Bagaimana Mengetahui Bahwa Kita Mencintai Orang Tepat

Arti cinta
Foto: www.freepik.com

Kebanyakan orang pasti sudah akrab dengan istilah cinta. Atau mungkin kamu termasuk orang yang sering mengungkapkannya. Namun, tahukah kamu arti cinta yang sebenarnya? Dan apakah arti cinta akan sama dengan suka dan sayang?

Untuk mengetahui jawabannya, LIMONE telah menghubungi Auliya Ulil Irsyadiyah, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis dari @paradigma.sdc yang akan membahas terkait arti cinta dan ciri bahwa seseorang sedang jatuh cinta.

Apa Arti Cinta?

Arti cinta
Foto: www.unsplash.com

“Kalau kita berbicara tentang arti cinta, mungkin akan sulit disimpulkan hanya dengan satu sudut pandang. Mungkin makna cinta untuk satu orang dengan yang lain akan berbeda. Orang A bisa merasa dicintai atau mencintai ketika ada perhatian atau kedekatan yang lebih. Namun bagi orang lain, cinta itu adalah ketika berkomitmen bersama,” jelasnya.

Auliya menambahkan bahwa terdapat satu teori yang dikemukakan oleh Robert Jeffry Sternberg tentang segitiga cinta atau yang sering dikenal dengan Triangular Theory of Love. Di dalam teori tersebut dijelaskan adanya 3 komponen yang ada dalam cinta, yaitu:

  • Intimacy, yaitu kedekatan emosional, kehangatan, afeksi, atau kasih sayang.
  • Passion, dorongan yang ada dalam diri seseorang yang biasanya berkaitan dengan hasrat fisik atau seksual.
  • Commitment, yakni bagaimana seseorang bisa memiliki dan mempertahankan hubungan yang dewasa atas dasar komitmen.

Apakah Suka, Sayang, dan Cinta Adalah Hal yang Berbeda?

Foto: www.freepik.com

Katanya, suka, sayang, dan cinta merupakan hal yang berbeda. Kabar baiknya Auliya juga menuturkan hal yang sama. “Suka, sayang, dan cinta mungkin memang memiliki arti yang berbeda-beda. Kalau dilihat dari teori segitiga cinta, memang ada beberapa jenis atau tipe cinta,” ujarnya.

Liking

Yang pertama adalah liking atau suka. Biasanya perasaan ini akan muncul karena adanya kedekatan saja, atau lebih dominan intimacy yang muncul. “Jadi biasanya berdasarkan orang tersebut perhatian atau tidak, memberikan kehangatan atau tidak, memberikan afeksi (kasih sayang) atau tidak,” katanya.

Infatuation

“Ini cinta yang biasanya hanya terdiri dari komponen passion saja. Biasanya lebih mengutamakan ketertarikan fisik atau seksual, misalnya cantik dan ganteng. Biasanya tipe cinta ini terjadi di awal hubungan yang sering disebut dengan cinta pandangan pertama,” papar Auliya.

Empty love

Tipe cinta yang satu ini hanya terdiri dari komponen komitmen saja, tetapi tidak ada kedekatan dan passion. Auliya menuturkan bahwa biasanya jenis ini akan terjadi pada hubungan atau pasangan yang menikah karena perjodohan.

“Jadi kalau apa perbedaannya, mungkin bisa disimpulkan sendiri. Tetapi yang pasti, cinta itu adalah wadahnya. Kemudian di dalamnya itu ada jenis-jenisnya, baik itu suka, empty love, dan masih banyak yang lain. Sementara kalau sayang itu lebih ke afeksi atau keinginan untuk mungkin memberikan perhatian, kehangatan, dan perlindungan,” terangnya.

Bagaimana Ciri-ciri Seseorang yang Sedang Merasakan Cinta?

Arti cinta
Foto: www.pexels.com

“Setiap orang pasti punya rasa cinta, hal itu tergantung di mana ia menempatkannya. Baik itu cinta kepada orang tua, pasangan, adik, kaka, atau suami. Tentu rasa cinta kepada orang tua dan pasangan akan memiliki tempat dan jenis yang berbeda-beda,” kata Auliya.

“Kalau dengan pasangan, tentu ada ketertarikan fisiknya (passion). Jadi kalau ditanya ciri merasakan cinta, maka semua orang hidup meski hanya setitik pasti memiliki dan merasakan cinta. Biasanya memang ketika ia dalam hidupnya dipenuhi oleh rasa cinta dari lingkungannya, akan banyak energi positif yang ia rasakan,” imbuhnya.

Namun hal ini akan berbeda dengan orang yang jatuh cinta. Seperti kata pepatah, dunia serasa milik berdua, akan ada banyak sekali perbedaan perilaku yang dapat terlihat.

“Mungkin terlihat lebih senang, lebih semangat menjalani hari-hari, dan muncul rasa perhatian serta peduli terhadap orang yang dicintai,” lanjutnya.

Lantas, apakah cinta akan berdampak pada kehidupan seseorang?

“Sebetulnya mencintai dan menyukai seseorang itu akan berjalan dengan alami. Jadi kalau berdampak atau tidak, tentu tidak bisa dipastikan jawabannya. Kalau misalnya seseorang yang bisa belajar, maka (cinta) akan bisa berdampak. Karena dia mungkin akan menjadi lebih tahu bahwa saat ini hubungannya dengan pasangan berada di kategori atau komponen cinta yang mana,” jawabnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Kita Telah Mencintai Orang yang Tepat?

Foto: www.freepik.com

Sebenarnya, “tidak ada kriteria khusus yang menandakan bahwa orang ini tepat atau tidak untuk kita, kecuali kita sendiri yang menentukannya. Kita akan tahu bahwa orang ini tepat atau tidak ketika kita bisa menerima dan mentoleransi hal yang bahkan selama ini tidak kita suka,” ungkap Psikolog Klinis yang satu ini.

“Biasanya kita perlu mengukur bahwa diri kita sendiri adalah orang yang seperti apa dan apakah bisa hidup selamanya dengan orang yang seperti A, bersama dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Jadi kuncinya adalah mengenali dulu diri kita seperti apa,” sarannya.

Auliya memberikan contoh,  yakni “misalnya sebagai perempuan saya orang yang cukup dominan, suka berdiskusi, membicarakan banyak hal. Sehingga sebisa mungkin mendapat pasangan yang tidak penakut, bisa saling berdiskusi, dan bisa berargumentasi dengan baik serta masuk akal,” tuturnya.

Namun bagaimana jika ternyata pasangan bukanlah orang yang tepat? Menurut Auliya, perlu diperhatikan terlebih dahulu kategori tepat atau tidaknya seperti apa. “Apakah misalnya mencintai orang yang ternyata dia toxic, melakukan kekerasan fisik dan verbal,” ucapnya.

Kesimpulan

Foto: www.pexels.com

Arti cinta mungkin berbeda untuk setiap orang. Namun, idealnya perasaan yang dialami membuat kita merasa disayangi, diperhatikan, dan dihargai. Itulah sebabnya, penting untuk mengecek apakah hubungan cinta yang kamu alami membuatmu bahagia atau sebaliknya.

Jika merasakan cinta pada seseorang, tapi ternyata dia toxic

“Pertimbangkan apakah ini membuatmu bahagia atau tidak. Serta pertimbangkan apakah ini bermanfaat untukmu atau tidak. Ketika lebih banyak hal yang tidak baik yang justru diterima, maka  mengakhiri mungkin akan menjadi salah satu opsi di hidup kamu. Apalagi jelas jika kamu atau bahkan keduanya justru tersakiti,” sarannya.

Psikolog Klinis ini juga menegaskan bahwa “cinta itu bukan dicari. Tetapi kita yang membuat dengan versi diri kita sendiri, serta dibentuk, dijaga, dan terus disuburkan,” tutupnya.