Body Goals vs. Body Image: Mana yang Harus Diajarkan kepada Anak?

body goals
Foto: www.stocksy.com

Body goals adalah sebuah kata super duper trendi atau istilah kekiniannya buzzword beberapa tahun belakang ini. Dan menilik dan memahami tentang pentingnya body goals yang positif, kamu ingin mengajarkan konsep ini kepada si kecil.

Oh, ada sesuatu yang super penting yang sebaiknya kita semua tahu tentang body goals.

“Sebelum membahas tentang body goals, ijinkan saya menjelaskan sekilas mengenai body goals. Definisi body goals, sebenarnya adalah memiliki tubuh ideal dan bagus setelah melewati beberapa proses seperti olahraga, diet dan makan makanan sehat. Dari definisi tersebut, menurut saya pribadi, bukanlah istilah yang tepat untuk diajarkan pada anak,” jelas Anita Carolina Hendarko, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Menurut seorang sikolog klinis anak dan remaja di Klinik Pela 9 Jakarta & Bintaro, Nest Psikologi BSD, Klee Indonesia, Alodokter, School of Parenting, dan Kejora Indonesia, ada istilah yang lebih tepa dibandingkan menggunakan body goals.

Apakah itu?

“Alih-alih mengajarkan anak untuk memiliki tubuh yang baik, akan lebih baik bagi orang tua mengajarkan mengenai body image yang positif,” anjurnya.

Apakah body image, dan apa perbedaannya dengan body goals? Berikut penjelasan lengkapnya. Ohya, alih-alih menggunakan body goals, selanjutnya di dalam artikel ini kita akan menyebutkan dan membahas lebih lanjut tentang body image.

Apa Pengertian Body Image dan Perbedaannya dengan Body Goals?

body goals
Foto: www.freepik.com

Anita menjelaskan bahwa body image adalah konsep yang dimiliki seseorang mengenai penampilan fisiknya, bagaimana seseorang memandang konsep dirinya. “Dan konsep ini yang menurut pakar, lebih penting diajarkan oleh orang tua pada anak sejak kecil. Yakni, bagaimana memiliki body image yang positif, dibandingkan mengajarkan anak memiliki body goals yang positif,” terangnya.

Seperti yang disebutkan di atas body goals adalah hasrat memiliki tubuh ideal dan bagus setelah melewati beberapa proses seperti olahraga, diet dan makan makanan sehat. Sementara body image adalah sebuah konsep yang lebih dalam, tidak hanya sekadar tentang berat badan dan diet. Body image atau citra diri adalah konsep dan persepsi individu akan penampilan tubuhnya, bagaimana dia memandang dan menilai dirinya.

“Individu yang memiliki body image positif berarti bisa menghargai dirinya secara utuh, baik kekurangan maupun kelebihan yang dimilikinya. Sementara, individu yang memiliki body image negatif biasanya sulit untuk bisa mencintai dirinya. Body image negatif inilah yang seringkali membawa dampak psikologis, baik pada anak dan remaja,” tekannya.

Penjelasan ini mungkin membuatmu teringat film-film remaja seperti Little Miss Sunshine (2006), Hairspray (2007), atau film dokumenter terbaru dari Netflix, Social Dilemma (2020)

Mengapa Perlu Mengajarkan Body Image bukan Body Goals kepada Anak?

body goals
Foto: www.pexels.com

“Yap, perlu dan penting mengajarkan anak sejak kecil untuk bisa memiliki body image yang positif agar bisa menghargai dan mencintai dirinya dengan baik. Body image yang positif penting diajarkan pada anak sejak dini agar ia bisa tumbuh menjadi anak yang bisa mencintai, menghargai dirinya dengan baik,” tekannya.

Anak yang tidak mencintai dan menghargai dirinya dengan baik, akan mudah merasa stres, tertekan, dan akhirnya berdampak negatif bagi tubuh maupun kesehatan psikologisnya. “Bahkan, tak jarang, banyak anak yang sejak kecil merasa tidak nyaman dengan tubuhnya dan di masa remaja akhirnya justru mengikuti pola hidup yang tidak sehat,” ujarnya.

Menurutnya, saat orang tua suportif dan mampu memberikan pemahaman mengenai body image yang positif, anak akan tumbuh lebih percaya diri, mencintai diri sendiri, dan bisa mengembangkan talentanya dengan baik.

“Sebaliknya, saat anak tidak mendapatkan pendampingan yang tepat dari orang tua mengenai body image yang positif, dia akan menjadi ragu-ragu, rendah diri, berisiko gangguan psikis (mental health concern), hingga gangguan makan, seperti diet yang tidak sehat, bulimia, anorexia, dan lain sebagainya,” terangnya.

Body Image Seperti Apa yang Ditanamkan kepada Anak?

Foto: www.freepik.com

Oleh karena body image adalah sebuah konsep yang abstrak, ada baiknya orang tua menjabarkan secara jelas konsep diri seperti apa yang sebaiknya dimiliki seorang anak.

“Orang tua perlu memanamkan konsep body image yang positif pada anak. Yaitu, kita bisa memberi teladan dan mengajarkan anak untuk bisa menerima dan mencintai dirinya sendiri secara utuh. Menyadari kelebihan dan kekurangannya, serta mengembangkan kelebihan yang dimilikinya. Selain itu, juga mengajarkan untuk bisa menerima dirinya, bukan hanya dari aspek penampilan fisiknya saja, tapi juga keseluruhan aspek pada dirinya, termasuk kompetensi, minat, bakat, dan karakter positif,” paparnya.

Nah, oleh karena body image body goals positif adalah sebuah konsep abstrak, Anita menyarankan untuk mengajarkan hal ini sejak dini atau saat mulai masuk usia sekolah. Jadi, bukan hanya saat memasuki masa pra-remaja (10-12 tahun).

“Dengan mengajarkan body image yang positif, anak akan bisa bertumbuh dengan rasa kepercayaan diri sehingga bisa mengembangkan minat dan bakatnya dengan baik, terutama pada saat memasuki usia remaja. Yakni, tahapan di mana anak mulai mencari identitas dirinya,” bebernya.

Bagaimana Cara Mengajarkan Body Image dengan Anak

Foto: www.freepik.com

Seperti banyak hal dalam hal pertumbuhan anak, segala sesuatu dimulai dari orang tua. Begitu juga dalam mengajarkan tentang body image positif, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan secara aktif oleh orang tua.

Menerima dan Mencintai Anak secara Utuh

“Sebagai orang tua, kita perlu menerima anak kita secara apa adanya. Dengan cinta kasih yang tulus sejak kecil, anak akan merasa ia dicintai secara utuh. Anak yang merasa dicintai oleh orangtuanya akan membantunya bertumbuh dengan percaya diri dan mencintai dirinya,” terang Anita.

Tidak Membandingkan Anak

Selain mencintai anak secara utuh, orang tua sebaiknya jangan pernah membandingkan anak sendiri dengan orang lain, apalagi terkait fisik dan penampilan tubuh. Saat kamu mengatakan, misalnya, “Dedek, tuh lihat si A kulitnya putih dan tubuhnya langsing”, anak akan merasa lebih buruk dan rendah diri.

Mengajarkan Anak untuk Mencintai Dirinya Sendiri secara Utuh

“Ajarkan si kecil untuk bisa menyadari, menerima, dan mencintai dirinya secara utuh. Tanamkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain itu, perlu ditanamkan sejak kecil, bahwa value yang penting pada seseorang bukan sekedar penampilan tubuh, tapi juga kompetensi dan karakter,” tegasnya.

Mengarahkan dan Memfasilitasi Minat dan Bakat Anak

Seandainya kamu butuh diingatkan: setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Nah, begitupun dengan kita dan anak kita. Kita bisa coba untuk fokus dan membantu si kecil mencari dan mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya, yang tidak semata-mata terkait penampilan tubuh. Dengan mengenal dan mengembangkan minat dan bakatnya, akan mendorong kepercayaan diri pada anak. Sehingga mereka tidak terkuras atau hanya menilai dirinya secara penampilan fisik, namun secara utuh,” paparnya.

Fokus pada Perkembangan Sosio-emosional Anak

Anita menjelaskan bahwa orang tua perlu fokus mengajarkan dan membimbing anak memiliki keterampilan sosioemosional yang baik. “Ajarkan bagaimana bisa meregulasi emosinya dan beradaptasi dengan lingkungannya sejak kecil. Dengan keterampilan sosio-emosional yang baik, si kecil akan bisa memiliki perspektif yang positif akan dirinya,” tekannya.

Bagaimana Memastikan Anak Memiliki Body Image yang Positif?

Foto: www.freepik.com

Sebagai orang tua, kamu sangat semangat ingin melakukan semua hal di atas. Namun, ada satu pertanyaan yang muncul di benakmu: bagaimana memastikan bahwa anak telah memiliki konsep body image yang tepat dan benar?

“Untuk bisa memastikan anak memiliki konsep diri yang positif, diperlukan komunikasi dan interaksi yang terbuka dan positif antara orang tua dan anak. Dengan komunikasi yang terbuka, orang tua akan bisa mengetahui bagaimana selama ini ia memandang dirinya,” jawab Anita.

Dan tidak kalah pentingnya adalah orang tua wajib menjadi teladan bagi si kecil dalam menerapkan konsep body image yang positif. Misalnya, kita mengembangkan diri kita dengan baik, mempunyai pola hidup yang sehat—tapi bukan semata-mata untuk penampilan tubuh.

“Penting untuk dipahami, bahwa konsep body image yang positif perlu terus menerus ditanamkan pada anak. Maka dari itu, orang tua perlu menerima dan mendukung apa yang anak alami. Dengan dukungan dan pemahaman yang benar, maka akan terbentuk body image positif pada anak,” tegasnya.

Selanjutnya: Bagaimana jika pasangan memintamu menguruskan badan? Begini tindakan yang sebaiknya kamu ambil, menurut seorang psikolog.