki berbagai manfaat bagi tubuh? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa Itu Cabe Rawit?

cabe rawit
Foto: www.unsplash.com

Cabe rawit atau yang biasa disebut dengan siling labuyo (Capsicum frutescens) merupakan salah satu jenis cabai yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Meski memang berukuran kecil, namun tanaman ini mempunyai rasa dan bau yang menyengat.

Berkat hal tersebut, cabe rawit pun sering ditambahkan ke dalam hidangan. Namun tak berhenti sampai di situ, jenis cabai yang satu ini juga diduga memiliki berbagai macam manfaat.

Nutrisi Cabe Rawit

Foto: www.freepik.com

Dalam satu sendok makan atau setara dengan lima gram cabai rawit mengandung:

  • Kalori: 17
  • Lemak: 1 gram
  • Karbohidrat: 3 gram
  • Serat: 1,4 gram
  • Protein: 0,6 gram
  • Vitamin A: 44% AKG
  • Vitamin E: 8% AKG
  • Kalium: 3% AKG
  • Mangan: 5% AKG
  • Riboflavin: 3% AKG
  • Vitamin C: 7% AKG

Ternyata, bahan aktif yang ada di dalam cabe rawit yakni capsaicin merupakan salah satu senyawa yang memberikan rasa panas dan pedas. Sehingga, seberapa pedas cabe rawit tersebut, akan tergantung pada kandungan zat ini.

Manfaat Cabe Rawit

Foto: www.canva.com

Berikut delapan manfaat mengonsumsi cabe berukuran kecil namun pedas ini.

Meningkatkan metabolisme tubuh

Selain membuatnya memiliki rasa pedas, ternyata capsaicin yang ada dalam cabe rawit juga dapat meningkatkan metabolisme. Sebab, zat ini dapat menambah jumlah panas yang dihasilkan tubuh dan membuatnya bisa membakar lebih banyak kalori setiap harinya.

Dalam sebuah penelitian, individu yang sarapan dengan kandungan capsaicin dan minyak trigliserida di dalamnya ternyata bisa membakar kalori sebanyak 51%. Akan tetapi efek secara keseluruhannya sangatlah kecil.

Sebab dalam studi lain membuktikan bahwa orang yang makan satu gram cabai merah hanya membakar 10 kalori lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak makan cabai.

Membantu mengurangi rasa lapar

Menariknya, ternyata cabe rawit juga bisa mengurangi rasa lapar, membuatmu makan lebih sedikit, dan merasa kenyang lebih lama. Beberapa penelitian membuktikan bahwa senyawa capsaicin yang ada di dalam tanaman kecil yang pedas ini ternyata mampu mengurangi rasa lapar.

Mungkin sebagian orang masih meragukannya, namun satu penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut bekerja dengan mengurangi produksi hormon kelaparan atau ghrelin.

Studi lain mengungkapkan bahwa seseorang yang mengonsumsi capsaicin akan makan lebih sedikit dibanding dengan mereka yang mengonsumsinya. Dalam penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka akan merasa kenyang lebih lama, dan mengonsumsi makanan yang rendah kalori.

Mencegah darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu risiko kesehatan yang paling sering dialami. Faktanya, lebih dari 40% orang dewasa yang berusia 25 tahun mengalami penyakit yang satu ini. Akan tetapi, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kandungan capsaicin yang ada di dalam cabe rawit dapat mengurangi tekanan darah tinggi.

Meski begitu, tetap diperlukan adanya penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dari manfaat yang satu ini.

Menjaga kesehatan pencernaan

Meski memiliki rasa yang pedas, namun cabe rawit juga dapat memberikan banyak manfaat bagi perut. Di antaranya adalah mampu meningkatkan pertahanan perut terhadap infeksi, meningkatkan produksi cairan pencernaan, serta membantu mengirimkan enzim ke dalam perut yang dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih baik.

Namun, beberapa orang percaya bahwa makanan pedas dapat menyebabkan sakit maag. Namun dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dalam cabe rawit ternyata bisa membantu mengurangi risiko sakit maag.

Menghilangkan rasa sakit

Ternyata, capsaicin memang memiliki peran penting bagi tubuh. Salah satunya adalah memiliki sifat penghilang rasa sakit yang kuat ketika dioleskan ke kulit dalam bentuk krim.

Hal ini disebabkan karena senyawa ini mampu mengurangi jumlah zat P.neuropeptida yang diproduksi oleh tubuh. Nantinya zat tersebut akan berjalan ke otak untuk memberi sinyal rasa sakit.

Ketika P. neuropeptide yang diproduksi lebih sedikit, maka otak tidak akan menangkap sinyal tersebut, sehingga perasaan sakit pun akan berkurang.

Terkadang, capsaicin yang terkandung di dalam krim kulit sering digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi, yakni:

  • Nyeri sendi dan otot
  • Sakit punggung bawah
  • Sakit setelah operasi
  • Nyeri akibat kondisi saraf

Meski dapat mengatasi rasa sakit, namun penting untuk diingat bahwa krim yang mengandung capsaicin tidak dianjurkan untuk dioleskan pada luka terbuka atau kulit yang rusak.

Memperbaiki gejala psoriasis

Psoriasis merupakan salah satu contoh penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya bercak merah, gatal, dan kulit yang bersisik. Meski tidak ada obat yang bisa menyembuhkan psoriasis, namun krim yang mengandung capsaicin ternyata dapat membantu meredakan gatal dan memperbaiki penampilan kulit yang terkena penyakit ini.

Menurut sebuah studi, krim capsaicin yang dioleskan pada pasien psoriasis dapat mengurangi gejala kemerahan secara signifikan. Diyakini bahwa krim tersebut dapat mengurangi jumlah zat P. neuropeptida yang diproduksi oleh tubuh.

Mengurangi risiko kanker

Pertumbuhan sel yang tidak terkendali atau kanker ternyata menjadi salah satu penyakit yang bisa membahayakan kondisi tubuh. Namun untungnya, kandungan capsaicin yang ada di dalam cabe rawit dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Kemungkinan hal ini dilakukan dengan menyerang sel-sel tersebut dari berbagai jalur yang berbeda, sehingga menghambat proses pertumbuhan sel kanker. Meski sangat bermanfaat, namun diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk membuktikan khasiatnya.

Mudah dikonsumsi

Tak hanya memiliki segudang manfaat, cabe rawit juga sangat mudah dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari dimakan secara utuh, diolah menjadi bumbu, atau suplemen. Kamu bisa menambahkan sejumput tanaman pedas ini ke dalam menu favorit, mulai dari telur, kentang, atau lainnya.

Selain itu, kamu juga dapat mengiris cabai rawit utuh dan menambahkannya ke dalam salad. Akan tetapi, jika ini pertama kalinya kamu mengonsumsi siling labuyo, maka sebaiknya mencobanya dalam jumlah yang sedikit, untuk melihat apakah kamu bisa mentolerir rasa pedasnya atau tidak.

Efek Samping dari Makan Cabe Rawit Berlebihan

Foto: www.freepik.com

Umumnya, cabe rawit sangat aman untuk dimakan. Namun mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak dalam sekali makan akan menimbulkan efek samping, seperti sakit perut dan mual.

Jika kamu sedang menggunakan obat pengencer darah, ini juga bisa meningkatkan risiko perdarahan. Tak hanya itu, jika kamu mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba mengoleskan krim yang mengandung capsaicin. Sebab nantinya bisa menimbulkan masalah kesehatan lain.

Perlu diingat bahwa ketika mengoleskan krim capsaicin pada permukaan kulit, jangan pernah mengoleskannya pada kulit yang terbuka, pecah-pecah, dan luka.

Kesimpulan

cabe rawit
Foto: www.canva.com

Sejatinya, cabe rawit memang memiliki banyak manfaat kesehatan yang disebabkan oleh kandungan capsaicin di dalamnya. Mulai dari mengurangi nafsu makan hingga menurunkan tekanan darah, khasiat ini bisa kamu dapatkan ketika mengonsumsinya.

Tak hanya itu, tanaman yang memiliki rasa pedas ini juga sangat mudah untuk dikonsumsi. Namun jangan memakannya secara berlebihan karena bisa memicu munculnya efek samping seperti sakit perut dan mual.