Tanya Ahli: Cuma Kirim WhatsApp Genit—Apakah termasuk Berselingkuh?

Foto: www.unsplash.com

Sepertinya sah jika dikatakan: kita butuh bantuan ahli saat membicarakan tentang hubungan. Entah itu mencari tahu kapan kita sudah siap menikah, tips berkencan lagi setelah bercerai, atau mengerti definisi dan bentuk perselingkuhan. Pasalnya, sulit menjadi obyektif dan melihat dengan jelas ketika hati dipenuhi bunga dan kita ibarat seperti memakai kacamata kuda berwarna merah muda. Itulah sebabnya, LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk bertanya tentang: seperti apa wujud dan bentuk perselingkuhan dalam hubungan? Berikut penjelasannya.

Ini Bentuk Perselingkuhan dalam Hubungan

bentuk perselingkuhan
Foto: www.gettyimages.com

Menurut praktisi psikologi, Nanda Agastya Wardana, perselingkuhan dalam dalam hubungan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai mencari kenyamanan atau kesenangan di luar pasangan sendiri. Bentuk perselingkuhan termasuk flirting dan terlibat secara romantis dengan seseorang. Secara fisik atau dunia maya.

“Jadi menurut rumusan di atas mengirimkan chat romantis saja ke orang lain sudah bisa dianggap sebagai perselingkungan dalam hubungan. Dalam konteks orang Indonesia, biasanya yang dianggap berat adalah perselingkuhan fisik yang melibatkan hubungan seksual,” ungkap Nanda.

Nanda mengatakan cyber cheating dan text message cheating merupakan perselingkuhan dalam sebuah hubungan yang tidak melibatkan fisik. “Zaman sekarang yang biasa terjadi adalah cyber dan text message cheating. Karena dianggap mudah untuk dijalani dan aksesnya melalui sosial media,” jelasnya.

Lakukan Ini Saat Pasanganmu Selingkuh

bentuk perselingkuhan
Foto: www.gettyimages.com

Memaafkan? Melupakan? Atau…

Menurut Nanda, pertama-tama pahami dulu keadaan. Lalu, ajak bicara pasangan bicara. “Kamu harus siap dengan berbagai penjelasannya,” katanya.  

“Jika konteksnya berbicara soal memaafkan, sebenarnya memaafkan tidak ada batasnya. Tergantung pendapat kamu, apakah tetap ingin bertahan atau pisah,” terangnya. Jika setiap kali pasanganmu berselingkuh dan kamu memaafkan serta memberikan kesempatan, tapi dia tetap mengulanginya? “Bisa saja diartikan bahwa orang tersebut tidak menganggap penting hubungannya dengan pasangan sahnya,” ucap Nanda.

Ada ungkapan yang mengatakan, ‘sekali berselingkuh, akan selalu berselingkuh’. Nanda mengutip sebuah pernyataan dari Carin Goldstein, seorang terapis hubungan pernikahan, yang mengatakan pernyataan tersebut terlalu mendiskreditkan kemampuan manusia untuk berubah dan berkembang menjadi lebih baik. Kepada HuffPost, Goldstein mengatakan, “Jika pengkhianat dapat mempertanggungjawabkan atas apa yang terjadi, biasanya mereka akan tetap setia.” Dengan syarat, “mereka juga perlu mengakui apa yang menjadi penyebab kehancuran hubungan mereka dan memahami faktor-faktor yang mendorong mereka untuk berselingkuh. Jika orang tersebut tidak ingin melakukan introspeksi diri, itu bukan pertanda baik untuk masa depan mereka sebagai pasangan yang setia.” Dan Goldstein menambahkan bahwa banyak orang yang berpisah atau cerai karena perselingkuhan, dan banyak juga yang bertahan dan berusaha mengatasi masalah hubungan mereka.

Ini Waktu yang Tepat Membicarakannya

bentuk perselingkuhan
Foto: www.gettyimages.com

Nanda menekankan bahwa tentu saja hal tersebut harus dibicarakan dan dicari penyelesaiannya secara ‘empat mata’. Kemudian, “sebaiknya membuat atmosfir nyaman dulu saat ingin membicarakan mengenai sesuatu yang cukup sulit untuk didiskusikan,” terang Nanda. “Setelah itu, ajak pasangan bicara, usahakan redam dulu emosi. Karena jika sudah dikuasai emosi negatif, kamu tidak akan mampu untuk menjadi objektif dan permasalahan tidak akan selesai.”

Sebelum membicarakannya ‘empat mata’, Nanda berpesan untuk memastikan agar kamu siap dengan segala bentuk argumen. Dan ingat bahwa berbagai macam emosi yang muncul adalah normal, meski usahakan untuk objektif untuk menyelesaikan masalah. “Jelaskan dengan straight to the point, tapi jangan menyerang personal. Jelaskan permasalahan dengan perspektif orang pertama, yakni ‘aku merasa, bagi aku, menurut opini aku,'” tambahnya.

Tanda-Tanda Hubungan Dilanda Kecurangan

Foto: www.shutterstock.com

Sebut saja kamu merasakan sesuatu yang ‘janggal’ pada sikap dan tingkah laku pasanganmu. Akan tetapi kurang yakin apakah itu berarti dia sedang berselingkuh. Nanda memaparkan bahwa ada beberapa tanda atau cara untuk mengenali perselingkuhan dalam sebuah hubungan.

Penampilannya mendadak berubah

“Jika pasanganmu mulai melakukan sesuatu yang di luar rutinitasnya, seperti tiba-tiba mulai berolahraga dan makan lebih sehat, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka berusaha tampil lebih menarik bagi seseorang—mungkin kamu, tetapi mungkin juga dia punya hubungan spesial lain,” bebernya.

Penggunaan telepon dan komputer secara rahasia

“Apalagi jika pasanganmu tiba-tiba mulai menghapus teks dan menghapus riwayat peramban mereka setiap hari, itu bukan pertanda baik,” Nanda menjelaskan. “Jika pasanganmu tidak pernah melepaskan ponselnya, bahkan membawanya ke kamar mandi ketika mandi, itu bukan pertanda baik.” Ow-ow.

Pasanganmu mulai sulit dihubungi

“Jika pasangan selingkuh, dia cenderung akan menjawab panggilan dan menanggapi pesanmu dengan alasan seolah-olah ia sedang rapat, mengemudi, berada di ‘zona mati’ dan bahkan, tidak tahu kabarnya sama sekali,” ujarnya. Plus, “jika kamu meminta untuk meninjau teleponnya dan dia menolak, itu juga masalah,” ucapnya.

Penurunan atau aktivitas seks yang berlebihan

Keempat, jika ada penurunan maupun peningkatan level aktivitas seksual dalam hubunganmu—bisa jadi ini sebuah tanda peringatan. “Seks kurang bergairah terjadi karena pasangan berfokus pada orang lain,” katanya. Namun di sisi lain, “lebih banyak seks juga bisa berarti dia berusaha menutupi hal itu.” Dan bisa juga di lihat dari teknik seks baru yang dimilikinya saat kalian melakukan hubunagn intim. “Mungkin pasangan memperkenalkan teknik dan akivitas baru dalam kehidupan seks yang kalian jalani. Mungkin kamu menikmatinya, tetapi bisa jadi pasangan mempelajari trik baru di luar hubungan kalian,” ujarnya.

Tidak ada hubungan emosional

Nanda membeberkan tanda kecurangan lain yang mungkin terjadi adalah hubungan seks yang kamu dan pasangan rasakan kurang terhubung secara emosional. “Ini yang paling krusial yakni keintiman emosional telah memudar.” Ibaratnya, “jika interaksinya berubah drastis dan tidak ada ikatan emosional, mungkin saatnya kamu mulai menaruh sedikit curiga,” tukasnya.

Ini Seharusnya yang Terjadi Setelah Perselingkuhan Diketahui

bentuk perselingkuhan
Foto: www.gettyimages.com

Nanda mengatakan dampak dari perselingkuhan yang terjadi pasti membuat hubungan renggang dan membuat keduanya mengalami emotional distress. Oleh karenanya: pertama, pasangan yang tidak setia harus mengakhiri perselingkuhan, sekali dan untuk selamanya.

Lalu, “mereka harus transparan tentang tindakan mereka di masa depan, harus jujur, berbagi informasi tentang jadwal pertemuan dengan orang lain, atau berbagi privasi seperti kata sandi. Harus bersungguh-sungguh berkomitmen untuk masa depan yang baru,” papar Nanda. “Meski memakan waktu yang lama, usahakan bicara sampai selesai mengenai perselingkuhan tersebut. Tetapkan batas waktu untuk diskusi, dan jangan bicara ketika lelah.”

Nanda menambahkan mungkin sulit untuk memulihkan hubungan seksual setelah perselingkuhan. Jika kamu dan dia memutuskan untuk tetap bersama, tetaplah bersabar, jujur dan hadapi bersama setiap hambatan emosional.

Dan terakhir dan sangat penting, “sebaiknya jangan mengatasi hal ini sendirian, terutama saat memutuskan untuk bertahan atau tidak. Lakukan konseling untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi,” sarannya.

Sebut saja, isu yang kamu alami sekarang adalah pasangan yang habis dipecat. Ini cara membantunya untuk move on.