Bleaching Gigi: Manfaat dan yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukannya

bleaching gigi
Foto: www.freepik.com

Bagi sebagian orang, memiliki gigi yang kuning memang dapat menurunkan rasa percaya diri. Untuk itu metode pemutihan gigi seperti bleaching gigi pun menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Apa itu bleaching gigi dan apakah bisa melakukan pemutihan gigi sendiri di rumah?

Karena LIMONE telah menghubungi drg. Linda Sutarjo, seorang dokter gigi dari DoclinCare, yang akan menjelaskan prosedur bleaching gigi dan cara melakukannya sendiri di rumah.

Apa Itu Bleaching Gigi dan Manfaatnya?

bleaching gigi
Foto: www.rawpixel.com

Menurut Dokter Linda, “dental bleaching atau pemutihan gigi adalah prosedur kosmetik popular yang dapat membuat senyum seseorang menjadi lebih cerah dan percaya diri, dengan mengurangi perubahan warna pada pada gigi yang bernoda atau menguning,” paparnya.

Perubahan warna pada gigi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari “mengonsumsi makanan atau minuman berwarna, hingga penggunaan obat-obatan tertentu yang diakibatkan oleh cedera traumatis atau kematian pulpa,” lanjutnya.

“Metode pemutihan gigi ini aman untuk dilakukan, selama dipraktikkan oleh tenaga profesional yang dalam hal ini adalah dokter gigi yang memiliki keahlian dalam melakukan prosedur dental bleaching. Pasalnya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khusus sebelum kita memulai melakukan bleaching gigi,” jelasnya.

“Perubahan warna gigi yang sering dialami oleh banyak orang, akan memiliki dampak berkurangnya rasa percaya diri. Sehingga dapat memengaruhi faktor kehidupan lainnya seperti dalam hal pekerjaan dan pengaruh sosial,” tutur Dokter Linda.

Selain itu, manfaat dari dental bleaching ini sendiri adalah “dapat menciptakan perfect white smile, atau senyuman yang cerah, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Serta dapat meningkatkan kesadaran orang tersebut akan pentingnya menjaga kesehatan gigi secara keseluruhan,” imbuhnya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Bleaching Gigi?

bleaching gigi
Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, untuk melakukan bleaching gigi, maka kita “perlu melakukan konsultasi dan pemeriksaan kondisi rongga mulut terlebih dahulu dengan dokter gigi. Hal ini sangat penting karena dokter gigi perlu memastikan terlebih dahulu  penyebab perubahan warna gigi tersebut,” paparnya.

“Apakah karena faktor ekstrinsik seperti konsumsi makanan dan minuman berwarna, atau karena faktor intrinsik seperti penggunaan obat-obatan tertentu, atau bisa juga karena kematian pulpa akibat trauma,” lanjutnya.

Dengan mengetahui penyebab perubahan warna tersebut, maka dokter gigi akan menentukan metode dental bleaching yang tepat sesuai dengan faktor penyebab perubahan warna gigi pasien tersebut.

“Selain itu, perlu dipastikan juga keadaan gigi geliginya apakah ada karies atau lubang pada gigi. Apakah terdapat karang gigi, atau juga apakah ada kondisi jaringan lunak lainnya yang perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi kesehatan rongga mulut pasien tersebut baik dan aman untuk dilakukan prosedur dental bleaching,” terangnya.

Menurut Dokter Linda, “jika kita mampu menjaga pola makan dan minum, serta mampu menjaga kebersihan rongga mulut, maka dental bleaching hanya perlu dilakukan satu kali kunjungan untuk metode office bleaching atau satu periode untuk metode home bleaching,” ujarnya.

“Namun jika kita tidak dapat menjaga pola makan dan minum serta kebersihan rongga mulut, bleaching gigi dapat dilakukan kembali minimal satu tahun sampai dua tahun kemudian untuk menghindari terjadinya hipersensitivitas pada gigi,” lanjutnya.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Proses Bleaching Gigi?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, terdapat beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan sebelum melakukan metode pemutihan gigi, yakni:

Mengetahui penyebab perubahan warna

Pertama, “kita perlu mengetahui penyebab perubahan warna gigi tersebut, apakah karena faktor ekstrinsik seperti konsumsi makanan dan minuman berwarna. Atau karena faktor intrinsik seperti penggunaan obat-obatan tertentu. Selain itu, bisa juga karena kematian pulpa akinat trauma,” ucapn Dokter Linda.

Memastikan keadaan gigi geligi

“Kedua yaitu memastikan keadaan gigi geligi. Apakah terdapat karies atau lubang pada gigi. Apakah terdapat karang gigi, atau apakah ada kondisi jaringan lunak lainnya yang perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini untuk memastikan bahwa kondisi kesehatan rongga mulut pasien tersebut baik dan aman untuk dilakukan prosedur dental bleaching,” lanjutnya.

Bagaimana Prosedur dari Bleaching Gigi?

bleaching gigi
Foto: www.freepik.com

Berdasarkan penyebabnya, proses pemutihan gigi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni eksternal bleaching dan internal bleaching. Prosedur eksternal bleaching dapat dilakukan dengan dua metode yakni in-office bleaching dan home bleaching.

In-office bleaching

In-office bleaching dilakukan dengan menggunakan gingival protection gel atau gel pelindung gusi yang diaplikasikan di sepanjang lengkung perbatasan gigi dan gusi. Hal ini bertujuan untuk melindungi gusi dari iritasi yang dapat disebabkan oleh gel pemutih,” jelasnya.

Gel pemutih yang mengandung hidrogen peroksida ini dioleskan ke zona estetk gigi, dan didiamkan selama kurang lebih 15 sampai 30 menit. Selain itu, “bisa juga dengan tambahan penggunaan sinar khusus dental bleaching. Namun hal ini akan bergantung pada gel pemutihnya, apakah perlu menggunakan sinar atau tidak,” lanjutnya.

Home bleaching

Sementara pada prosedur eskternal bleaching yang satu ini, proses pemutihan dapat dilakukan sendiri di rumah, atau yang sering disebut dengan home bleaching. Namun sebaiknya metode ini dilakukan dengan pengawasan dokter gigi yang telah memastikan kondisi gigi maupun rongga mulut kita telah sehat dan aman.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan kondisi rongga mulut seperti penambalan dan pembersihan karang gigi, maka dokter gigi akan memberikan satu set dental tray. Kemudian kamu bisa mengoleskan pemutih ke dalam dental tray tersebut untuk memutihkan gigi. Biasanya pemutih ini berisi kandungan karbamid peroksida dan memiliki tingkat konsentrasi yang bervariasi,” jelasnya.

Berikut cara menggunakan gel pemutih dan dental tray yang disarankan oleh Dokter Linda:

  • Gunakan sedikit gel pemutih. Kita hanya boleh menggunakan maksimal setengah dari jarum suntik pemutih per aplikasi.
  • Oleskan sedikit pemutih di tengah setiap gigi seperti yang sesuai pada dental tray. Kita biasanya hanya perlu memutihkan 10 gigi paling depan dari rahang atas dan bawah, karena gigi-gigi tersebut merupakan yang paling banyak terlihat.
  • Gunakan dental tray setelah kita menyikat gigi selama 30-60 menit. Hapus kelebihan pemutih pada gusi setelah kita meletakkan dental tray pada gigi-geligi kita.
  • Saat melepas dental tray, sikat gigi seperti biasa dan bersihkan dental tray pemutih dengan sikat gigi untuk menghilangkan sisa-sisanya. Jangan bilas dengan air hangat atau panas karena dental tray akan berubah bentuk.
  • Simpan dental tray di wadah yang telah disediakan.

Apakah Bleaching Bisa Diaplikasikan pada Seluruh Gigi?

Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Linda, dental bleaching tidak dapat dilakukan pada semua gigi. “Hanya pada gigi yang sehat, tidak berlubang, tidak abrasi atau terkikis. Serta tidak hipersensitif, tidak goyang, dan terbebas dari karang gigi,” terangnya.

“Untuk kondisi gigi yang mengalami trauma dan terdapat kematian pada pulpa, dental bleaching masih dapat dilakukan dengan prosedur internal bleaching. Yaitu dengan dilakukan perawatan saraf terlebih dahulu, setelah itu gel pemutih gigi akan diaplikasikan kedalam ruang pulpa gigi,” jelasnya.

“Begitu juga untuk kasus perubahan warna gigi yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Proses pemutihan gigi yang dapat dilakukan adalah bukan eksternal bleaching, tetapi dengan prosedur internal bleaching,” lanjutnya.

Lantas berapa lama warna gigi dapat bertahan? “Pemutihan gigi bukanlah prosedur permanen. Warna gigi dapat bertahan dalam jangka waktu 12-24 bulan, tergantung pada diet individu, gaya hidup, dan faktor kebersihan,” jawab Dokter Linda.

Untuk itu, Dokter Linda menyarankan bahwa untuk mendapatkan hasil terbaik, maka lakukanlah diet putih selama seminggu setelah pemutihan. “Yakni dengan menghindari makanan dan minuman yang dapat memengaruhi warna gigi,” anjurnya.

Yang harus dihindari misalnya mengonsumsi “kari, saus hitam, anggur merah, teh atau kopi, dan merokok. Selain itu, bisa juga memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Serta kontrol rutin ke dokter gigi selama enam bulan sekali untuk membantu menjaga kebersihan rongga mulut,” lanjutnya.

Adakah Efek Samping dari Bleaching Gigi?

Foto: www.freepik.com

Pada umumnya, “perubahan sensitivitas gigi akan dialami setelah melakukan prosedur pemutihan gigi. Namun selama prosedur pemutihan gigi dilakukan sesuai prosedur, perubahan sensitivitas gigi dapat diatasi,” ujarnya.

Ketika mengalami efek samping tersebut, maka disarankan untukmengganti pasta gigi yang biasa kita gunakan dengan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. “Dokter gigi kita mungkin juga memberi gel desensitisasi yang disebut tooth mousse,” lanjutnya.

“Jika sensitivitasnya mengganggu, letakkan tooth mousse seukuran pasta gigi ke jari dan oleskan langsung ke gigi. Keluarkan kelebihannya, tapi tidak perlu dibilas. Lakukan ini sebelum tidur selama proses home bleaching atau hanya gunakan gel pemutih setiap malam kedua selama empat minggu,” anjurnya.

Namun jika prosedur yang dijalani adalah in-office bleaching, maka “gunakan tooth mousse ini selama dua minggu setelah prosedur bleaching dilakukan. Sensitivitas bersifat sementara dan akan mereda segera setelah proses pemutihan. Hindari menggunakan tooth mousse jika kita memiliki alergi protein susu,” terangnya.

Adakah Cara Lain untuk Memutihkan Gigi?

Foto: www.pexels.com

Dokter Linda menuturkan bahwa “alam memiliki beberapa solusi untuk membantu gigi yang berubah warna agar dapat menemukan kembali kecerahan alaminya. Namun penggunaannya tetap perlu di perhatikan mengingat adanya efek samping jika tidak dilakukan sesuai anjuran,” katanya.

Beberapa bahan alami yang dapat membantu memutihkan gigi diantara nya yaitu:

Arang aktif (charcoal)

Bahan arang aktif bisa membantu menghilangkan noda pada permukaan gigi, karena dapat menyerap noda pada gigi. Namun charcoal memiliki sifat yang sedikit abrasif.

Daun sirih

“Beberapa manfaat mengunyah daun sirih adalah untuk mencegah bau mulut, serta menjaga kesehatan gigi dan gusi. Daun sirih adalah antiseptik alami yang dapat membantu membersihkan gigi dan menjaga kesegaran napas sepanjang hari,” ujarnya.

Baking soda

Sikat gigi dengan baking soda sebaiknya tidak dilakukan secara rutin karena bersifat abrasif. “Erosi enamel dapat menyebabkan gigi menjadi lebih kuning dalam jangka panjang, karena dentin, lapisan dalam gigi yang berwarna kuning akan terpapar. Kita masih perlu menggunakan pasta gigi yang tepat dengan kandungan fluoride untuk perlindungan gigi maksimal,” sarannya.

Minyak kelapa

“Berdasarkan Ilmu Ayurveda, berkumur dengan minyak kelapa memiliki banyak manfaat. Sifat antibakteri dari minyak kelapa dapat mencerahkan gigi dan menjaga kesehatan gusi. Jika kita merasa tidak nyaman mengoleskan minyak dengan jari ke gigi, kita bisa memakai sikat gigi untuk mengoleskannya,” ungkap Dokter Linda.

Agar hasilnya lebih maksimal. “merangkum dari Medical News Today, sebuah penelitian tahun 2015 menemukan bahwa oil pulling atau berkumur dengan minyak kelapa bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi penumpukan plak pada gigi dan membantu mencerahkan warna gigi,” lanjutnya.

Sayur dan buah

Kandungan mikronutrien dan serat dalam sayur dan buah dapat membantu menghambatnya pertumbuhan bakteri juga membersihkan plak atau sisa makanan yang menumpuk pada gigi.

Siwak

“Menurut penelitian yang dilakukan WHO dan beberapa organisasi kesehatan independen lainnya, ditemukan bahwa orang yang rutin menggunakan siwak cenderung lebih sedikit memerlukan perawatan gigi daripada orang-orang yang tidak menggunakannya,” terang Dokter Linda.

Pasalnya, siwak mengandung natrium korida, natrium bikarbonat, dan kalsium oksida yang dapat membantu memperkuat enamel gigi dan membantu memutihkan gigi.

Kesimpulan

bleaching gigi
Foto: www.unsplash.com

Kata Dokter Linda, “peran pemutihan gigi tidak dapat diabaikan dalam memberikan senyum dan kepercayaan diri kepada pasien yang mengalami perubahan warna gigi, baik yang disebabkan oleh faktor eksternal ataupun internal,” ujarnya.

“Tetapi penyebab ini sangat penting untuk diketahui oleh pasien karena akan memberikan efek pada saat atau setelah melakukan prosedur pemutihan gigi. Efek samping yang banyak dialami pada beberapa kasus—bahkan efek yang dapat membahayakan kesehatan gigi pasien—dapat terjadi jika proses pemutihan gigi tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang baik dan aman,” lanjutnya.

Untuk itu, mengetahui penyebab perubahan warna gigi dan mengetahui kondisi kesehatan gigi pasien sebelum melakukan pemutihan gigi akan sangat berguna dalam memilih metode pemutihan yang tepat. Sehingga proses pemutihan ini dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan gigi dan rongga mulut pasien,” tutup Dokter Linda.