Bagaimana Cara Mengatasi Anak Susah Makan? Ini Tips Dari Dokter Anak

anak susah makan
Foto: www.freepik.com

Menghadapi anak susah makan tentu gampang-gampang susah. Orang tua mesti ekstra sabar dan telaten memberikan asupan agar si kecil gampang makan.

Namun, bagaimana jadinya jika sudah melakukan berbagai cara tapi anak tetap susah makan?

Untuk itu, LIMONE telah menghubungi dr. Dinar Handayani Asri, Sp.A, seorang Dokter Anak dari RS Sariasih Ciputat, yang akan menjelaskan penyebab hingga cara mengatasi anak yang susah makan.

Apa Penyebab Anak Susah Makan?

anak susah makan
Foto: www.canva.com

Anak mengalami susah makan tentu akan membuat orang tua khawatir, serta bingung memikirkan berbagai cara agar anak bisa kembali makan. Ternyata, ada penyebab mengapa anak mengalami susah makan.

Menurut Dokter Dinar, ada beberapa penyebab anak mengalami susah makan, seperti adanya penyakit medis.

“Penyakit medis seperti infeksi di antaranya TBC, infeksi saluran kencing, atau non infeksi seperti anemia kekurangan zat besi. Pada kondisi anak sakit, maka metabolisme tubuh cenderung berkurang dikarenakan untuk melawan infeksi tersebut, sehingga anak cenderung lemas dan tidak mau makan,” ucap Dokter Dinar.

Selain medis, anak mengalami susah makan juga bisa dikarenakan penerapan pemberian makan yang salah.

“Anak tidak mengenali rasa lapar dan kenyang, sehingga anak tidak bisa fokus makan dan timbulah kesulitan makan,” sambung Dokter Dinar.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Sulit Makan?

Foto: www.freepik.com

Tentunya setiap orang tua ingin anaknya dapat makan dengan baik dan rutin. Untuk mengatasi anak yang susah makan, perlu dilihat dahulu dari penyebabnya.

Jika terdapat penyakit medis, maka perlu melakukan pengobatan.

“Jika kesalahan dalam feeding practice, maka kita terapkan kembali feeding rule yang benar. Penerapan feeding rule bertujuan mengenalkan rasa lapar dan kenyang pada anak, sehingga proses makan berjalan dengan baik,” ucap Dokter Dinar.

Lebih lanjut, Dokter Dinar juga menjelaskan beberapa peraturan dalam pemberian makan, yaitu :

Jadwal

Pengaturan jadwal makan utama dan selingan (2-3 kali makan utama, 2 kali selingan). Durasi makan maksimal 30 menit. Hanya boleh mengonsumsi air putih selama makan.

Lingkungan

Buat suasana lingkungan makan yang menyenangkan, tanpa paksaan, tanpa distraksi (duduk di kursi makan, tanpa gadget). Selain itu, jangan menggunakan makan sebagai bentuk hadiah, ya.

Prosedur

Tawarkan porsi makan kecil terlebih dahulu, dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak tidak mau makan, tawarkan kembali satu kali tanpa paksaan.

Jika 10 menit tetap tidak mau, akhiri proses makan. Bersihkan mulut bayi setelah proses makan selesai.

Apa Dampak Ketika Anak Mulai Susah Makan?

Foto: www.rawpixel.com

Menurut Dokter Dinar, ternyata anak yang mengalami susah makan dapat mengalami hal-hal yang berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

“Bila anak susah makan, maka dampaknya kenaikan berat badan tidak adekuat atau yang sering dikenal berat badan seret. Bila berat badan seret tidak segera diatasi, maka akan menyebabkan anak stunting, dan bisa mengalami penurunan tingkat kecerdasan,” jelas Dokter Dinar.

Pada Usia Berapa Anak Mulai Susah Makan?

anak susah makan
Foto: www.canva.com

Sering kali ditemui anak susah makan pada usia 1 tahun, 2 tahun, bahkan lebih. Namun, ternyata tidak ada ukuran usia anak mengalami susah makan.

“Problem kesulitan makan pada anak bisa terjadi pada usia berapapun, mulai dari awal pemberian MPASI, sehingga penting sekali untuk kontrol rutin ke DSA saat proses MPASI si kecil,” ucap Dokter Dinar.

Apakah Anak Perlu Diberi Vitamin agar Mudah Makan?

anak susah makan
Foto: www.canva.com

Ketika anak susah makan, orang tua sering kali memberikannya vitamin penambah nafsu makan untuk anak. Namun, ternyata vitamin bukan jalan jitu agar anak dapat kembali makan.

“Tidak ada vitamin yang bisa meningkatkan nafsu makan. Pemberian vitamin diindikasikan pada anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin tersebut,” ucap Dokter Dinar.

Adakah Menu yang Dianjurkan untuk Anak yang Mengalami Susah Makan?

Foto: www.canva.com

Agar anak dapat kembali makan, maka orang tua perlu memberikan makanan yang kaya akan vitamin, serta bagus untuk tumbuh kembang anak.

“Menu yang dianjurkan tentu komposisi yang adekuat yang memenuhi kebutuhan makronutrien maupun mikronutrien anak, yaitu dengan komposisi lengkap karbohidrat, protein, lemak,” ucap Dokter Dinar.

Selain itu, orang tua juga perlu memberikan buah dan sayur kepada anak.

“Dengan pembagian kebutuhan zat gizi makro yaitu karbohidrat 50–60%, protein 10–20%, lemak 30–45%. Zat gizi mikro di antaranya zat besi, vitamin A, B, C, D, dll,” sambung Dokter Dinar.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Dokter anak satu ini menuturkan bahwa proses pemberian makan kepada anak merupakan proses yang kompleks. Orang tua tentunya memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak.

“Diperlukan kesabaran dan konsisten dari ayah dan bunda dalam praktik pemberian makan, sehingga proses makan dapat berjalan dengan lancar, tegasnya.

“Jika ayah, bunda mendapati kesulitan memberi makan pada anak, maka jangan segan-segan untuk segera konsultasi ke DSA terdekat, ya. Senantiasa semangat dan sehat ya ayah bunda dalam menemani tumbuh kembang si kecil,” pesan Dokter Dinar.