Bagaimana Cara Mengatasi Perasaan Ilfil Terhadap Pasangan

arti ilfil
Foto: www.gettyimages.com

Ketika berada di depan pasangan, tentunya sering kali kita menjaga sikap agar tidak membuatnya ilfil. Namun, apa arti ilfil sebenarnya? Dan apakah perasaan itu akan berdampak pada kehidupan kita dan pasangan?

Simak penjelasan dari Yohana Laura Juwita, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Okadoc dan Living Room Primasaga Strategic yang akan menjawab pertanyaanmu terkait arti ilfil dan cara mengatasinya.

Apa Arti Ilfil?

arti ilfil
Foto: www.freepik.com

“Arti ilfil adalah suatu perasaan dan tanggapan mengenai tindakan orang lain yang bertentangan dengan diri sendiri sehingga menimbulkan ketidakcocokan. Bagi orang yang sudah lama mengenal, munculnya perasaan ilfil bisa mengakibatkan suatu kekecewaan terhadap suatu tindakan yang tidak sesuai dengan keinginan diri,” jelasnya.

Menurut Laura, penyebab seseorang bisa merasakan ilfil adalah sangat subjektif. “Tergantung dari pemikiran maupun kebiasaan masing-masing individu. Kondisi ini berawal dari ketidakcocokan ketika kita tidak bisa menerima perilaku atau tindakan orang lain, sehingga akhirnya kita menilainya sebagai kekurangan,” imbuhnya.

Yang menurut kita itu adalah kekurangan, belum tentu menurut orang lain juga suatu kekurangan. “Kemudian ketika kita dan orang lain menilai kekurangan seseorang pun, belum tentu orang lain merasakan ilfil seperti yang kita rasakan,” tuturnya.

“Jadi, penyebab ilfil bisa juga dikatakan sebagai perilaku di mana kita tidak bisa menerima kekurangan orang lain. Serta setiap orang punya persepsi masing-masing untuk menilai tindakan orang lain yang membuat ilfil,” ujar Laura.

Apakah Perasaan Ilfil Dapat Berdampak pada Kehidupan?

Foto: www.xframe.io

Sebenarnya, merasa ilfil merupakan hal yang wajar selama tidak mengganggu kenyamanan diri sendiri maupun orang lain. “Karena setiap orang memiliki kekurangan maupun kelebihan. Setiap orang juga memiliki standar penilaian terhadap tindakan orang lain, baik yang disuka atau tidak,” paparnya.

Baca Juga :  Kenapa ya, Sampai Sekarang Kamu Belum Bertemu Cintamu?

Namun ketika ilfil sudah mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang lain, “maka hal tersebut akan memengaruhi atau berdampak pada kehidupan kita,” ucapnya.

“Karena perilaku orang yang membuat ilfil bisa tertanam dipikiran kita, dan pikiran pun akan dipenuhi dengan hal negatif dari perasaan ilfil tersebut. Kemudian akan memengaruhi emosi kita sehingga dapat membuat kita kurang fokus terhadap hal lain yang mungkin lebih penting,” lanjutnya.

Selain itu, bisa juga ketika kita menemukan orang lain yang memiliki perilaku yang sama dan “hal tersebut dapat membuat kita merasa ilfil juga. Padahal belum tentu orang lain berpikiran sama seperti yang kita pikirkan,” kata Laura.

Bagaimana Jika Kita Merasa Ilfil Terhadap Pasangan?

arti ilfil
Foto: www.freepik.com

“Perasaan ilfil kepada seseorang bukan berasal dari kebiasaan buruk orang lain, tetapi dari rasa tidak suka kita terhadap perilaku orang lain. Ketika kita merasa ilfil kepada orang lain maupun kepada pasangan sendiri, kita perlu menelusuri penyebabnya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Setelah menyadari penyebab dari perasaan tersebut, “kita bisa mempertimbangkan apakah masih bisa menerima perilaku tersebut atau tidak. Kalau masih sesuai dengan aturan atau norma, dan hanya kebiasaan, mungkin kita bisa menerima serta menyesuaikan diri dengan perilaku pasangan. Sehingga lama-kelamaan kita bisa tidak ilfil lagi karena sudah terbiasa,” terangnya.

“Misalnya saja kebiasaan pasangan yang mendengkur ketika tidur. Mungkin bagi sebagian orang itu membuat ilfil. Namun ketika kita bisa menerima dan mulai membiasakan diri untuk mengerti perilaku tersebut, maka lama kelamaan kita tidak merasa terganggu lagi atau tidak merasa ilfil dengan hal tersebut,” papar Psikolog Klinis yang satu ini.

Namun, “apabila perilakunya sudah menyalahi aturan atau norma yang membuat mengganggu hubungan, maka hal tersebut perlu ditangani lebih lanjut dengan melakukan penyelesaian masalah oleh keduanya. Misalnya, ilfil karena pasangan yang sering melakukan kekerasaan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mengapa Seseorang Menjadi Bucin?

Apakah Bisa Mencegah Munculnya Rasa Bertentangan Terhadap Pasangan?

Foto: www.freepik.com

Menurut Laura, “bisa. Caranya adalah kita perlu mengerti dan menyadari terlebih dahulu bahwa setiap orang memiliki kebiasaan, kelebihan, maupun kekurangan masing-masing,” jawabnya.

“Apabila bisa menerima perbedaan tersebut, maka kita akan dapat mengerti mengapa pasangan bertindak demikian. Serta perasaan kita menjadi tidak terganggu ketika melihat perilaku pasangan yang tidak sesuai dengan dengan diri kita,” ujarnya.

Lantas, apakah rasa ilfil ini perlu kita sampaikan pada pasangan?

“Tentu kita perlu mempertimbangkan kepribadian pasangan. Jika memang pasangan memiliki sikap terbuka dan mau menerima, maka tidak masalah untuk mengungkapkannya karena dapat menjadi sebuah feedback terhadapnya. Selain itu biasanya akan menimbulkan rasa nyaman ketika sama-sama saling mengetahui permasalahan yang ada,” jawabnya.

Akan tetapi, bisa saja pasangan merasa tersinggung ketika kita mengungkapkan perasaan tersebut. “Jadi harus diperhatikan baik itu kepribadiannya, orangnya, mood, maupun situasi dan kondisi yang memungkinkan,” lanjut Laura.

Bagaimana Jika Pasangan yang Ilfil Terhadap Kita?

arti ilfil
Foto: www.freepik.com

Sebenarnya tergantung situasi yang ada. “Apabila kita tidak terganggu dengan hal tersebut, maka tidak menjadi masalah. Namun, apabila mengganggu aktivitas, maka kita perlu menyelesaikan hal tersebut,” katanya.

Salah satu contohnya adalah “kita bisa introspeksi diri, apakah perilaku kita ada yang salah atau tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku, atau mungkin tidak sesuai orang lain. Sehingga kita bisa memodifikasi perilaku kita menjadi lebih baik dan diterima dilingkungan,” sarannya.

Namun, adakah tanda untuk mengenali bahwa pasangan telah ilfil terhadap kita?

“Biasanya ketika kita sudah sering berinteraksi dengan orang lain, namun suatu ketika orang tersebut memunculkan perilaku yang tidak seperti biasanya. Atau terdapat perubahan perilaku yang tadinya menyenangkan menjadi tidak menyenangkan ketika berinteraksi dengan kita, maka itu bisa menjadi sebuah tanda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasangan Sepertinya Mau Putus? Coba Perhatikan Kata-Kata yang Digunakannya

“Selain itu, mungkin saja terdapat hal yang tidak disukai orang tersebut kepada kita. Namun, kita perlu mencari tahu secara lebih lanjut apabila itu dikarenakan ilfil atau mungkin terdapat permasalahan lain. Karena terkadang, tidak semua orang memperlihatkan perasaan ilfil secara langsung kepada orang yang bersangkutan,” lanjut Laura.

Adakah Cara Untuk Mencegah Agar Seseorang Tidak Ilfil Terhadap Kita?

Foto: www.freepik.com

Tentunya kita bisa mengantisipasi dengan berperilaku sesuai dengan tuntutan lingkungan. “Ketika berinteraksi dengan seseorang, misalnya atasan, maka kita bisa mencari tahu kebiasaan, kesukaan, atau pun hal yang tidak disukai atasan atau orang lain. Sehingga kita bisa mencegah untuk tidak membuat orang lain ilfil kepada kita,” sarannya.

“Hal tersebut, bisa dilakukan asalkan kita tetap nyaman menjalankannya. Apabila tidak, sebaiknya kita tetaplah berperilaku sebagaimana diri kita, menjadi diri kita sendiri atau be yourself. Karena kembali lagi, standar kelebihan maupun kekurangan orang lain sangatlah subjektif yang belum tentu bisa kita kontrol,” tambahnya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

Laura mengingatkan bahwa “mari kita saling mengerti dan menerima kekurangan masing-masing. Jangan hanya melihat orang lain dari sisi negatifnya saja, akan tetapi lihat juga sisi positif yang ia miliki dengan melihat kekurangan atau pun kelebihan yang dimiliki orang lain,” anjurnya.

Ia juga berpesan untuk “mulailah mengevaluasi diri dengan melakukan introspeksi apa yang sudah baik di diri kita dipertahankan dan dioptimalkan lagi. Sementara untuk yang belum baik, maka bisa diperbaiki. Intinya, mari fokus terhadap permasalahan diri sendiri, love yourself and others untuk membuat kesehatan mental kita lebih baik,” pesannya.