Tanya Psikolog: Bagaimana Mengenali Seorang Psikopat?

arti psikopat
Foto: www.freepik.com

Ketika mendengar seseorang yang telah menghilangkan nyawa orang lain, tak jarang kebanyakan orang akan menyebutnya dengan istilah 'psikopat'. Namun sesungguhnya, apa arti psikopat dan apakah serupa dengan sosiopat?

Simak penjelasan dari Nanda Putri Adhiningtyas, M. Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Biro Psikologi Metamorfosis Depok, yang akan membahas terkait arti psikopat dan penyebab seseorang mengalami gangguan tersebut.

Apa Arti Psikopat?

arti psikopat
Foto: www.canva.com

Arti psikopat biasanya digunakan sebagai istilah untuk “menggambarkan orang dengan ciri-ciri tidak peduli dengan perasaan orang lain, atau tidak memiliki empati. Kemudian ia tidak bisa memelihara suatu hubungan dengan cukup lama, serta tidak bisa bertanggung jawab terhadap norma atau peraturan,” paparnya.

Selain itu menurut Nanda, arti psikopat  juga menandakan bahwa ia tidak memiliki rasa bersalah, kontrol yang baik terhadap perilakunya, dan memiliki emosi yang labil atau tidak stabil.

“Namun sebenarnya istilah ini bukan istilah yang tepat kalau dalam bidang medis, yang lebih tepat adalah kepribadian antisosial. Atau ada juga yang mengatakan bahwa psikopat ini adalah gangguan dari kepribadian antisosial,” terangnya.

Menurut Psikolog yang satu ini, ada beberapa tanda-tanda dari seorang psikopat, yakni:

  • Tidak memiliki empati atau rasa kasihan kepada orang lain
  • Sering kali mengabaikan aturan atau norma-norma baik itu ada di agama, hukum, dan masyarakat
  • Merasa paling hebat, populer, dan penting
  • Sering melakukan manipulasi atau pembodohan kepada lingkungannya.

Psikolog yang satu ini menuturkan bahwa “secara epidemiologi, preferensi dari gangguan kepribadian antisosial ini adalah 2-4%  pada laki-laki dan 0,5-1 % pada wanita. Jadi lebih banyak laki-laki dua sampai tiga kali. Serta usianya banyak ditemukan pada rentan 20-44 tahun,” tuturnya.

Apakah ini merupakan perilaku yang tidak wajar?

“Ya. Karena pada orang yang normal mereka memiliki empati, rasa bersalah, dan memiliki kontrol yang cukup baik. Serta mereka juga memiliki emosi yang lebih stabil. Dan ini tidak ditemukan pada seorang dengan gangguan kepribadian antisosial atau dalam hal ini adalah orang dengan psikopat,” jawabnya.

Apakah Arti Psikopat Sama dengan Sosiopat?

Foto: www.canva.com

Secara sepintas, psikopat dan sosiopat ini terlihat mirip. Namun ada perbedaan antara keduanya. “Pada arti psikopat, ia tidak bisa merasakan emosi atau perasaan orang lain dan tidak memiliki atau merasakan emosinya sendiri,” katanya.

Meskipun mereka membaur dengan masyarakat secara fisik, tetapi ia tidak bisa membaur secara emosional. Ia tidak bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang pada orang sekitar.

Sedangkan pada sosiopat, “mereka masih bisa merasakan emosi di sekitarnya namun diabaikan, termasuk mengabaikan norma-norma di sekitarnya. Pada orang dengan sosiopat, mereka cenderung menghindar atau menarik diri dari lingkungan sekitar. Jadi ia lebih senang sendiri serta lebih senang untuk tidak terlibat dengan lingkungan sosialnya,” ujarnya.

Mengapa Seseorang Memiliki Gangguan Kepribadian Antisosial?

arti psikopat
Foto: www.canva.com

Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa seseorang mengalami gangguan kepribadian antisosial? Ternyata, terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial, di antaranya adalah:

Faktor biologis

Dalam hal ini adalah otak, di otak ada yang namanya amigdala yaitu sistem limbik yang mengatur tentang emotional learning. Salah satu tugas dari bagian ini adalah mengatur bagaimana seseorang bisa menentukan mana yang baik dan buruk, serta menentukan mana yang benar dan salah.

“Pada orang dengan kepribadian antisosial, bagian amigdalanya ini mengalami gangguan atau kerusakan. Sehingga mereka tidak bisa merasakan emosi dengan baik, serta tidak bisa membedakan mana yang baik dan benar,” ujarnya.

Faktor genetik

Ternyata, faktor genetik juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial.

“Jadi ketika orang tuanya memiliki gangguan kepribadian termasuk kepribadian antisosial, maka anak-anak atau keturunannya memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua dengan gangguan kepribadian. Meskipun ada faktor-faktor lain yang berpengaruh,” ungkap Psikolog yang satu ini.

Trauma masa kecil

Sesungguhnya, trauma masa kecil atau masa lalu juga bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kepribadian antisosial. “Terdapat beberapa pengalaman masa kecil yang bisa memengaruhinya, yakni pernah mengalami kekerasan baik itu secara fisik, seksual, sosial, psikologis, atau kombinasi di antaranya,” tutur Nanda.

“Bisa juga mereka memiliki pengalaman diabaikan atau pengalaman lain yang memberikan efek traumatis,” lanjutnya.

Pola asuh

“Bagaimana ia tinggal dan dibesarkan juga dapat memengaruhi atau menyebabkan seseorang berkembang memiliki gangguan kepribadian antisosial. Apakah ia dikembangkan dengan keluarga yang otoriter, penuh pengabaian, kerap melakukan kekerasan, dan sebagainya,” ucap Nanda.

“Keempat faktor tersebut secara berkesinambungan dapat memengaruhi seseorang untuk meningkatkan risiko terjadinya gangguan kepribadian antisosial,” tambahnya.

Mengapa Terkadang Mereka Tidak Merasa Memiliki Gangguan Perilaku Tersebut?

arti psikopat
Foto: www.pexels.com

Terkadang, individu yang psikopat tidak merasa bahwa mereka memiliki gangguan kepribadian antisosial. Hal ini disebabkan karena “mereka tidak memiliki emosi atau perasaan layaknya orang-orang pada umumnya,” ungkap Nanda.

“Mereka tidak merasa salah apabila melanggar peraturan, tidak merasa bersalah apabila menyakiti perasaan atau fisik orang lain. Mereka juga tidak merasa bersalah ketika melakukan perusakan barang-barang atau fasilitas umum. Jadi mereka tidak merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang tidak sepantasnya atau sesuai,” lanjutnya.

Sehingga mereka pun tidak sadar bahwa sebenarnya mereka yang abnormal atau di luar pada umumnya orang-orang.

Bagaimana Mendiagnosis Seseorang Mengalami Gangguan Psikopat?

Foto: www.rawpixel.com

Sesungguhnya, sulit untuk menentukan apakah seseorang memiliki kepribadian antisosial atau tidak. “Hal ini membutuhkan pemeriksaan yang mendalam dan membutuhkan waktu untuk mendiagnosis seseorang sampai ke gangguan kepribadian antisosial,” terang Nanda.

“Dari ciri-ciri yang telah dijelaskan di atas, setidaknya telah dialami sejak usia 15 tahun, kemudian ditegakkan minimal usia 18 tahun. Karena tadi ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki kepribadian antisosial, baik dari biologis, genetik, atau pengalaman masa kecil, dan pola asuh,” lanjutnya.

Pada kepribadian antisosial ini, “perilaku-perilaku yang ditampilkan juga bukan merupakan akibat dari penggunaan set narkotika, bukan gangguan dari kerusakan otak semata, dan bukan juga merupakan gangguan kepribadian lain. Jadi memang perlu dilakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui seseorang mengalami kepribadian antisosial,” ungkapnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Antisosial?

arti psikopat
Foto: www.pexels.com

Karena dalam mendiagnosis kepribadian antisosial ini tidak mudah dan tidak semata-mata terbentuk satu atau dua minggu sebelumnya, “jadi untuk pengobatan atau mengatasi gangguan kepribadian antisosial juga tidak mudah,” tuturnya.

“Biasanya terdapat kombinasi antara farmakoterapi dan psikoterapi secara rutin. Farmakoterapi adalah terapi dalam bentuk obat-obatan yang biasanya diberikan oleh psikiater atau dokter lain yang menangani. Serta diberikan psikoterapi atau terapi secara psikologis yang diberikan oleh psikolog secara rutin dan membutuhkan waktu yang cukup lama,” terangnya.

Namun, apakah nantinya bisa benar-benar sembuh?

“Ini akan tergantung pada proses yang dijalani oleh masing-masing orang, sehingga hasilnya akan berbeda-beda. Mungkin ada yang bisa dengan cepat, ada yang sedikit lama, atau ada juga yang sangat lama,” jawabnya.

Jika seseorang memiliki kepribadian antisosial dan “tidak ditangani dengan ketat dan tepat, maka akan berisiko menuju ke arah kriminalitas. Serta sangat mungkin hal itu bisa berhubungan dengan urusan hukum, baik itu didenda atau dipenjara,” paparnya.

Selain itu, “perilaku-perilaku pada orang dengan gangguan kepribadian antisosial juga sangat mungkin berbahaya secara fisik pada dirinya sendiri atau orang lain di sekitarnya,” imbuh Nanda.

Bagaimana Mencegah Agar Tidak Mengalami Gangguan Tersebut?

Foto: www.rawpixel.com

Karena gangguan kepribadian antisosial ini tidak berkembang dalam waktu yang singkat, sering kali memang gangguan ini berkembang dari sejak awal kehidupan.

“Jadi ketika masa kanak-kanak dan sudah terlihat adanya ciri atau tanda yang mengarah pada perilaku mengabaikan peraturan, tidak empati pada orang lain, dan tidak memiliki rasa bersalah, ada baiknya memang dikonsultasikan sesegera mungkin. Hal ini mencegah agar tidak berkembangnya perilaku gangguan antisosial,” saran Psikolog yang satu ini.

Selain itu, “memang peran lingkungan sangat berpengaruh. Apabila lingkungan memberikan penerimaan dan kehangatan, maka masa kecil anak-anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati dengan orang sekitar,” katanya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Saat di sekitar kita ada yang mengalami atau menjadi orang dengan kepribadian anti sosial, memang rasanya pasti sulit. “Karena mereka biasanya sudah mengganggu diri sendiri dan orang lain. Sehingga ada baiknya kita ajak untuk berkonsultasi dengan ahli, baik itu psikolog atau psikiater guna mendapatkan penanganan yang lebih tepat,” sarannya.

Namun perlu diingat bahwa “tidak mudah untuk mendiagnosis seseorang memiliki gangguan kepribadian, termasuk gangguan antisosial. Jadi orang awam tidak boleh melabeli atau men-judge seseorang memiliki gangguan kepribadian tersebut,” ungkapnya.

Sehingga “apabila kita menemui orang-orang dengan ciri yang telah disebutkan, maka baiknya segera dikonsultasikan dengan ahli di bidangnya, baik itu psikolog maupun psikiater. Dan penanganan yang lebih cepat maka kemungkinan untuk sembuhnya semakin lebih baik,” pesannya.