Berniat Mengundurkan Diri? Ini Cara Menyampaikan Alasan Keluar Kerja dengan Baik

alasan keluar kerja
Foto: www.freepik.com

Apa resolusimu di tahun 2022? Mungkin beberapa orang ingin memiliki pekerjaan baru, baik itu bertujuan untuk meningkatkan potensi diri atau karena memiliki masalah dengan rekan kerja. Jika kamu berniat untuk berhenti dari kantor, pastinya perlu menyiapkan alasan keluar kerja sebelum mengajukan surat pengunduran diri.

Simak penjelasan dari Vitriyanti, M.Psi., Psikolog, seorang Associate Psikolog Klinis Dewasa di Ibunda.id dan Opsy Clinic, terkait dengan cara menyampaikan alasan keluar kerja yang baik dan hal penting yang perlu diperhatikan saat ingin mengundurkan diri.

Apa Faktor Seseorang Memutuskan Mengundurkan Diri?

alasan keluar kerja
Foto: www.canva.com

Vitriyanti menuturkan bahwa ketika seseorang memutuskan untuk mengundurkan diri, hal ini bisa disebabkan karena situasi pekerjaan yang dimiliki tidak memenuhi ekspektasi. “Seperti contohnya tidak ada peningkatan karir atau payment yang diterima kurang dari harapan,” ungkapnya.

Bisa juga karena rekan kerja yang membuat seseorang kurang nyaman, merasa kurang dihargai atau merasa culture perusahaan sudah tidak sesuai.

“Selain itu, pada beberapa orang yang memutuskan untuk mengundurkan diri dikarenakan adanya dorongan untuk mencari tantangan terhadap diri sendiri. Seperti misalnya sebagai ajang pembuktian apakah ia mampu untuk meng-handle posisi tersebut,” lanjutnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Saat Akan Mengundurkan Diri?

Foto: www.freepik.com

Saat seseorang memutuskan untuk mengundurkan diri, pastinya perlu membuat perencanaan yang baik.

Berikut hal yang perlu dipersiapkan menurut Psikolog Klinis Dewasa yang satu ini, yaitu “menganalisis kebutuhan, yakni dengan memikirkan apakah resign merupakan hal yang realistis untuk dilakukan,” ungkapnya.

Sementara untukmu yang ingin kembali bekerja, maka terdapat persiapan lain, yakni:

  • meningkatkan kemampuan,
  • memetakan peluang kerja yang ingin dituju dan mulai melakukan research apakah perusahaan yang dituju memenuhi hal-hal yang diinginkan atau dibutuhkan,
  • mempersiapkan CV atau daftar riwayat hidup dengan menyesuaikan dengan posisi pekerjaan yang akan dilamar.

Selain itu, Vitriyanti juga menyarankan untuk “menemui atasan secara pribadi, dan menyampaian pemberitahuan minimal dua minggu sebelumnya. Atau bisa juga menyesuaikan dengan aturan yang ada di perusahaan,” anjurnya.

Karena sangat tidak disarankan untuk mengundurkan diri secara mendadak. “Selain beberapa perusahaan menetapkan regulasi one month notice sebelum resign yang akan menyebabkan kita tersangkut beberapa masalah, resign mendadak juga dapat memberikan kesan buruk,” ungkapnya.

Bagaimana Cara Menyampaikan Alasan Keluar Kerja dengan Baik?

alasan keluar kerja
Foto: www.canva.com

Sementara untuk mengutarakan alasan keluar kerja yang tepat, maka cobalah untuk menyampaikan kepada atasan secara personal di ruang kerjanya secara sopan namun tetap lugas. Seperti misalnya ‘Ada yang perlu saya sampaikan kepada Bapak/Ibu. Saya berencana untuk mengundurkan diri dari perusahaan’,” tuturnya.

“Jika menyampaikan alasan keluar kerja secara verbal dirasa sulit, maka kamu juga bisa mengajukan surat pengunduran diri. Sehingga bisa lebih leluasa untuk menjelaskan alasan atau perlu melaporkan progress pekerjaan yang sedang ditangani secara tertulis,” lanjutnya.

Selain itu, menurut Vitriyanti perlu juga untuk menyampaikan secara asertif dan mengungkapkan hal yang positif untuk meningkatkan kesan yang baik. “Contohnya seperti ‘Saya senang bekerja di sini, tetapi saya ingin menggunakan peluang ini untuk mengembangkan karir’,” katanya.

Adakah Hal yang Penting untuk Diperhatikan Saat Mengundurkan Diri?

alasan keluar kerja
Foto: www.freepik.com

Jika alasan keluar kerja karena memiliki masalah dengan rekan kerja, maka sebaiknya kita perlu menyelesaikan dengan baik. Namun “menyampaikan alasan berhenti bekerja karena memiliki masalah dengan rekan kerja, cenderung akan meninggalkan kesan negatif,” paparnya.

Memberikan kesan yang baik saat mengajukan berhenti bekerja akan memberikan beberapa keuntungan, di antaranya:

  • rekomendasi dari atasan atau rekan kerja,
  • jika suatu hari harus bekerja sama dengan rekan kerja tersebut tidak menimbulkan rasa canggung.

Lantas, perlukah kita menyelesaikan konflik terlebih dahulu?

“Sangat disarankan untuk meninggalkan kesan yang baik di perusahaan lama ketika kamu hendak melanjutkan karir di dunia pekerjaan. Ada baiknya sebelum memutuskan mengundurkan diri, usahakan mencari tahu terlebih dahulu akar permasalahan yang menyebabkan kita terlibat dalam konflik. Serta mencari resource untuk menyelesaikan konflik tersebut,” jawabnya.

Seperti misalnya kita memiliki masalah pelecehan seksual, maka bisa melibatkan HRD dalam penyelesaiannya.

“Contoh lainnya jika mengalami mengalami konflik dengan rekan kerja maka kita perlu memikirkan hal-hal yang menyebabkan konflik. Berfokus pada masalah dan bukan pada orangnya, kemudian berusaha mencari solusi dari masalah,” lanjutnya.

Jangan lupa untuk “berinisiatif mengajak rekan yang membuat kita kesal untuk membicarakan masalah yang menyebabkan kedua belah pihak merasa kesal dengan menyampaikan solusi yang sudah dipersiapkan. Penting juga untuk mendengarkan penjelasan masalah dari rekan kerja dan pendapat dari rekan kerja untuk membuat kesepakatan bersama,” ujar Vitriyanti.

Bagaimana Jika Kita Diberhentikan oleh Perusahaan?

Foto: www.rawpixel.com

Namun ketika kamu diberhentikan oleh perusahaan, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan. “Pertama adalah mengelola emosi, pasti ada perasaan kurang nyaman jika kita menjadi orang yang terpilih untuk diberhentikan,” sarannya.

“Yang perlu diingat adalah situasi ini tidak kita alami sendirian. Terdapat banyak orang lainnya di luar sana yang hidupnya berjalan baik meskipun pernah memiliki pengalaman dipecat. Setelah emosi kita terkelola dengan baik, jika memungkinkan maka bisa bertanya langsung kepada atasan alasan dipecat,” anjurnya.

Serta meminta rekomendasi kepada atasan lain atau pihak lain yang kita anggap mendukung kita. “Seperti misalnya rekan kerja atau atasan lain yang secara  tidak langsung sering berhubungan. Jangan lupa untuk tetap menjalin silaturahmi, karena kita tidak pernah tahu dari siapa bisa mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan,” ucapnya.

Selanjutnya adalah mempersiapkan rencana selanjutnya, apakah ingin lanjut bekerja di perusahaan atau memulai usaha sendiri.

Adakah Jangka Waktu Tepat untuk Memutuskan Kembali Bekerja?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, jangka waktu tersebut ada pada diri individu masing-masing.

“Cobalah untuk menganalisa atau tanyakan pada diri sendiri apa yang paling kita butuhkan. Apakah mengganggur atau tidak bekerja merupakan hal realistis yang bisa kita jadikan opsi untuk bisa bertahan hidup?” katanya.

Jika kita sudah punya persiapan seperti tabungan untuk menjamin living allowance dan kita merasa masih ingin berleha-leha, “maka opsi untuk menikmati waktu luang tanpa bekerja masih bisa kita jadikan pilihan,” tambahnya.

Namun jika ingin kembali melanjutkan karir, maka perlu mencari informasi terkait perusahaan baru apakah budaya organisasi sesuai dengan yang diharapkan.

“Selanjutnya siapkan keterampilan yang menunjang agar kita bisa lolos seleksi di perusahaan yang kita inginkan, termasuk menyiapkan CV dan latihan untuk melalui proses wawancara,” anjurnya.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Vitriyanti menuturkan bahwa bekerja adalah tentang memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak. “Selama kita masih memiliki ikatan sebagai karyawan, maka kita perlu memenuhi kewajiban sebagai karyawan,” ujarnya.

“Namun di sisi lain, jika merasa hak kita sebagai karyawan sudah tidak terpenuhi atau sesuai, kita juga punya hak untuk memutuskan jalan karir lainnya. Bekerja adalah aktivitas yang melibatkan orang lain, maka dimanapun kita berada, pasti akan ada hal yang membuat kita merasa kurang nyaman,” katanya.

“Sehingga yang perlu diingat adalah kita masih memiliki kontrol pada pikiran dan ekspektasi terhadap lingkungan. Dalam hal ini adalah memiliki pilihan dengan memilih menerima apa yang kita hadapi apa adanya atau memutuskan memilih jalan lainnya,” tutupnya.