Sedang Sakit? Ini 10 Makanan Penambah Imun Yang Bisa Dikonsumsi

makanan penambah imun
Foto: www.freepik.com

Dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, hal ini bisa membantu menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat. Apalagi ketika kita memiliki aktivitas yang padat, maka makanan penambah imun pun memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Jika kamu sedang sakit, maka berikut 10 rekomendasi makanan penambah imun yang bisa dikonsumsi secara bervariasi.

Buah Jeruk

makanan penambah imun
Foto: www.canva.com

Ketika merasa tidak enak badan, beberapa orang langsung mencari vitamin C untuk mengatasinya. Ini merupakan langkah yang tepat, karena pada dasarnya nutrisi ini dapat membantu membangun sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C dianggap dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang merupakan kunci untuk melawan infeksi. Untungnya, hampir semua buah jeruk mengandung vitamin C yang tinggi, sehingga sangat mudah untuk mengonsumsinya.

Terdapat beberapa buah jeruk yang bisa dimakan untuk menambah imun tubuh, mulai dari jeruk bali, jeruk, jeruk clementine, jeruk lemon, hingga jeruk nipis.

Karena tubuh tidak dapat memproduksi atau menyimpan vitamin C, maka kamu membutuhkan asupan nutrisi ini dengan kadar yang cukup setiap harinya. Jumlah yang direkomendasikan adalah sebanyak 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

Jika kamu memilih untuk mengonsumsi suplemen, hindari mengonsumsi yang lebih dari 2000 miligram perharinya.

Paprika Merah

Foto: www.canva.com

Jika menurutmu buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang paling banyak dari buah atau sayuran apa pun, maka cobalah untuk memikirkannya lagi.

Sebab dalam satu ons paprika merah mengandung hampir tiga kali lebih banyak vitamin C yang ada di dalam buah jeruk.

Selain meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin C juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan kulit. Beta karoten yang ada di dalamnya bisa diubah menjadi vitamin A dan membantu untuk menjaga kesehatan mata.

Brokoli

Foto: www.canva.com

Brokoli merupakan salah satu sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral. Mulai dari vitamin A, C, dan E, tanaman ini juga mengandung serat dan banyak antioksidan lainnya, sehingga menjadi sayuran yang paling sehat untuk dikonsumsi.

Kunci untuk menjaga nutrisinya agar tetap utuh adalah dengan memasaknya tidak terlalu lama, atau lebih baik lagi jika dimakan secara mentah.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa mengukus adalah cara terbaik untuk menyimpan lebih banyak nutrisi dalam makanan.

Bawang Putih

makanan penambah imun
Foto: www.canva.com

Hampir seluruh masakan menggunakan bawang putih sebagai bumbunya. Selain membuatnya terasa lezat dan aromanya yang menggiurkan, ternyata tanaman ini juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan tubuh.

Bawang putih ini memiliki peran penting dalam memperlambat pengerasan arteri dan membantu menurunkan tekanan darah. Sementara senyawa allicin yang ada di dalamnya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jahe

makanan penambah imun
Foto: www.canva.com

Jahe adalah bahan lain yang banyak digunakan ketika seseorang sakit. Soalnya tanaman herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan, mulai dari mengurangi sakit tenggorokan hingga penyakit radang, selain itu jahe juga bisa mengatasi mual.

Meski digunakan dalam banyak makanan penutup yang manis, jahe juga menimbulkan sensasi hangat cenderung panas yang berasal dari bentuk gingerol, kerabat dari capsaicin.

Manfaat lainnya, tanaman ini juga mengurangi rasa sakit kronis dan mampu membantu menurunkan kolesterol.

Bayam

makanan penambah imun
Foto: www.canva.com

Selain mengandung vitamin C, bayam juga dikemas dengan banyak antioksidan dan beta karoten, di mana keduanya dapat meningkatkan kemampuan untuk melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh.

Hampir sama dengan brokoli, bayam juga paling sehat jika dimasak tidak terlalu matang agar nutrisinya tetap terjaga.

Namun memasak secara ringan dapat membuatnya lebih mudah menyerap vitamin A dan memungkinkan nutrisi lain bisa dilepaskan dari sayuran ini.

Yoghurt

makanan penambah imun
Foto: www.canva.com

Yoghurt juga menjadi salah makanan penambah imun yang bisa kamu tambah ke dalam pengaturan pola makan. Produk susu ini dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan penyakit.

Cobalah untuk mengonsumsi yoghurt tawar dan menambahkan buah-buahan sehat serta sedikit madu agar lebih sehat.

Sumber vitamin D yang satu ini dapat mengatur sistem kekebalan tubuh dan dianggap meningkatkan pertahanan alami di dalam tubuh terhadap penyakit.

Almond

Foto: www.canva.com

Jika kamu ingin mencegah dan mengatasi pilek, maka vitamin E merupakan salah satu antioksidan kuat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Kamu bisa mengonsumsi kacang-kacangan seperti almond yang dikemas dengan nutrisi dan lemak sehat.

Pada dasarnya, orang dewasa hanya membutuhkan sekitar 15 mg vitamin E setiap harinya. Dalam porsi setengah cangkir almond atau setara dengan 46 almond utuh yang dikupas, menyediakan sekitar 25.6 mg vitamin E yang sangat bermanfaat untuk tubuh.

Biji Bunga Matahari

Foto: www.canva.com

Meski bentuknya yang kecil, namun biji bunga matahari ternyata penuh terhadap nutrisi. Mulai dari fosfor, magnesium, vitamin B6 dan E.

Vitamin E yang ada di dalamnya berperan penting dalam mengatur serta menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam satu ons biji bunga matahari mengandung hampir setengah selenium yang dibutuhkan oleh orang dewasa.

Kunyit

Foto: www.canva.com

Kunyit memang terkenal dengan fungsinya yang sebagai pewarna alami makanan. Akan tetapi bumbu dapur yang satu ini juga telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai anti-inflamasi yang dapat mengobati osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi dari kurkumin yang memberikan warna khas pada kunyit, dapat membantu mengurangi kerusakan otot akibat berolahraga. Kurkumin ini juga dapat memberikan efek yang baik pada sistem kekebalan tubuh.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Variasi makanan merupakan kunci untuk mendapatkan nutrisi dalam jumlah yang tepat. Sebab jika kamu mengonsumsi hanya satu bahan makanan, maka tidak akan cukup untuk membantu tubuh melawan flu atau infeksi lainnya.

Oleh karenanya kamu perlu memerhatikan porsi dari makanan yang akan dikonsumsi serta asupan harian yang disarankan. Sehingga nantinya tidak mendapatkan terlalu banyak vitamin tunggal dan terlalu sedikit vitamin lainnya.