Tanya Ahli: Apakah Jenis Kulit Kita Bisa Berubah?

Foto: www.shutterstock.com
Terakhir diperbarui:

Apakah kamu selamanya akan memiliki jenis kulit yang sama, seperti sebut saja tinggi badan atau bentuk jempol—atau bisa berubah? LIMONE bertanya kepada dr. Irene Dorthy Santoso, Sp.DV, seorang Dermatovenereologist dan Staf Pengajar Bagian Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Baca penjelasan lengkapnya tentang bagaimana jenis kulit berubah dan apa yang bisa dilakukan saat itu terjadi.

Apakah Tipe Kulit Bisa Berubah?

jenis kulit berubah
Foto: www.stocksy.com

Mari menyimpan unsur suspense dan thrill untuk film yang kamu tonton weekend ini. Dan ini jawaban langsung untuk pertanyaan di atas: "Pada prinsipnya jenis kulit tidak bisa berubah tiba-tiba," jelas Irene. "Yang terjadi adalah tanpa kita sadari banyak hal di sekitar kita yang dapat mengubah tampilan kulit, termasuk saat kita memberikan perlakuan atau treatment untuk memperbaiki kualitas kulit," tambahnya.

Oh, Dokter Irene menekankan bahwa ketika kita berbicara tipe kulit, maka yang perlu diingat adalah "yang akan dibahas adalah tipe kulit tubuh secara keseluruhan, bukan hanya kulit wajah saja."

Merujuk pada perlakukan atau treatment yang disebutkan di atas, contoh sederhana adalah saat kita mencari produk kosmetik yang cocok untuk kulit berminyak, karena kita memiliki kulit cenderung berminyak.

"Secara tidak langsung kosmetik yang digunakan tersebut akan mengurangi kadar minyak di wajah, tetapi bukan berarti jenis kulit kita kemudian berubah dari berminyak menjadi normal," jelasnya.

Normal, kering, berminyak dan kombinasi adalah pembagian jenis kulit secara umum. Lebih spesifik lagi, berdasarkan Baumann skin type, terdapat 16 tipe jenis kulit yang berbeda. Gambar di bawah ini merupakan penjelasan lengkap tentang tipe jenis kulit.

Baca Juga :  Butuh Pencerahan: Bagaimana Cara Menghilangkan Bibir Hitam?
jenis kulit berubah

Apa Saja yang Menyebabkan Tipe Kulit Berubah? 

jenis kulit berubah
Foto: www.unsplash.com

Perlu diingatkan sekali lagi bahwa perubahan tipe kulit ini tidak hanya terbatas pada wajah, tapi untuk kulit secara keseluruhan, tegasnya.

Irene menjelaskan bahwa biasanya perubahan atau pergantian kulit terjadi secara perlahan-lahan, "karena siklus pergantian kulit normal membutuhkan waktu 21-28 hari."

Dan secara umum, banyak hal yang dapat menyebabkan jenis kulit berubah. Namun, menurutnya semua penyebab ini bisa dibagi menjadi dua faktor utama.

Faktor intrinsik 

Alias, faktor yang berasal dari dalam tubuh kita sendiri. Faktor ini termasuk:

  • Perubahan hormonal, yakni saat menopause maka kulit akan menjadi lebih kering dibandingkan sebelum menopause.
  • Penyakit. Terdapat beberapa jenis penyakit yang berpotensi untuk menyebabkan kulit menjadi lebih kering. Termasuk dermatitis atopik, psoriasis, iktiosis, infeksi HIV, gagal ginjal, kepanasan.
  • Penuaan. "Ketika seorang perempuan mengalami penuaan, maka produksi kelenjar minyak akan menurun, sehingga menyebabkan kulit lebih kering. Hal ini sedikit berbeda pada laki-laki, di mana produksi kelenjar minyak cenderung lebih stabil walaupun mengalami penuaan," jelasnya.
Faktor ekstrinsik

Di sini kita membicarakan faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh. Di antaranya:

  • Diet (makanan dan minuman). "Sering mengonsumsi junk food, minum air kurang dari 6-8 gelas per hari, serta kebiasaan minum kopi dan teh dapat meneybabkan kekeringan kulit," jelasnya. "Terkait dengan puasa, usahakan untuk mengonsumsi air minimal 1,6 liter per hari untuk tetap mempertahankan kelembapan kulit."
  • Gaya hidup. Dalam hal ini adalah kebiasaan merokok, beraktivias di ruangan ber-AC, kebiasaan mandi dengan air panas (lebih dari 36°C), penggunaan sabun yang tidak mengandung pelembap—berpotensi menyebabkan kekeringan pada kulit.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi secara rutin. Antara lain, obat diuretik (menyebabkan cairan tubuh banyak terbuang), obat kolesterol golongan statin, obat anti hipertensi golongan β blocker, isotretinoin (turunan vitamin A) yang menyebabkan kulit menjadi lebih kering. 
  • Skin care. Termasuk pilihan skin care yang bertujuan untuk mengurangi kadar minyak ataupun untuk melembapkan kulit.
  • Perubahan iklim atau cuaca, yakni musim dingin ataupun musim gugur akan menyebabkan kulit kita menjadi lebih kering dibandingkan musim panas. Begitu pula sebaliknya.
  • Faktor lingkungan, seperti radiasi UV dan polusi udara yang berpotensi menyebabkan kekeringan kulit.
Baca Juga :  6 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kulit yang Wajib Kamu Tahu

Apakah Tipe Kulit yang Berubah adalah Sesuatu yang Negatif?

jenis kulit
Foto: www.gettyimages.com

Phew, banyak ya, yang ternyata yang bisa mempengaruhi perubahan jenis kulit.

Oh, apakah perubahan kulit adalah sesuatu yang harus membuat kita cemas dan panik?

"Tidak bisa disimpulkan bahwa perubahan kulit merupakan sesuatu yang negatif ataupun positif—tergantung sudut pandang kita masing-masing. Karena, bagi pasien dengan kulit yang cenderung berminyak, maka perubahan kulit menjadi lebih kering merupakan hal yang menyenangkan. Akan tetapi, bagi pasien dengan kulit yang sudah cenderung kering, ketika terjadi perubahan iklim menjadi lebih dingin, dan membuat kulit menjadi lebih kering, bahkan pecah-pecah, maka merupakan hal yang tidak mengenakkan," jelasnya.

Terlepas dari hal tersebut, prinsip utama yang menurut Irene yang harus diingat adalah: mempertahankan kondisi kulit yang sehat dan optimal.

"Satu hal yang pasti, kita wajib mengetahui jenis kulit kita sendiri, dan bagaimana mempertahankan kulit dalam kondisi sehat dan optimal," tegasnya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Kulit Berubah?

Foto: www.istockphoto.com

"Pertama-tama pikirkan mengapa kulit kita bisa berubah untuk mencari penyebabnya. Identifikasi penyebabnya, apakah karena faktor internal atau eksternal. Dan upayakan agar penyebabnya dapat diatasi terlebih dahulu," anjurnya.

Lalu? "Jika penyebabnya sudah diatasi, namun kulit belum kembali normal seperti kondisi awalnya, maka yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mengatasi situasi ini. Bila dirasa terlalu kering, maka dapat diberikan pelembap. Apabila dirasakan terlalu berminyak (umumnya kulit wajah), maka dapat dibantu dengan pemberian astringen untuk mengurangi kadar minyak di wajah," sarannya.

Pertanyaan penting: dalam situasi ini, kapan dokter kulit harus dilibatkan?

"Ketika seluruh usaha sudah dilakukan, tetapi perubahan kulit belum menunjukkan perbaikan," jelasnya. Ini termasuk ketika kamu sudah mengubah produk skin care yang sesuai dengan jenis kulit kita saat ini, tapi tepat saja perubahan jenis kulit saat ini menyebabkan rasa tidak nyaman. Atau ketika perubahan jenis kulit ini menimbulkan permasalahan dan keluhan.

Baca Juga :  6 Manfaat Brown Sugar untuk Kesehatan yang Wajib Kamu Tahu

Jika hal-hal di atas terjadi, "sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit," tekannya.

Selanjutnya: Dan ini panduan memilih produk anti-aging menurut ahli kulit.