5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 20 Juli 2020

Morning Briefing 20 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Ada banyak hal terjadi selama akhir pekan, salah satunya berita meninggalnya Sapardi Djoko Damono. Selain itu, pandemik COVID-19 masih menjadi berita utama di seluruh belahan dunia. Jadi, tetap pakai masker, cuci tangan dengan rajin, jaga jarak dan jaga kesehatan! Semoga Senin kamu menyenangkan dan berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 20 Juli 2020.

Sapardi Djoko Damono meninggal.

Sastrawan Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada hari ini, pukul 09.17 WIB, setelah dirawat selama 10 hari di Eka Hospital BSD. Penurunan fungsi organ dikabarkan menjadi penyebab sastrawan kelahiran 20 Maret 1940 itu meninggal dunia. Pihak keluarga mengatakan Sapardi dimakamkan pada hari Minggu sore, di Taman Pemakaman Giritama Bogor, Jawa Barat. Pemakaman tertutup untuk keluarga terdekat dan tidak ada pelayat umum, sebab adanya aturan physical distancing COVID-19. Selama hidupnya, sastrawan ini menghasilkan banyak karya sastra, termasuk beberapa puisi yang sangat populer “Aku Ingin”, “Hujan Bulan Juni”, “Pada Suatu Hari Nanti”, “Akulah si Telaga”, dan “Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari”. (Liputan6)

Rekor jumlah pasien sembuh COVID-19 harian.

Jumlah harian pasien yang sembuh coronavirus mencapai 2.133 kemarin (19/7). Ini merupakan rekor tertinggi sejak pengumuman wabah ini muncul di Indonesia pada 2 Maret lalu. Angka ini menjadikan ada 45.401 pasien positif yang sembuh dari virus ini hingga Minggu siang. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 hingga pukul 12.00 WIB, dari 2.133 kasus sembuh, paling banyak disumbang dari DKI Jakarta ( 313 kasus), Jawa Tengah (300 kasus), Jawa Timur (275 kasus), Sulawesi Selatan (158 kasus), dan Kalimantan Selatan (109 kasus). Selain itu, terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 1.639, sehingga total jumlah kasus COVID-19 nasional adalah 86.521, dengan 4.143 kematian. (CNN Indonesia)

Jutaan orang menjadi korban banjir di India dan Nepal.

Setidaknya 189 meninggal dan hampir empat juta orang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang di Assam, kota di timur laut India dan tetangganya, Nepal,. Pihak pejabat setempat mengatakan bahwa meluapnya sungai Brahmaputra, yang mengaliri Tibet, India, dan Bangladesh, telah merusak panen dan menyebabkan tanah longsor. Pemerintah Nepal mengingatkan warganya untuk tetap hati-hati karena musim hujan lebat akan melanda negara tersebut hingga empat hari ke depan. Tanah longsor dan banjir merupakan sesuatu yang sering terjadi di Nepal dan sejumlah negara bagian India selama Juni-September saat musim penghujan. (Reuters)

Update COVID-19 global: Xinjiang berstatus “situasi masa perang” dan Afrika Selatan miliki kasus terbanyak kelima di dunia.

Pihak otoritas di provinsi Xinjiang, di barat China, mendeklarasikan status “situasi masa perang” seiring dengan lonjakan drastis kasus coronavirus. Dilaporkan bahwa terdapat 17 kasus dan 23 infeksi tanpa gejala pada Minggu pagi dengan 269 dalam observasi. Penerbangan dan servis kereta api dibatalkan. Sementara itu, Afrika Selatan memiliki kasus positif terbanyak di dunia. Per Sabtu, dilaporkan ada 13.285 kasus baru; totalnya menjadi 350.879.

Warga Melbourne harus memakai masker ketika meninggalkan rumah. Aturan ini diberlakukan seiring semakin banyaknya kasus baru dan masa enam minggu lockdown. Bagi yang melanggar akan dikenakan denda sebesar AUS$200. Dan sebuah aplikasi pelacak gejala yang dikembangkan oleh King’s College London menemukan bahwa ada enam jenis infeksi yang berbeda dari COVID-19. Penemuan ini bisa membantu dokter untuk memprediksi pasien mana yang paling berisiko dan paling membutuhkan bantuan. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global per Minggu adalah 14.317.239, dengan 602.865 kematian dan 8.051.821 kesembuhan. (Aljazeera)

KFC ciptakan ayam goreng dengan mesin pencetak 3D.

Bekerja sama dengan perusahaan asal Rusia, 3D Bioprinting Solutions, KFC sedang membangun teknologi bioprinting yang akan “mencetak” daging ayam, dengan menggunakan sel-sel ayam dan bahan-bahan dari tanaman. Termasuk resep tepung dan bumbu untuk “menghasilkan cita rasa khas KFC” dan agar rasa dan teksturnya sesuai dengan ayam asli. Perlu diperhatikan bahwa proses bioprinting ini akan menggunakan bahan-bahan makanan hewani, sehingga tidak akan cocok untuk vegetarian. Pihak KFC mengatakan bahwa produk ayam yang dihasilkan dengan metode ini akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan daging ayam biasa. Yakni, mengurangi gas emisi rumah kaca dan energi konsumsi karena tidak menggunakan metode pertanian tradisional. Belum ada detail lengkap tentang kapan produk ini bisa dicicipi oleh pelanggan KFC. (The Verge)

Selanjutnya: setelah membaca Morning Briefing 20 Juli 2020, pastikan kamu mengetahui mana yang terbaik: investasi bitcoin atau saham di sini.

podcast button