Mana yang Terbaik untukmu: Zoom, Google Meet atau Microsoft Teams?

Foto: www.gettyimages.com

Banyak hal yang berubah selama beberapa bulan belakangan akibat pandemik COVID-19. Selain perubahan berat badan dan ritual cuci tangan yang pelan-pelan menjadi sebuah obsesi, pertemuan sosial sekarang dilakukan lewat aplikasi video conference. Alhasil, ketergantungan terhadap aplikasi video chatting semakin meningkat setiap hari. Pasalnya, kamu harus mengobrol dengan bos, mengucapkan hello pada pasangan yang terdampar di negeri antah berantah, atau berkomunikasi dengan guru si kecil—hampir setiap hari. Ada banyak pilihan aplikasi video conference di luar sana, dan kali ini mari membicarakan tiga di antaranya: Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams. Jika kamu masih bingung harus memilih yang mana, semoga penjelasan di bawah ini membantu.

Zoom

Foto: www.gettyimages.com

Beranikah kita bilang bahwa pandemik ini membawa keuntungan untuk Zoom? Soalnya, sebelum coronavirus menyebar bisa dipastikan banyak orang (termasuk kamu?) belum pernah mendengar aplikasi ini. Namun, hei, segalanya berubah ketika mayoritas penduduk Bumi ini harus belajar dan bekerja dari rumah!

Zoom menjadi salah satu aplikasi video conference paling banyak diunduh, dan karena alasan yang masuk akal. Di antaranya, program ini bisa berfungsi di segala jenis platform, termasuk Linux! Oh, wow! Pemakaian yang mudah dan kualitas audio dan video yang sangat bagus juga menjadi alasan kenapa aplikasi ini memiliki banyak penggemar.

Selama pertemuan, kamu juga bisa membagikan video, dokumen, gambar melalui fitur chat-nya. Setelah diterima, semua partisipan rapat tersebut bisa menerima dan melihat/mengunduhnya.

Oh, dan satu lagi yang membuat Zoom super istimewa: fiturnya yang memungkinkan kamu memilih latar belakang sesuai dengan suasana hati dan mimpimu. Bermimpi punya rumah mewah? Silakan pilih latar belakangnya. Fitur ini juga bisa membuatmu terhindar dari kejadian tidak menyenangkan, seperti ketahuan memiliki selingkuhan. Oopsss.

Zoom menawarkan opsi gratis dan berbayar. Untuk opsi gratis, rapat bisa melibatkan sampai 100 orang dan berlangsung selama 40 menit. Nah, saat waktu tersebut habis, kamu selalu bisa memulai rapat baru dan mengirimkan link-nya kepada orang lain. Ugh, tidak bisa dipungkiri hal ini cukup menyebalkan. Mau hal menyebalkan itu hilang? Kamu selalu bisa melakukannya dengan mengambil opsi berbayar (ada banyak pilihan). Ohya, rapat one-on-one tidak memiliki batas waktu, bahkan untuk versi gratis!

Oh yes, keamanan Zoom menjadi kekhawatiran banyak orang beberapa bulan belakangan, tapi sepertinya perusahaan ini bekerja keras untuk mencari solusinya. Zoom 5.0 menawarkan rapat yang sepenuhnya dienkripsi dan alat kendali yang bisa dipakai untuk menentukan siapa yang boleh atau tidak ikutan rapat. Fitur ini termasuk Waiting Room dan tombol Report User untuk menghindari “zoomboombing“.

Google Meet

aplikasi video conference
Foto: www.gsuite.google.com

Sebelum permintaan terhadap aplikasi video conference meningkat, Google Meet hanya tersedia untuk pebisnis dan profesional yang memiliki akun G Suite. Akan tetapi, yep, bulan ini Google meluncurkan versi gratisnya. Ini artinya, setiap orang memiliki akses untuk memakai Google Meet secara gratis. Untuk akun personal, kamu bisa mengadakan konferensi video berdurasi 60 menit dengan melibatkan hingga 100 orang. Di sini, kamu juga berbagi layar dan dokumen secara gratis. Tapi jika ingin merekam atau menyimpan rapat, kamu harus memiliki akun G Suite.

Dari sisi dashboard, milik Meet lebih berantakan dibandingkan dengan Zoom. Sejumlah penempatan tools juga terbilang tidak terlalu intuitif, tapi masih bisa digunakan dengan mudah. Kamu bisa melihat semua orang dalam satu layar, dengan profil pembicara utama diperbesar di tengah layar.

Dan tidak mau kalah dengan saingannya, Google terus menambahkan fitur-fitur baru. Termasuk, tile view yang memungkinkan 16 orang terlihat pada saat bersamaan (mirip Zoom, ya?). Selain itu, muncul juga fitur background noise filtering yang bisa mengganggu keseriusan rapatmu (suara orang makan, contohnya).

Bagaimana dengan unsur keamanannya? Google mengklaim bahwa video chat-nya sangat aman, dengan fitur kontrol yang memungkinkan penggunanya mendepak atau menolak memberikan akses kepada partisipan lain. Selain itu, ID rapat yang kompleks membuat komunikasi di dalamnya aman. Namun, sebuah laporan menemukan kebijakan privasi Meet mengijinkan pengumpulan sejumlah data selama video call. Well

Oh, jangan lupa opsi gratis ini hanya tersedia sampai 30 September! Jadi, manfaatkan selagi bisa.

Microsoft Teams

aplikasi video conference
Foto: www.news.microsoft.com

Berhubung aplikasi ini memang lebih ditujukan untuk bisnis, Microsoft Teams menawarkan banyak fitur yang memudahkan pekerjaan.

Kelebihan utama program ini adalah integrasinya dengan Office 365 dan tools Microsoft lainnya, seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Tidak hanya bisa mengobrol, pengguna juga bisa berbagi dan berkolaborasi mengedit dokumen Office dengan partisipan lainnya in real time. Semua tools ini bisa diakses dari layar yang sama, sehingga memang sangat efisien untuk tim kerja (sesuai dengan namanya, ‘kan?).

Sama seperti Zoom dan Meet, Microsoft Teams juga menyediakan opsi berbayar dan gratis untuk Android, iOS and Windows. Untuk kamu yang tidak memiliki subskripsi Office 365, tersedia versi gratis yang bisa unduh sebagai servis mandiri dengan menggunakan alamat email kamu. Sementara untuk soal keamanan, Microsofot memproklamirkan (menyindir Zoom secara halus) bahwa aplikasi ini sangat aman.

Dan menjawab kebutuhan para pekerja selama masa pandemik COVID-19, Teams melakukan banyak penyesuaian mulai dari six-month free trial untuk Office 365, sampai penambahan partisipan menjadi 250 orang. Namun, setelah lebih dari 20 orang ikut video call, beberapa fitur akan mati secara otomatis, termasuk automatic replies dari Outlook dan status messages.

Perkembangan jumlah partisipan yang terlihat di layar juga bertambah, dari empat menjadi sembilan orang. Meski tetapi kalah dibandingkan Zoom yang bisa memperlihatkan 49 partisipan dalam satu layar.

Dan yang terbaru, Microsoft memperkenalkan fitur “tunjuk tangan” sehingga para peserta rapat bisa melihat siapa yang mau bicara. Plus, fitur efek background blur untuk desktop dan perangkat iOS agar bisa fokus hanya pada wajah pengguna (jadi jangan lupa pakai concealer).

Oh, oh satu yang keren: fitur live caption untuk perangkat iOS dan Android yang membuat kamu bisa mengetahui video tanpa meng-unmute. Dan fitur ini juga memudahkan mereka yang memiliki kemampuan pendengaran minimal/rusak untuk ikut rapat. Sayangnya, fitur ini masih tersedia dalam bahasa Inggris. Satu lagi, rencananya akhir bulan ini Microsoft berencana untuk merilis multi-window chat. Gercep, ya!

Selanjutnya: Etiket rapat video yang harus kamu perhatikan.

podcast button