Bagaimana Meninggalkan Pekerjaan Lama Tanpa Drama

Foto: www.canva.com

Sebut saja karena satu dan lain hal kamu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan saat ini. Jika dihitung-hitung, hm… tinggal dua minggu lagi kamu bekerja di situ? Semoga kamu sudah mendapatkan pekerjaaan—atau paling tidak punya tabungan cukup agar hidup sehari-hari aman (dan bisa beli Starbucks sekali seminggu!). Punya ‘kan, ya?

Apapun yang mendasari keinginanmu untuk berhenti, sebaiknya dilakukan dengan cara baik-baik. Tanpa drama. Istilahnya, jika saat datang kamu disuguhi tarian, ketika kamu pergi seharusnya disajikan tarian dan kembang api (ini bukan karena mereka senang kamu cabut, ya?). Jadi, hubunganmu dari awal sampai akhir baik.

Meninggalkan pekerjaan lama tanpa kesan buruk. Pasalnya hal ini akan mempengaruhi kariermu di tempat kerja yang baru. Seperti dikutip oleh laman Kompas, Shannon Plush, seorang koordinator Humas di Pittsburgh Public Schools berpendapat jika kamu mengundurkan diri dari merasa tidak berkembang di perusahaan lama, maka itu bisa menjadi kritik membangun bagi si bos untuk mengetahui lebih dalam kondisi tim kerjanya.

Jadi, sudah bulat ‘kan, tekadmu untuk meninggalkan pekerjaan lamamu? Agar tetap profesional, coba terapkan beberapa tips sederhana ini.

1. Pertimbangkan secara matang keputusanmu 

Sebelum memutuskan keluar dari pekerjaan, ada baiknya memikirkan A sampai Z-nya; efeknya terhadap kehidupanmu dan orang-orang terdekatmu. Pertimbangkan baik-baik agar tidak ada penyesalan persis 48 jam setelahnya. Lebih baik, sebelum mengundurkan diri dari pekerjaan lama: temukan pekerjaan baru.

2. Konfirmasi dengan atasan 

Apa pun alasanmu menyerahkan surat pengunduran diri, konfirmasikan kepada atasan terlebih dahulu. Beritahukan kepadanya dua sampai empat minggu sebelum memutuskan untuk berhenti. Apabila nyalimu cukup gede, sampaikan secara langsung kenapa kamu memutuskan untuk mengundurkan diri. Usahakan tidak mengarang alasan-alasan yang tidak masuk akal. Jangan sampai alasan yang kamu utarakan membuat bosmu jadi emosi. Cara mengatakan dan pilihan kata-kata merupakan dua hal yang harus kamu pertimbangkan. Serta sampaikan permohonan maaf tulus kepada atasan dan semua rekan kerja jika ada kata-kata yang salah. Juga, ucapkan terima kasih kepada semua orang di sana.

3. Ikuti Panduan Pengunduran Diri  

Ini sepertinya wajib, sih. Jangan keluar seenaknya. Setiap perusahaan memberlakukan prosedur yang berbeda-beda. Beberapa perusahaan menerapkan sistem kontrak kerja tertentu, misalnya ada perjanjian penalti. Tidak mau ‘kan membayar denda penalti yang biasanya tidak sedikit itu?

4. Selesaikan masalah sebelum keluar 

Jika memiliki masalah di tempat kerja, sebaiknya kamu harus menyelesaikannya sebelum meninggalkan kantor. Hal ini perlu dilakukan supaya saat mengundurkan diri, kamu tetap memberi kesan yang baik tanpa menyisakan masalah dengan siapa pun.

5. Tetaplah menjalin relasi yang baik dengan atasan dan rekan kerja 

Sebaiknya tetap jaga hubungan silaturahmi dengan orang-orang di kantor lama. Dunia ini kecil, dan jika kamu masih bekerja di bidang yang sama, maka hubungan baik tersebut akan membantumu di masa yang akan datang. Intinya sih, menjalin hubungan baik dengan siapa pun penting untuk perkembangan diri dan karier.

Jadi, semakin yakin untuk pindah kerja? Di kantor baru, hindari melakukan hal-hal ini, ya!