Ini 6 Makanan Yang Aman Untuk Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

6 makanan untuk asam lambung
Foto: www.freepik.com
Terakhir diperbarui:

Asam lambung atau yang biasa disebut dengan maag merupakan salah satu penyakit yang mungkin umum dialami oleh banyak orang. Untuk mencegah munculnya kembali kondisi ini, maka kamu bisa mengonsumsi makanan untuk asam lambung.

Dengan menambahkan makanan untuk asam lambung ke dalam pola makan, ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah munculnya penyakit yang satu ini. Untuknya terdapat berbagai jenis makanan yang bisa diperoleh dan dikonsumsi dengan mudah.

Jika kamu mengalami maag, maka berikut jenis makanan untuk asam lambung yang bisa dikonsumsi secara rutin.

Jenis Makanan yang Bisa Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

6 makanan untuk asam lambung
Foto: www.freepik.com

Berikut enam makanan yang aman untuk asam lambung.

Oatmeal

Salah satu jenis makanan untuk asam lambung yang bisa dikonsumsi adalah oatmeal.

Selain dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, makanan yang kaya akan serat ini juga bisa menyerap asam lambung yang ada di dalam tubuh, sehingga gejalanya bisa mereda.

Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa diet tinggi serat telah dikaitkan dengan risiko refluks asam yang lebih rendah. Selain itu, terdapat pilihan serat lainnya yang bisa dikonsumsi, seperti roti gandum atau beras gandum.

Untuk membuat sistem pencernaan terasa lebih nyaman saat mengonsumsi oatmeal, disarankan agar menghindari penggunaan krim kental ke dalamnya. Sehingga kamu bisa mencampurkan susu rendah lemak atau susu almond sebagai penggantinya.

Sayuran hijau

Pada dasarnya, sayuran mengandung rendah lemak dan gula. Contoh sayuran yang dianjurkan untuk pengidap maag di antaranya adalah kacang hijau, brokoli, kembang kol, kentang, mentimun, dan asparagus.

Sayuran hijau ini memiliki serat yang sangat tinggi dan dapat menurunkan tingkat asam lambung yang dialami.

Jahe

Jahe memiliki sifat anti-inflamasi alami dan sering kali digunakan sebagai obat alami yang digunakan dalam mengatasi sakit maag dan masalah pencernaan lainnya.

Kamu bisa mengonsumsinya dengan cara memarutnya dan menambahkan parutan tersebut ke dalam makanan, seperti smoothies.

Selain itu, bisa juga meminum teh jahe untuk meredakan gejala asam lambung yang sedang diderita. Akan tetapi pada beberapa orang yang sensitif terhadap jahe, maka dianjurkan untuk mengurangi asupan jahe.

Buah non-citrus

Selain sayuran, buah-buahan non-jeruk juga bisa dikonsumsi sebagai salah satu upaya untuk meredakan gejala atau mencegah terjadinya asam lambung.

Makanan untuk asam lambung yang bisa dikonsumsi adalah melon, pisang, apel, dan pir. Karena memiliki kandungan pH sekitar 5.6, menjadikan pisang dapat menetralisir asam lambung dengan baik.

Oleh karenanya, disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan yang tidak memicu munculnya gejala refluks lambung, dan menghindari buah-buahan asam.

Daging tanpa lemak

Daging dengan kandungan lemak tinggi bisa menjadi salah satu faktor pemicu naiknya asam lambung.

Sehingga disarankan untuk mengonsumsi daging yang rendah lemak atau ikan yang bisa mudah dicerna dengan baik, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut.

Beberapa makanan tersebut dapat mengurangi gejala refluks asam. Akan lebih baik lagi jika kamu mengolahnya dengan cara dipanggang, dikukus, dibakar, atau direbus.

Lemak sehat

Asupan lemak jenuh dan lemak trans ternyata bisa meningkatkan gejala maag pada seseorang. Oleh sebab itu, disarankan untuk mengurangi asupan tersebut dan menggantinya dengan lemak sehat.

Sumber lemak sehat yang bisa dikonsumsi oleh tubuh di antaranya adalah alpukat, kenari, biji rami, minyak zaitun, minyak wijen, serta minyak bunga matahari.

Makanan yang Harus Dihindari oleh Pengidap Maag

makanan yang harus dihindari oleh pengidap maag | | Ini 6 Makanan Yang Aman Untuk Dikonsumsi Penderita Asam Lambung
Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa pantangan asam lambung yang wajib diperhatikan oleh penderita maag.

Gorengan

Makanan yang diolah dengan cara digoreng dapat merangsang lambung untuk memproduksi asam lambung saat mencerna makanan.

Kandungan minyak yang ada di dalam gorengan tersebut nantinya akan dicerna lebih lambat dibanding dengan komposisi makanan lainnya.

Minyak ini akan bertahan lebih lama di dalam lambung, sehingga asam lambung akan tetap ada selama proses pencernaan minyak tersebut. Nantinya, gejala dari maag ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Makanan berlemak tinggi

Makanan yang berlemak pada umumnya dapat meningkatkan risiko gejala refluks. Untuk membantu mencegahnya, maka kamu bisa mengurangi asupan lemak total.

Berikut beberapa makanan berlemak tinggi yang bisa dihindari:

  • Kentang goreng
  • Bawang goreng
  • Keripik kentang
  • Mentega
  • Susu
  • Keju
  • Es krim
  • Potongan daging merah berlemak tinggi seperti sirloin atau iga

Makanan pedas

Meski menggugah selera, namun makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut dan menimbulkan gejala terbakar.

Apalagi jika kamu memiliki gangguan asam lambung, maka tak heran makanan dengan bumbu tajam dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Kandungan capsaicin atau senyawa kimia yang dapat membuat makanan terasa lebih pedas, dapat mengiritasi bagian kerongkongan yang bisa menyebabkan terjadinya refluks asam.

Menurut sebuah studi Korea tahun 2017, olahan pedas dan panas dapat menyebabkan gejala GERD. Oleh karenanya, disarankan agar menghindari makanan pedas.

Buah dan sayuran tertentu

Walau buah dan sayur sangat menyehatkan, namun terdapat beberapa jenis yang bisa dihindari untuk mencegah gejala GERD menjadi lebih buruk. Berikut beberapa bahan alami yang dapat menyebabkan refluks pada lambung:

  • Nanas
  • Buah jeruk, seperti jeruk, jeruk bali, lemon, dan limau
  • Tomat
  • Bawang putih dan bawang bombay

Minuman tertentu

Selain makanan, beberapa minuman juga dapat memicu timbulnya gejala asam lambung. Di antaranya adalah:

  • Alkohol
  • Kopi dan teh
  • Minuman berkarbonasi
  • Jus jeruk dan tomat

Makanan tertentu

Sejumlah makanan tertentu juga disarankan agar tidak dikonsumsi secara berlebihan untuk mencegah munculnya gejala maag, seperti cokelat, daun mint, dan makanan olahan berat.

Di dalam cokelat mengandung bahan yang disebut dengan methylxanthine, yang telah terbukti bisa mengendurkan otot polos dan meningkatkan refluks pada lambung.

Begitu juga dengan daun mint dan beberapa produk dengan perasa mint, makanan tersebut bisa memicu timbulnya gejala maag.

Teknik Memasak yang Disarankan untuk Penderita Asam Lambung

6 makanan untuk asam lambung
Foto: www.freepik.com

Selain memilih  makanan untuk asam lambung, kamu juga bisa menerapkan teknik memasak yang tepat. Berikut beberapa cara mengolah makanan yang disarankan untuk penderita maag, yakni:

Kukus

Dengan mengukus makanan, maka nantinya makanan tersebut tidak langsung terkena suhu panas yang tinggi. Hal ini dapat menjaga sebagian besar nutrisi, terutama vitamin dan mineral yang akan tetap lengkap dan aktif.

Rebus

Teknik merebus juga dapat membuat makanan sedikit terkena suhu panas yang diperantarai air, sehingga nutrisi yang ada di dalamnya dapat terjaga.

Panggang

Teknik memasak yang satu ini bisa menjaga kandungan nutrisi dibandingkan dengan menggoreng atau menumis makanan. Sebab suhu panasnya tidak secara langsung mengenai makanan.

Akan tetapi proses pemanggangan yang lama dan suhu yang tinggi juga dapat mengurangi kandungan nutrisi makanan.

Penting untuk diingat bahwa penderita asam lambung membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk membantu proses penyembuhannya lebih cepat.

Ketika makanan yang langsung terkena suhu panas, maka hal ini dapat membuat kandungan nutrisi di dalamnya semakin menghilang.

Kesimpulan

mengatasi gangguan asam lambung | | Ini 6 Makanan Yang Aman Untuk Dikonsumsi Penderita Asam Lambung
Foto: www.freepik.com

Meski sepele, namun gangguan asam lambung perlu segera diatasi agar tubuh terasa nyaman selama beraktivitas sehari-hari.

Selain mengendalikan gejala refluks asam lambung dengan pengaturan pola makan, namun kamu juga bisa menerapkan perubahan gaya hidup sehat untuk mengatasinya.

Usahakan untuk tidak melewatkan jadwal makan, hindari makanan yang memicu risiko tingginya asam lambung, dan beristirahat dengan cukup. Jangan lupa untuk minum air putih dalam kadar yang cukup karena dapat membantu menetralkan asam lambung.