Pilih Beli Rumah Atau Apartemen? Tergantung.

Foto: www.freepik.com

Jika kamu mendengar kata ‘tempat tinggal idaman’, apa yang terbersit di benakmu? Apartemen atau rumah biasa? Jika masih bingung, berikut penjelasan dari seorang penasihat keuangan tentang sebaiknya membeli/mencicil yang mana. Dan kapan sebenarnya kamu perlu mempertimbangkan beli rumah atau apartemen.

Pilih Rumah atau Apartemen? Dan Ini Saat yang Tepat Membeli Hunian

beli rumah atau apartemen
Foto: www.gettyimages.com

Lisi Chandra, RFP, seorang penasihat keuangan dari Light Agency, mengatakan sebelum memutuskan untuk membeli tempat tinggal, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan dan preferensimu.

“Tergantung kebutuhan dan kesukaan masing-masing individu. Kalau saya pribadi, lebih membeli rumah terlebih dahulu, karena tanah masih luas dan harga tanah tiap tahun naik. Setelah rumah terwujud, saya baru membeli apartemen untuk investasi,” ungkapnya.

Lebih untung yang mana? “Tergantung pribadi masing-masing, “katanya. “Jika dari sisi investasi, harga rumah kenaikannya lebih tinggi, namun harga sewa rumah bisa lebih rendah dibanding apartemen.”

Tempat tinggal baik rumah dan apartemen merupakan kebutuhan pokok. Akan tetapi, menurutnya saat yang tepat untuk membelinya adalah ketika kamu sudah merasa butuh dan mampu. “Misalnya beli rumah karena berencana menikah/berkeluarga. Atau beli apartemen karena dekat dengan tempat kerja. Atau beli rumah atau apartemen untuk investasi,” jelas Lisi. Dengan catatan penting: “Kamu sudah ada pekerjaan yang pasti, penghasilan menunjang, dan ada simpanan/dana yang memang sudah dialokasikan untuk beli aset (untuk DP atau uang muka dan biaya-biaya lainnya).”

Lisi membocorkan usia yang tepat untuk membeli rumah atau apartemen adalah, “ketika kita masih single dan pada saat usia produktif, yaitu antara usia 25 – 35 tahun atau usia matang.”

Perhatikan Hal ini Sebelum Membeli Rumah atau Apartemen

beli rumah atau apartemen
Foto: www.gettyimages.com

Sudah yakin ingin membeli rumah atau apartemen? Coba perhatikan hal-hal penting berikut agar tidak salah membeli.

Risiko

Lisi mengutarakan risiko dalam membeli/mencicil rumah atau apartemen umumnya karena kredit macet atau keterlambatan serah terima dari pengembang. “Namun untuk keterlambatan biasanya kita mendapatkan biaya penggantian,” jelasnya.

“Yang dikhawatirkan adalah jika terjadi kredit macet karena keadaan financial terkait usaha/pekerjaan atau risiko kehidupan karena sakit atau meninggal. Jadi, kita perlu melakukan perhitungan yang matang. Jadi, sesuaikan dengan budget.

Harga

Cek harga. Prinsipnya, harus sesuai dengan kantong dan kemampuan. Jangan lupa mengecek spesifikasi bangunan serta bank yang bekerja sama dengan pengembang.

Pengembang

Beri perhatian serius dan ekstra hati-hati terhadap pengembang, siapa dan proyek apa yang sudah pernah dijalani mereka dengan sukses. Cek reputasi mereka. Saat seperti ini, Google adalah sahabat terbaikmu.

Promo

Cek apakah tersedia promo karena bisa sangat membantu dari sisi keuangan, seperti tanpa DP atau DP bisa dicicil. Apakah ada bonus entah itu berupa AC, peralatan atau furnitur. Lalu, apa rencana berkelanjutan dari pengembang itu (misalnya ingin membangun kota mandiri).

Lisi menyampaikan selain memilih pengembang atau developer-nya, pemilihan lokasi yang strategis juga sangat penting. Pasalnya, lokasi ini akan menentukan nilai jual—dan jika kamu berencana menyewakannya, maka akan lebih mudah.

Lokasi dan Keamanan

“Perhatikan tingkat keamanan sekitar dan aksesnya, apakah di pinggir jalan besar atau masuk ke jalan-jalan kecil. Pastikan juga dekat dengan stasiun kereta/bus, mudah cari transportasi, bebas banjir, dan dekat dengan tempat kerja/usaha. Serta, termasuk daerah berkembang atau tidak,” beber Lisi.

Sebaiknya Pilih Jangka Panjang atau Pendek?

beli rumah atau apartemen
Foto: www.freepik.com

Lisi menganjurkan jika ingin menyicil tempat tinggal lagi-lagi harus tergantung penghasilan dan dana masing-masing individu. “Jika mau cicilan per bulannya ringan, maka pilih jangka waktu lebih panjang. Namun saya pribadi, lebih memilih cicilan jangka waktu pendek, berkisar 5 – 7 tahun. Itupun bagi saya sudah kelamaan,” ujarnya. Alasannya, “karena saya tidak suka punya utang. Bagi saya cicilan jangka waktu lama seperti punya utang seumur-umur. Ditambah lagi adanya pertimbangan seperti keadaan yang di luar rencana kita,” sarannya berdasarkan pengalaman pribadi.

Lisi menambahkan mencicil lebih lama juga akan membuat kita membeli rumah atau apartemen tersebut menjadi lebih mahal. “Karena itu cermatilah harga kenaikan rumah atau apartemen tersebut ke depannya sebelum membeli dan memutuskan cicilan jangka pendek atau cicilan jangka panjang. Karena kenaikan harga rumah atau apartemen tergantung lokasi.”

Ini Cara Menghitung Dana untuk Membeli Rumah atau Apartemen

beli rumah atau apartemen
Foto: www.freepik.com

Lisi mengatakan bahwa yang terlebih dahulu kamu perlu tentukan adalah cara pembayarannya; apakah dengan tunai keras atau cicilan bertahap (KPR/KPA). Pastinya semua metode ini dipilih berdasarkan kemampuan dan penghasilan.

“Pada umumnya kita perlu mempersiapkan dana untuk DP. Besarnya DP adalah 30% dari harga rumah saat ini, walaupun beberapa pengembang ada yang memberikan promosi DP bisa dicicil,” tuturnya,.

Setelah mempersiapkan dana untuk DP, “siapkan dana untuk sisa pelunasannya dan biaya lain-lain. Pastikan cicilan per bulan tidak melebihi 30% dari income bulananmu. Jika melebihi, perlu dikalkulasi kembali atau cari rumah/apartemen yang lebih murah,” tambahnya.

Tips untuk Membeli Rumah atau Apartemen

Foto: www.freepik.com

Berdasarkan pengalaman pribadi, Lisi menyarankan untuk memikirkannya dengan matang. “Tidak terburu-buru atau ikut-ikutan. Harus bisa tahan ‘nafsu,'” ujarnya. “Sebelum membeli/menyicil rumah atau apartemen, saya biasanya melakukan CKD: Cermati, Kalkulasi, Doa,” ujar Lisi. “Dengan melakukan itu, semua aset yang saya beli atau cicil sampai hari ini, puji Tuhan berjalan lancar. Pernah ada yang tidak lancar, itu karena saya terbawa nafsu dan lupa bawa dalam doa.”

Lisi menyarankan perlu melakukan konsultasi sebelum memutuskan untuk membelinya.

“Jika kamu sudah berkeluarga atau hendak menikah, libatkan pasangan. Jika kamu masih single, cari tahu melalui internet/media mengingat saat ini era digital sehingga banyak informasi yang akan didapatkan,” sarannya. “Dan ajukan pertanyaan sebanyak mungkin kepada marketing atau property agent.”

Ajukan pertanyaan ini juga ketika teman mau mengutang. Dan ini panduan membuat rencana keuangan untuk pemula.

podcast button