5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 12 Desember 2019

Foto: www.canva.com

Harbolnas! Apa sesuatu yang sudah kamu impikan sejak seminggu belakangan—dan ingin dibeli hari ini? LIMONE sudah lama ingin membeli Dr. Martens Serena! Argh… semoga hari ini menemukan promo yang sesuai dengan remahan gaji bulan ini. Jika tidak, sepertinya nanti malam akan mimpi buruk lagi! Well, sembari memutuskan dan sebelum tenggelam dalam labirin harbolnas, baca dulu lima berita di bawah ini, ya!

BCA akan mengakuisisi Rabobank.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja yang juga mengungkapkan bahwa rencana tersebut sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Total nilai transaksi terhadap PT Bank Rabobank Internasional itu ditaksir mencapai Rp 397 miliar. Meski belum ada detail lebih lanjut, menurut Jahja nantinya Rabobank akan digabungkan dengan salah satu entitas anak BCA. FYI, Rabobank adalah bank multinasional dari Belanda yang berkantor pusat di Utrecht. Baca berita lengkapnya di sini.

MK memutuskan mantan narapidana harus memiliki jeda 5 tahun untuk dapat maju dalam Pilkada.

Keputusan ini diambil Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang dipimpin oleh Anwar Usman dan mengabulkan gugatan ini diajukan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Perludem. Meski jeda waktu yang ditetapkan lebih kecil dari ajukan (10 tahun), ICW menyambut baik putusan tersebut. Selain jeda waktu lima tahun, mantan napi yang akan ikut pemilihan tidak boleh pelaku tindak pidana berulang. Uji materi ini diajukan ICW dan Perludem karena Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tak memuat larangan mantan narapidana atau napi korupsi maju di Pilkada. Baca berita lengkapnya di sini.

Aung San Suu Kyi memberikan pembelaan diri atas tuduhan genosida.

Di depan International Court of Justice (ICJ) di Belanda, Pemenang Nobel Peace Prize dan pemimpin Myanmar tersebut mengatakan tuduhan-tuduhan genosida tersebut “tidak benar dan menyesatkan.” Menurutnya, “intensi genosidal tidak bisa hanya berupa hipotesa,” ujarnya mengacu kepada operasi militer di wilayah Rakhine pada musim panas 2017. Dikabarkan lebih dari 740.000 Rohingya mengungsi ke Bangladesh pada tahun 2016 dan 2017 selama kekerasan berlangsung. Kekerasan ini digambarkan sebagai genosida oleh komisi pencari fakta PBB. Pengadilan ini adalah usaha legal pertama dunia internasional untuk meminta pertanggungjawaban Myanmar atas krisis Rohingya. Baca berita lengkapnya di sini.

Greta Thunberg terpilih sebagai Person of the Year 2019 oleh majalah TIME.

Aktivis muda berusia 16 tahun dari Stockholm tersebut berhasil menjadi subjek percakapan dan figur panutan berbagai kalangan dari seluruh dunia tahun ini. Dari seseorang yang menjadi melakukan protes seorang diri di luar kantor parlemen negaranya, sampai memimpin pergerakan muda di seluruh dunia. Selain dirinya, Lizzo, penyanyi dan rapper juga dinobatkan sebagai Entertainer of the Year 2019, sementara para pemrotes Hong Kong memenangkan Person of the Year Reader Poll. Baca berita lengkapnya di sini.

Olivia Newton-John tak bisa menahan tangis saat jaket yang dipakainya di Grease dikembalikan.

Begini ceritanya: Newton-John menjual jaket tersebut dan beberapa benda pribadi lainnya November lalu sebagai bagian dari usahanya mengumpulkan dana untuk pusat penelitian kanker miliknya. Jaket tersebut dilelang dan seorang laki-laki membeli jaket kulit legendaris tersebut dengan harga $243.000. Akan tetapi, pembeli tersebut mengembalikannya langsung kepada Newton-John karena menurutnya benda tersebut terlalu berharga untuk hanya disimpan di lemari. Newton-John didiagnosa dengan kanker payudara pada tahun 1992 dan saat ini sedang menjalani perawatan untuk kanker payudara stadium empat. Dia mendirikan Olivia Newton-John Cancer Wellness & Research Centre di dekat Melbourne pada tahun 2012. Baca berita lengkapnya di sini.

Baca dulu lima berita itu, lalu lanjutkan memilih 10 alas bedak terbaik ini. Siapa tahu kamu ingin membelinya di harbolnas!

podcast button