Apa itu Micro-cation?

Foto: www.freepik.com

Lupakan staycation—ada istilah baru lagi yang harus kamu tahu: micro-cation. Eh? Apa pula itu? Baca penjelasan ini sebelum memesan tiket pesawat dan hotel berikutnya.

Micro-cation Adalah…

Begini, misalkan dalam satu tahun kamu memiliki jatah 12 hari. Lalu kamu memecahnya menjadi liburan berdurasi dua-tiga hari setiap dua bulan sekali—berarti kamu sudah melakukan micro-cation. Intinya, kamu tetap melancong ke mana-mana tanpa absen terlalu lama dari kantor atau kehidupan nyata.

Allianz Travel Insurance Vacation Confidence Index melaporkan bahwa 72% milenial paling tidak mengambil satu kali micro-cation tahun lalu, sementara 29% mengaku melakukan micro-cation paling tidak tiga kali pada periode yang sama.

Kok bisa tren ini terjadi?

Alrite… apa sebenarnya yang menyebabkan tren ini menjamur dan berbunga di mana-mana? Pertama pastinya dikarenakan banyaknya penerbangan murah. Kedua, tentunya berkat taburan foto-foto #HolidayGoals di media sosial. Lalu, fakta bahwa banyak milenial yang menganut paham “never-not-working“. Dengan Wi-Fi tersedia di mana-mana sehingga bisa mengakses e-mail dan Asana bahkan saat berada di toilet.

Dan destinasi mereka adalah…

Pada dasarnya… ke seluruh belahan dunia! Untuk sebagian orang bepergian ke Nepal cuma untuk dua-tiga hari bukanlah sebuah masalah, tapi untuk beberapa orang lain durasi itu sudah lebih dari cukup. Yang penting adalah pengalaman dan pastinya… foto untuk diposting di Instagram. Karena kalau tidak dimasukkan ke Instagram, apa benar kamu pergi liburan?