Bagaimana Mengatasi Bayi Susah Buang Air Besar? Ini Penjelasan Ahli

bayi susah buang air besar
Foto: www.freepik.com

Meski umum terjadi namun bayi yang mengalami sembelit membuat orang tua khawatir. Apalagi pasti akan membuat anak tidak nyaman dan rewel sehingga membuat ibu kadang tidak bisa istirahat. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui penyebab bayi susah buang air besar ketika ingin mengatasi masalah ini. Namun pertanyaannya bagaimana mengenali ciri konstipasi pada bayi?

Untuk mengetahui jawabannya, LIMONE telah menghubungi dr. Frieda Handayani Sp.A(K), seorang Dokter Spesialis Anak, yang akan menjelaskan terkait penyebab dan cara mengatasi bayi susah buang air besar.

Apa Itu Konstipasi?

bayi susah buang air besar
Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Frieda, “konstipasi adalah frekuensi buang air besar (BAB) yang kurang atau sama dengan tiga kali per minggu. Dan disertai dengan bentuk atau konsistensi tinja yang keras atau bulat-bulat seperti menyerupai kotoran kambing,” tuturnya.

Lantas, apakah bayi yang berusia kurang dari 6-12 bulan dengan ASI eksklusif juga dapat mengalami kondisi ini? “Bisa, namun terjadinya jarang. Biasanya buah hati dengan ASI eksklusif yang mengalami sembelit, ada kemungkinan mengalami alergi susu,” terangnya.

Ketika bayi mengalami gangguan pada sistem pencernaannya, terdapat beberapa tanda yang dapat diperhatikan oleh orang tua, yakni:

  • Muntah
  • Perut kembung
  • Sulit BAB
  • Rewel
  • Berat badan yang tidak naik

Jika bayi susah buang air besar atau mengalami sembelit yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu, maka perlu berkonsultasi dengan dokter anak.

Mengapa Bayi Susah Buang Air Besar?

Foto: www.unsplash.com

Ketika bayi susah buang air besar, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. “Pertama, tergantung dari periode usia bayi tersebut. Buah hati dengan usia 0-6 bulan sangat bervariasi rentang BAB-nya. Ada yang bisa BAB sebanyak delapan kali sehari, dan ada juga yang bisa sampai dua minggu tidak BAB,” tutur Dokter Frieda.

“Hal itu disebabkan karena kematangan dari saluran cerna bayi sangat berbeda-beda. Serta zat yang terkandung di dalam ASI ibu juga dapat memengaruhi pola buang air besar pada bayi. Namun, aktivitas yang dilakukan bayi tidak turut serta dalam memengaruhi pola BAB-nya,” imbuhnya.

Sementara pada bayi yang berusia enam bulan dan sudah mendapatkan MP ASI, “biasanya akan mengalami BAB sebanyak satu sampai dua kali sehari. Jika bayi di atas enam bulan dan sudah mendapatkan MP ASI tetapi masih mengalami sembelit, maka kemungkinan ia kurang mendapatkan asupan air,” ungkapnya.

Untuk itu, “diskusikan dengan dokter anak apabila bayi di atas enam bulan ini masih mengalami sembelit,” anjurnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi yang Susah Buang Air Besar?

bayi susah buang air besar
Foto: www.canva.com

Dokter Frieda menjelaskan bahwa cara mengatasi bayi susah buang air besar dapat dilakukan sesuai usianya.

0-6 bulan

Untuk mengatasi bayi usia 0-6 bulan yang mengalami susah buang air besar, orang tua dapat “tetap memberikan ASI, massage perut bayi, dan konsul ke dokter anak bila buah hati masih mengalami sembelit,” ujarnya.

Menurut Dokter Frieda, memberikan pijatan pada bayi merupakan hal yang aman untuk dilakukan.

7-12 bulan

Sementara pada buah hati usia 7-12 bulan, maka dapat “diberikan air putih yang lama-kelamaan dinaikkan asupannya secara bertahap, kemudian konsultasikan dengan dokter anak. Selain itu, bisa diberikan laktulosa yang dosisnya sesuai anjuran dari dokter anak,” lanjutnya.

1-2 tahun

Pada bayi berusia satu hingga dua tahun, cobalah untuk “berikan hidrasi air minum sebanyak 500 ml per hari, ASI atau susu 500 ml per hari, dan serat sebagai perkenalan. Bila perlu medikamentosa, atau pemberian obat-obatan maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak,” sarannya.

Bagaimana Jika Bayi Terus-menerus Mengalami Kesulitan BAB?

Foto: www.canva.com

Jika bayi terus-menerus mengalami kesulitan buang air besar, Dokter Frieda menyarankan untuk “segera konsultasi dengan dokter anak. Kemudian, perhatikan asupan minum pada bayi dan serat yang cukup,” anjurnya.

“Hal ini dapat disesuaikan dengan usia bayi. Jadi, kecukupan air minum dan kecukupan serat pada bayi harus sesuai dengan usianya. Seperti yang diketahui, MPASI dilakukan sampai bayi berusia dua tahun. Dan serat itu hanya berupa perkenalan, jadi jumlahnya belum perlu terlalu banyak. Sementara untuk di atas dua tahun, baru kita perhatikan lagi jumlah serat sesuai dengan usianya,” sarannya.

Kesimpulan

bayi susah buang air besar
Foto: www.rawpixel.com

Saat bayi susah buang air besar maka para orang tua disarankan agar “memperhatikan apakah ada tanda-tanda alergi pada bayi. Selain itu, perhatikan pula kecukupan ASI. Selanjutnya bisa juga melakukan pijat bayi,” ungkapnya.

“Bila bayi sudah berusia lebih dari enam bulan dan telah mendapatkan MP ASI, maka bisa diberikan air minum (air putih) sesuai dengan usia buah hati. Misalnya pada umur enam bulan, pemberian air putih sebanyak 30-60 cc per hari. Sementara pada usia tujuh bulan, sebanyak 60-90 cc per hari, dan jumlahnya akan terus meningkat sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Ketika masalah “konstipasi ini 90%nya terjadi karena masalah fungsional atau fungsi saluran cerna, namun 10%nya merupakan masalah organik atau masalah anatomi saluran cerna bayi, maka segera konsultasikan pada dokter anak jika ada masalah sembelit ini,” sarannya.