3 Prinsip Keuangan Esensial yang Harus Kamu Lakukan Saat Ini (dan Selamanya)

prinsip keuangan
Foto: www.istockphoto.com

Seandainya area di dalam otak sudah hampir terisi penuh dengan berbagai hal—dan ruang kosong untuk hal lain sangat terbatas: gunakan untuk mengingat tiga prinsip keuangan esensial ini. Prinsip keuangan ini super penting dan sifatnya “selamanya”, alias berlaku saat ini (pandemik, misalnya) sampai rambut sudah beruban, kulit sudah berkerut, dan manusia berhasil mendarat di Mars.

Prinsip #1: Hindari Utang

prinsip keuangan
Foto: www.gettyimages.com

Bukan berarti tidak memperbolehkan mengutang karena memang ada sejumlah jenis utang yang tidak bisa kita hindari (misalnya cicilan rumah, cicilan mobil, dsb). Namun, pastikan kamu meminjam sesuai dengan kebutuhan.

Jika memiliki utang, terutama utang kartu kredit, pastikan kamu memiliki rencana untuk melunasinya. Salah satu metode yang bisa kamu terapkan adalah, “fokus membayar utang dengan jumlah terkecil sambil terus membayar minimum pembayaran yang lain,” tulis Damian Dunn, seorang penasihat keuangan di Pete the Planner. Lalu, setelah utang kecil lunas, lanjutkan dengan membayar utang lain sampai selesai. Lakukan ini terus menerus sampai kamu bebas utang.

Prinsip #2: Buat Prioritas Pengeluaran

prinsip keuangan
Foto: www.istockphoto.com

Cara mengetahui hal ini dengan membuat daftar tentang apa yang wajib kamu bayar tiap bulan (cicilan rumah, tagihan kartu kredit, tabungan, dll). Ini juga termasuk pengeluaran untuk makanan. Namun, perlu diingat bahwa jumlah pengeluaran yang dihabiskan akan jauh berbeda jika kamu memilih memasak sendiri atau membeli makanan dari luar.

Prinsip utama saat berbelanja makanan untuk di rumah: buat daftar belanjaan dan hanya beli yang terdapat di dalam daftar tersebut.

“Apa yang perlu kamu lakukan adalah menggunakan setiap rupiah dengan bijak,” kata Dunn. Dan coba tebak apa yang mungkin terjadi ketika kamu membuat prioritas pengeluaran dan menghabiskan duit dengan bijak? Bisa jadi ada uang sisa yang bisa kamu pakai untuk liburan (misalnya)—tanpa harus berutang. Hebat, ya? Jadi, coba lihat baik-baik lagi pengeluaran bulananmu dan perhatikan jika ada yang bisa dieliminasi.

Prinsip #3: Tabungan Autodebet

Foto: www.gettyimages.com

Jika kamu adalah tipe orang yang bisa menabung rajin tiap bulan—tanpa autodebet—selamat, kamu mahluk langka. Selebihnya, manusia fana seperti ini masih membutuhkan sistem autodebet. Dan sistem ini sangat, sangat membantu. Autodebet ini berarti kamu tidak perlu mengingat atau memasang alarm 10 kali setiap tanggal gajian untuk menabung (dan sering kali tetap lupa).

Pelajaran moral: gunakan teknologi autodebet sekarang juga.

Selanjutnya: Jika kamu berada dalam kondisi krisis keuangan, seorang penasihat keuangan menyarankan melakukan prinsip keuangan ini.