Ingin Mencoba Krim Pemutih Wajah? Baca Dulu Penjelasan Penting Ahli Kulit Ini

Foto: www.rawpixel.com

Karena satu dan berbagai alasan, kamu memutuskan untuk mencoba cream pemutih wajah. Namun, sebelum melakukannya, ada baiknya kamu mengetahui bagaimana cara memilih krim pemutih wajah yang tepat dan nyaman. Yep, berhubung wajah kita cuma satu, jadi sangat dipahami jika kita super selektif saat ingin mencolekkan sesuatu ke atasnya. Terutama, karena tidak bisa dipungkiri banyak cerita horor yang sering kita dengar tentang cream pemutih wajah!

Untuk mendapatkan informasi lengkap seputar krim pemutih wajah ini, LIMONE menghubungi dr.Annisa Anjani RamadhanSpDV, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, di Kinara Clinic, Jakarta dan PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia), Jakarta.

Apa yang Terkandung di dalam Produk Cream Pemutih Wajah?

cream pemutih wajah
Foto: www.gettyimages.com

“Saat ini sebetulnya istilah yang lebih tepat adalah krim pencerah,” ujar Dokter Annisa, memberikan istilah yang lebih tepat.

Mengapa nama tersebut lebih tepat? “Karena sebetulnya krim yang dimaksud maksimal hanya dapat mencerahkan warna kulit kita hingga setara dengan warna kulit kita di area pergelangan tangan bagian dalam,” jelasnya.

Dan saat sebuah produk mengklaim ‘krim pemutih’ atau ‘krim pencerah’, umumnya zat yang terkandung di dalamnya bekerja dengan menekan produksi melanin (zat warna di kulit) dan menghancurkan melanin yang telah terdistribusi di sel kulit.

Selain menekan produksi melanin dan menghancurkan melanin yang terlanjur terbentuk, biasanya krim pencerah kulit juga dapat merangsang regenerasi kulit. Tujuannya, agar lebih cepat berganti dengan sel kulit baru yang lebih sehat dan cerah.

“Krim pencerah kulit dapat mengatur distribusi melanin menjadi lebih merata, sehingga kulit menjadi cerah merata bila digunakan dengan benar dan mengandung bahan yang aman,” tekannya.

Seberapa Efektif Krim Ini Memutihkan Wajah?

cream pemutih wajah
Foto: www.unsplash.com

Silakan menyebut LIMONE pesimis, tapi mengetahui jawaban ini penting karena tidak ingin membuang-buang duit yang kita dapatkan dari hasil keringat dari pori-pori yang sepertinya semakin membesar. Apakah krim pencerah ini efektif?

“Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, krim yang pencerah maksimal hanya dapat mencerahkan warna kulit kita hingga setara dengan warna kulit kita di area pergelangan tangan bagian dalam,” tuturnya.

Di sini kamu harus ekstra hati-hati: “Apabila kulit dapat menjadi lebih putih dalam waktu cepat sehingga tampak tidak natural, boleh jadi krim tersebut mengandung zat berbahaya, seperti merkuri.”

Dan untuk umur hasilnya, Dokter Annisa mengatakan bahwa faktor penyebab kulit yang menggelap menjadi penentu. Sebut saja, faktor penyebab kulitmu menggelap adalah sinar UV. Maka jika tidak dirawat dan dilindungi dari sinar UV, kulit yang sudah cerah dapat menjadi gelap kembali, ujarnya.

Selain itu, faktor spektrum warna kulit asli juga mempengaruhi tingkat kecerahan kulit. Mengacu spektrum warna kulit di dunia menurut Fitzpatrick, ada enam tipe warna kulit, mulai dari yang terpucat hingga tergelap.

“Biasanya, sebaik-baiknya upaya pencerahan kulit, tidak akan bisa membuat kulit kamu berpindah dari satu spektrum ke spektrum lain. Semakin gelap warna kulit, sebetulnya berarti aktivitas melanin yang berfungsi sebagai pelindung alami kulit dari bahaya sinar matahari (seperti kanker kulit) lebih tinggi, lho. Jadi, bila berpikir untuk mencerahkan kulit, pikirkan juga ekstra usaha yang harus kamu lakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan kulit akibat sinar matahari,” paparnya.

Apakah Pemakaian Produk Cream Pemutih Wajah Memiliki Efek Samping?

Foto: www.unsplash.com

Bukan bermaksud menakuti-nakuti, tapi pemakaian produk ini memang memiliki efek samping.

“Ya, efek samping yang biasa terjadi adalah kemerahan kulit karena iritasi, kemerahan karena kulit yang lebih cerah tidak dilindungi oleh sunscreen yang sesuai sehingga terbakar matahari,” ujarnya.

Itu, plus: dapat pula terjadi efek samping berupa kehitaman kulit yang bersifat permanen karena penggunaan krim pencerah yang terlalu lama tanpa pengawasan dokter.

Well, kamu sudah mengetahui semua hal di atas—dan tetap ingin mencoba krim pemutih wajah. Adakah jalan tengah yang bisa diambil, misalnya memastikan memilih produk krim pemutih yang aman?

“Produk yang sudah berlisensi BPOM biasanya sudah melalui proses uji bebas zat berbahaya,” terangnya. “Selain itu krim yang diberikan dokter spesialis kulit dengan peresepan dan di bawah pengawasan dokter biasanya juga sesuai dengan keamanan pasien,” tambahnya.

Jika kamu ingin mempertahankan kecerahan kulit, Dokter Annisa menganjurkan untuk merawat kulit secara berkelanjutan, dengan target spektrum warna kulit yang sesuai dengan warna asli kulitmu.

Dan menurutnya, ada satu hal yang paling penting sebelum memutuskan untuk berupaya mencerahkan warna kulit: self-acceptance.

“Penting bagi kita mendahulukan aspek psikologis self-acceptance dulu agar tidak terjebak dalam upaya yang berbahaya dalam mencerahkan kulit,” anjurnya.

Kesimpulan

cream pemutih wajah
Foto: www.unsplash.com

Jika kamu memang ingin mencerahkan kulit, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit untuk berdiskusi mengenai upaya pencerahan kulit. “Apabila ingin menanyakan tentang keamanan suatu krim/produk yang telah digunakan/beli, kamu dapat membawa produk tersebut dan menunjukkannya ke dokter,” pesannya.

Memang kulit yang cerah merata mengindikasikan kulit yang lebih sehat karena menandakan regenerasi kulit yang terjaga dan persebaran pigmen yang merata. Akan tetapi, Dokter Annisa menekankan agar kita mengenal berbagai variasi normal warna kulit manusia. Terutama warna kulit kamu sendiri. Karena ini akan membantu kita mengetahui apakah kulit kita sehat atau butuh perhatian lebih. Dan mempunyai kulit sehat lebih penting dibandingkan mengubah kulit menjadi putih.

“Kulit yang sehat bukanlah kulit yang putih. Melainkan kulit cerah merata sesuai spektrum warna asli kulit kita, bebas dari penyakit kulit, dan tampak glowing alami. Jadi, yang lebih penting adalah memiliki kulit sehat daripada sekadar putih,” tegasnya.

Oh, satu lagi, jika kamu baru saja pulang dari Mars: semakin banyak merek (L’Oréal, Johnson & Johnson, Unilever) berikrar akan menghilangkan istilah ‘pemutih’ dari produknya. Semoga dengan begini, kita lebih fokus memiliki kulit wajah sehat—bukan kulit menjadi putih.

Selanjutnya: Ini beberapa trik untuk memastikan produk kulit tidak berbahaya bagi kesehatanmu.